Breaking News
light_mode

Proyek Rehabilitasi Terminal Rajabasa Disorot Soal K3 dan Pengawasan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • print Cetak

Proyek Rehabilitasi Terminal Rajabasa di Bandar Lampung menuai sorotan karena pekerja tanpa APD, kebocoran bangunan, dan dugaan lemahnya pengawasan. Proyek bernilai Rp1 miliar itu berada di bawah Kementerian Perhubungan melalui BPTD Lampung dan tetap berjalan saat hujan turun.


Kondisi Lapangan Saat Hujan Turun

Bandar Lampung, Battikpost.site — Hujan turun deras di kawasan Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung. Namun, aktivitas proyek tetap berjalan tanpa jeda. Lantai tampak licin, sementara itu kabel listrik terlihat terbuka. Kondisi tersebut jelas meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Di atas gedung terminal, seorang pekerja berdiri tanpa alas kaki. Selain itu, pekerja tersebut tidak mengenakan helm keselamatan. Bahkan, rompi pelindung juga tidak terlihat. Ia hanya mengenakan celana pendek dan kaos.

Lebih jauh, situasi tersebut menunjukkan ketiadaan langkah pencegahan. Tidak ada penghentian sementara pekerjaan. Tidak ada pengamanan tambahan di lokasi. Selain itu, tidak terlihat pengawas proyek berada di sekitar area kerja.

Kondisi ini kemudian menjadi pintu masuk penelusuran proyek rehabilitasi. Proyek tersebut bernama Rehabilitasi Plafon Gedung AKAP Terminal Tipe A Rajabasa. Nilai proyek mencapai Rp1.000.329.541. Dana proyek berasal dari DIPA Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, proyek berada di bawah Kementerian Perhubungan RI. Pelaksanaan proyek melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Secara teknis, BPTD Kelas II Lampung mengelola kegiatan tersebut.

Informasi Proyek dan Pelaksana

Berdasarkan papan proyek, CV Sanubari Jaya Mandiri mengerjakan pekerjaan rehabilitasi. Sementara itu, CV Baahirah Konsultan menjalankan fungsi pengawasan. Pekerjaan direncanakan selesai dalam 60 hari kalender.

Namun demikian, temuan lapangan menunjukkan perbedaan signifikan. Pelaksanaan proyek tampak jauh dari prinsip keselamatan. Selain itu, mutu konstruksi juga memunculkan pertanyaan serius.

Saat hujan mengguyur lokasi, tim awak media berada di bawah bangunan. Kemudian, tim tersebut memberikan peringatan kepada pekerja. Peringatan itu bertujuan mencegah risiko kecelakaan.

“Turun bang, turun, ini masih hujan, nanti kesetrum,” ujar salah satu anggota tim media, mengingatkan risiko sengatan listrik di tengah instalasi kabel yang terbuka.

Peringatan tersebut muncul karena situasi terlihat berbahaya. Kabel listrik lama terlihat terbuka tanpa pelindung. Selain itu, kabel tidak menggunakan pipa pengaman. Kondisi tersebut meningkatkan potensi sengatan listrik.

Pelanggaran K3 Terlihat Jelas

Pada saat bersamaan, pekerja tetap berada di ketinggian. Namun, pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri. Kondisi ini jelas bertentangan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Ironisnya, papan proyek justru menampilkan berbagai rambu bahaya. Rambu tersebut mencakup peringatan tegangan listrik. Selain itu, rambu bahan mudah terbakar juga terpasang.

Namun, praktik keselamatan tidak sejalan dengan peringatan tersebut. Rambu hanya menjadi formalitas visual. Sementara itu, penerapan K3 hampir tidak terlihat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius. Pekerja menghadapi risiko langsung setiap saat. Selain itu, pengguna terminal juga berpotensi terdampak.

Masalah Mutu Bangunan dan Kebocoran

Selain aspek keselamatan, masalah mutu bangunan juga muncul. Salah satu gedung yang disebut selesai direhabilitasi ternyata masih bocor. Air hujan merembes ke bagian bawah bangunan.

Akibatnya, air menggenangi area pedagang. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli. Selain itu, genangan air meningkatkan risiko terpeleset.

Seorang pedagang menyampaikan keluhannya secara langsung.

“Gimana ini bocor semua, bisa kepeleset orang. Udah hampir dua bulan kayak gini,” katanya.

Pedagang tersebut kemudian menambahkan keluhan lain.

“Waktu itu dagangan saya basah semua. Saya udah marah-marah itu sama kantornya. Lihat ini, hujan gini.”

Keluhan tersebut menunjukkan dampak nyata proyek. Selain itu, kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan. Proyek rehabilitasi seharusnya mengatasi masalah tersebut.

Dugaan Material Bermasalah

Selain kebocoran, awak media juga mencatat indikasi lain. Rangka baja ringan tampak tidak seragam. Selain itu, rangka terlihat seperti material lama.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan penggunaan material tidak baru. Dugaan ini kemudian menimbulkan pertanyaan lanjutan. Apakah pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak.

Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena proyek menggunakan anggaran negara. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan utama.

Konfirmasi Tidak Membuahkan Hasil

Upaya konfirmasi langsung di lokasi tidak berjalan lancar. Pihak yang berada di area proyek memilih pergi. Mereka tidak memberikan keterangan resmi.

Namun, mereka menyarankan awak media menghubungi seseorang. Nama yang disebut adalah Budi. Mereka menyebutnya sebagai penanggung jawab proyek lapangan.

Hingga saat itu, belum ada penjelasan resmi. Kondisi ini menambah tanda tanya besar. Selain itu, situasi ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan.

Pengawasan Proyek Dipertanyakan

Dalam proyek konstruksi, konsultan pengawas memegang peran penting. Konsultan memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, konsultan mengawasi jadwal dan keselamatan kerja.

Ketika pekerjaan tetap berjalan saat hujan, masalah muncul. Pekerja tanpa APD berada di ketinggian. Selain itu, instalasi listrik terbuka tetap dibiarkan.

Kondisi tersebut menunjukkan fungsi pengawasan patut dipertanyakan. Berdasarkan papan proyek, CV Baahirah Konsultan menjalankan pengawasan. Namun, temuan lapangan menunjukkan kondisi berbeda.

Pertanyaan kemudian muncul secara alami. Apakah pengawas tidak berada di lokasi. Atau sebaliknya, apakah pengawas membiarkan pelanggaran terjadi.

Kelalaian pengawasan bukan persoalan ringan. Proyek berada di fasilitas publik. Terminal melayani masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, risiko menyangkut keselamatan banyak orang.

Aspek Hukum dan Potensi Sanksi

Sejumlah regulasi berpotensi tidak dipatuhi. Regulasi tersebut mencakup UU Nomor 1 Tahun 1970. Undang-undang tersebut mengatur keselamatan kerja.

Selain itu, UU Nomor 2 Tahun 2017 juga relevan. Undang-undang tersebut mengatur jasa konstruksi. PP Nomor 14 Tahun 2021 juga mengatur ketentuan teknis.

Permenaker Nomor 8 Tahun 2010 turut mengatur penggunaan APD. Jika pelanggaran terbukti, sanksi dapat dijatuhkan. Sanksi dapat berupa teguran administratif.

Selain itu, penghentian sementara pekerjaan juga memungkinkan. Denda dan daftar hitam penyedia jasa juga dapat diterapkan. Dalam kondisi tertentu, sanksi pidana dapat muncul.

Penutup dan Hak Jawab

Liputan ini menjadi bagian pertama laporan investigasi berseri. Redaksi akan menelusuri aspek pengawasan lebih lanjut. Selain itu, redaksi akan menelaah kesesuaian spesifikasi kontrak.

Redaksi juga akan mengkaji tanggung jawab pihak terkait. Oleh karena itu, redaksi membuka ruang klarifikasi. Hak jawab terbuka sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Tim).

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda Dibantai Australia, Indonesia Terperosok di Klasemen

    Garuda Dibantai Australia, Indonesia Terperosok di Klasemen

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Sidney (20/03/25) – Tim Nasional Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Hasil ini tak hanya memperpanjang tren negatif skuad Garuda, tetapi juga memperumit peluang mereka untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Laga yang berlangsung di Allianz Stadium, Sydney, sejatinya bisa dimulai dengan […]

  • Royal Platinum Layani Rute Lampung–Jakarta dengan Layanan Premium

    Royal Platinum Layani Rute Lampung–Jakarta dengan Layanan Premium

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Royal Platinum Lampung Jakarta mulai membuka layanan perjalanan antarkota dengan fasilitas premium. Layanan ini menghadirkan armada nyaman, pemesanan mudah, serta jangkauan loket luas. Operator menempatkan kualitas dan keamanan sebagai prioritas bagi seluruh penumpang. Ekspansi Layanan Transportasi Premium Bandar Lampung, Battikpost.site — Royal Platinum Lampung Jakarta hadir sebagai pilihan transportasi jarak jauh yang menawarkan kualitas layanan […]

  • 7 Jam Diperiksa KPK soal Dugaan Korupsi DJKA, Bupati Pati Sudewo Tegaskan Uang dari Pendapatan DPR

    7 Jam Diperiksa KPK soal Dugaan Korupsi DJKA, Bupati Pati Sudewo Tegaskan Uang dari Pendapatan DPR

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    JAKARTA, BattikPost Site – Bupati Pati, Sudewo, menjalani pemeriksaan maraton selama hampir tujuh jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di wilayah Jawa Tengah yang ditangani Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada periode 2019–2022. Sudewo hadir di Gedung KPK, […]

  • PSSI Resmi Copot Indra Sjafri dari Jabatan Pelatih Timnas U-20 Indonesia

    PSSI Resmi Copot Indra Sjafri dari Jabatan Pelatih Timnas U-20 Indonesia

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Februari 2025 – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan pencopotan Indra Sjafri dari posisi pelatih Timnas U-20 Indonesia. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan Timnas U-20 di ajang Piala Asia U-20 2025 yang berlangsung di China. Timnas U-20 gagal lolos dari fase grup, meskipun sebelumnya ditargetkan mencapai semifinal untuk meraih tiket […]

  • Wagub Jihan Ajak Pesantren di Lampung Terapkan Gaya Hidup Sadar Sampah

    Wagub Jihan Ajak Pesantren di Lampung Terapkan Gaya Hidup Sadar Sampah

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung Selatan | Battikpost.site – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak seluruh pesantren di Provinsi Lampung untuk menerapkan Gaya Hidup Sadar Sampah. Hal ini disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam kegiatan edukasi pengembangan bank sampah di lingkungan pesantren, yang digelar di Rumah Inspirasi Sahabat Gajah, Way Huwi, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah […]

  • Kios Makan di Bawah Flyover MBK Terbakar, Damkar Kerahkan 4 Unit Mobil

    Kios Makan di Bawah Flyover MBK Terbakar, Damkar Kerahkan 4 Unit Mobil

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Kebakaran warung pindang MBK terjadi pada Kamis siang, 2 April 2026. Api melahap kios di bawah flyover Mal Bumi Kedaton. Peristiwa itu dipicu kebocoran gas LPG. Kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta tanpa korban jiwa. Kronologi Kebakaran di Bawah Flyover MBK Bandar Lampung, Battikpost.site — Peristiwa kebakaran warung pindang MBK terjadi di Jalan Sultan Agung, Kedaton. […]

expand_less