Breaking News
light_mode

Tragedi Legundi: Bau Kotoran Kambing Berujung Nyawa, Misteri Kematian Mang Iyan—Jasadnya Dibuang ke Laut

  • account_circle pimred
  • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
  • print Cetak

Battikpost, Pesawaran – Masyarakat Lampung, khususnya warga Desa Legundi, Kabupaten Pesawaran, digegerkan oleh kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang warga bernama Aliyan, atau yang akrab disapa Mang Iyan.

Pria asal Dusun Si Uncal Desa Legundi ini diduga tewas dihakimi warga usai cekcok dengan keponakanya sendiri Saparudin, dan kemudian jasadnya diduga dibuang ke laut oleh sekelompok warga setempat.

Peristiwa memilukan itu menyisakan duka dan tanda tanya besar bagi keluarga. Arina, anak kandung almarhum, menjadi saksi dari rentetan malam tragis yang menimpa ayahnya itu.

Cekcok Dipicu Bau Kotoran Kambing

Kejadian bermula pada Sabtu malam, 15 Maret 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, usai salat Tarawih. Aliyan terlibat cekcok dengan keponakannya, Saparudin. Penyebabnya sepele tapi sudah berulang kali menjadi sumber ketegangan—bau menyengat dari kotoran kambing milik Saparudin yang mengganggu rumah Aliyan.

“Awalnya itu cekcok sama ponakan, terus almarhum sempet pulang, nggak tau ke rumah ibu nggak tau ke rumah si Sapar ini. Udah itu nggak kedenger apa-apa lagi, kemudian saya dengar istri Sapar teriak-teriak dan lari-lari, minta tolong katanya Sapar digorok gitu,” jelas Arina kepada redaksi, Minggu malam (6/4/2025).

Warga Berdatangan, Diduga Main Hakim Sendiri

Mendengar teriakan istri Sapar, warga berhamburan keluar rumah. Menurut Arina, saat itu terjadi kerumunan dan dugaan tindakan main hakim sendiri terhadap Aliyan.

Setelah itu warga pada keluar, nggak tau mau nolongin atau apa? Namanya kejadiannya di belakang, pak, nggak keliatan. Tapi saya sempet denger dari rumah, orang-orang pada lari-lari, ada yang bawa karung, bawa tali, ya pada lari ke belakang itu,” ujar Arina lirih kepada wartawan.

Ia mengintip dari balik jendela karena takut. Dari sana, ia mengaku melihat warga membawa karung dan menggotong sesuatu.

Terus, nggak lama dari itu, ribut-ribut rame-rame, saya liat ada warga gotong-gotong karung. Banyak orang yang saya liat, pak. Ada Oman, Lisin, Rohili, Ferdi, terus yang lainnya nggak jelas pak, ya mereka itu yang malem-malem bawa karung,” lanjutnya.

Dibuang ke Laut Pakai Perahu

Arina memperkirakan kejadian itu berlangsung dari pukul 21.00 WIB hingga sekitar tengah malam.

Sekitar jam 9 malam sampai jam 11 itu lah, beres-beres itu jam 12 malam. Almarhum itu digotong dibawa ke dermaga, kan ada videonya itu, pak, pas di dermaga. Kalau kejadian massa di belakang nggak ada video, pak,” katanya.

Yang paling menyayat hati, jasad sang ayah diduga dibuang ke laut oleh warga menggunakan perahu.

Kita mikirnya nggak diapa-apain almarhum. Kalau ditenangin kan, udah ditenangin aja gitu biasanya. Eh nggak taunya kok dikarungin, dibuang ke laut. Itu kan ditarik pakai perahu ting-ting 2,” ucap Arina sambil menahan tangis.

Kadus Diduga Tutup Mata, Tak Beri Informasi ke Keluarga

Menurut Arina, malam kejadian, tidak ada informasi yang diberikan Kepala Dusun (Kadus) setempat, Suhaili kepada pihak keluarga. Bahkan ketika ibunya menanyakan keberadaan Mang Iyan, jawaban Kadus justru membingungkan dan terkesan menutupi.

Emak saya sempat nanya di rumah Pak Kadus itu pas rame-rame warga. ‘Dimana Mang Iyan-nya?’ Kata Kadus, ‘udah diamankan itu di jembat (dermaga.red), udah diamankan, udah mau tidur mah tidur aja.’ Kata Kadus. Nah emak saya nggak bisa tidur,” ujar Arina.

Keesokan paginya, Kadus datang ke rumah keluarga.

Emak nanya ke Kadus, ‘sekarang Mang Iyan-nya kemana?’ Kadus jawab, ‘ada, udah diamankan, nanti diambil. Kalau udah nggak ada nyawa, udah Teh Sanah, kalau udah nggak ada jodoh mah udah gitu, nggak ada jodoh, udah takdir’,” tiru Arina menirukan percakapan Kadus dengan ibunya.

Kadus juga sempat menyarankan agar keluarga tidak memperpanjang persoalan ini.

“‘Nggak usah diperpanjang ya Teh, nanti urusannya berabe, itu urusannya sama massa.’ Udah gitu aja,” lanjutnya.

Permintaan Keadilan:Yang Ngebunuh Harus Ditangkap’

Kini, Arina dan ibunya tidak lagi tinggal di Desa Legundi. Mereka memilih mengungsi ke rumah kakaknya di Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, karena takut akan keselamatan mereka.

Kami nggak pulang ke sana. Sampai sekarang di sini, di rumah kakak ini,” katanya.

Arina berharap hukum ditegakkan dan para pelaku segera ditangkap.

Saya minta keadilan, Pak. Segera diproses dan diadili pelaku-pelakunya, gitu. Minta ditangkap lah, gitu, yang ngebunuh biar ditangkap. Mereka nggak ngerasain kayak mana pedihnya ditinggalin. Kalau mereka di penjara kan masih hidup, kalau saya kan kayak mana mau ziarah juga, kemana ziarahnya, nggak ada kuburannya,” ucap Arina sedih.

Meski belum ada ancaman langsung, rasa takut tetap menghantui. Bahkan, ketua RT setempat sempat menyarankan penyelesaian secara kekeluargaan.

Bahkan anak saya yang di Jawa itu sempat bilang, ‘Mak, emak itu lawannya warga. Daripada emak nanti diusir?’ Nggak masalah, kata saya, kalau diusir toh di situ saya udah nggak punya keluarga. Cuman sama emak, bapak udah nggak ada.”

Sampai saat ini tidak ada ancaman dari warga, tapi pernah Pak RT itu menyampaikan permintaan warga agar kejadian ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Saya bilang, ‘nggak bisa, Om. Keluarga saya yang di Teluk nggak terima karena Bapak saya dibunuh dan dibuang ke laut‘,” tutup Arina.

Penutup

Ariani sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Padang Cermin dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/24/III/2025/Polsek Padang Cermin/Polres Pesawaran/Polda Lampung pada tanggal 17 Maret 2025.

Kasus ini menyoroti potret buram penegakan hukum dan peran aparatur desa. Dugaan pembiaran, upaya tutup mulut, hingga keengganan mengungkap fakta, memperpanjang duka keluarga almarhum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan proses hukum terhadap para terduga pelaku. Redaksi akan terus mengawal perkembangan kasus ini. (Red/ARF)

  • Penulis: pimred

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nova Arianto di Persimpangan: Mampukah Timnas U-17 Menjawab Tantangan Piala Asia?

    Nova Arianto di Persimpangan: Mampukah Timnas U-17 Menjawab Tantangan Piala Asia?

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle een1978
    • 0Komentar

    BattikPost, – Sepak bola Indonesia selalu dipenuhi drama dan tekanan tinggi. Di tengah gairah dan ekspektasi besar, ada satu nama yang kini menjadi sorotan: Nova Arianto. Pelatih Timnas Indonesia U-17 ini berada di bawah tekanan luar biasa menjelang Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi. Bukan hanya soal prestasi, tetapi juga soal masa depan. Kegagalan […]

  • Kemnaker Beri Sinyal Ojol Akan Jadi Pekerja Bukan Mitra Lagi

    Kemnaker Beri Sinyal Ojol Akan Jadi Pekerja Bukan Mitra Lagi

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost.site ,Jakarta, – Era eksploitasi ojol dengan kedok “kemitraan” tampaknya segera berakhir. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa pengemudi ojek online (ojol) dan kurir digital akan diakui sebagai pekerja penuh, bukan sekadar mitra tanpa perlindungan hukum. Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, hasil kajian dari […]

  • Pemprov Lampung Raih Mandaya Awards 2025 atas Dedikasi Pemberdayaan Masyarakat

    Pemprov Lampung Raih Mandaya Awards 2025 atas Dedikasi Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meraih penghargaan bergengsi Mandaya Awards 2025 dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Apresiasi Nasional untuk Pemberdayaan Masyarakat Jakarta, Battikpost.site — Pemerintah pusat memberikan penghargaan Mandaya sebagai […]

  • Tangani KLB Campak, Khofifah Salurkan 9.825 Vaksin MR ke Sumenep

    Tangani KLB Campak, Khofifah Salurkan 9.825 Vaksin MR ke Sumenep

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Sumenep ,BattikPost Site – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat menangani Kasus Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Sumenep. Pada Sabtu (23/8/2025), Khofifah meninjau pasien campak di RSUD dr. Moh. Anwar sekaligus memastikan langkah terpadu dijalankan untuk menekan penyebaran penyakit yang telah menelan 17 korban jiwa. Rapat Teknis & Vaksinasi Simbolis Sebelumnya, Khofifah […]

  • Residivis Curanmor Bersenpi di Bandar Lampung Ditangkap

    Residivis Curanmor Bersenpi di Bandar Lampung Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Polisi menangkap satu pelaku residivis curanmor bersenpi yang beraksi di Bandar Lampung. Pelaku berinisial AY ditangkap di rumahnya pada Kamis dini hari, 7 Mei 2026. Polisi masih memburu satu pelaku lain berinisial AG yang masuk daftar pencarian orang. Polisi Tangkap Residivis Curanmor Bersenpi Bandar Lampung, Battikpost.site — Aparat kepolisian menangkap AY (32), warga Sekampung Udik, […]

  • Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Lampung Selatan – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram berhasil digagalkan oleh Polres Lampung Selatan dalam operasi di area pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (2/3/2025). Seorang kurir jaringan narkotika antarprovinsi turut diamankan dalam aksi penegakan hukum ini. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, dalam konferensi pers pada […]

expand_less