Wartawan Soroti Pola Peliputan Pemprov Lampung
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pola peliputan Pemprov Lampung mendapat sorotan jurnalis. IJTI Lampung meminta tim media gubernur mengevaluasi komunikasi dan pengaturan wartawan. Langkah tersebut bertujuan menjaga profesionalitas pers serta kelancaran agenda pemerintahan.
Tim Media Gubernur Diminta Evaluasi
Lampung, Battikpost.site — Sejumlah jurnalis menyoroti pola pengaturan peliputan pada beberapa agenda Pemerintah Provinsi Lampung. Mereka menilai petugas perlu mengatur posisi wartawan secara proporsional.
Pengaturan tersebut mencakup posisi wartawan saat mengambil foto dan video. Petugas juga perlu menghormati tugas jurnalistik selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, Roma, menyoroti persoalan tersebut. Ia meminta publik membedakan persoalan teknis dengan sosok Gubernur Lampung.
Roma menilai pemerintah memang membutuhkan tata tertib dalam setiap agenda. Namun, petugas perlu menyampaikan aturan melalui komunikasi yang baik.
Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat mencegah kesalahpahaman antara petugas dan wartawan. Cara tersebut juga dapat menjaga hubungan pemerintah dengan insan pers.
Roma Soroti Komunikasi Internal
Roma menilai persoalan lapangan lebih berkaitan dengan mekanisme komunikasi. Ia juga menyoroti teknis pengaturan wartawan dalam lingkungan internal pemerintah daerah.
“Di era saat ini, pembatasan terhadap teman-teman media bukan datang dari Bapak Gubernur. Kita tahu dari media sosial maupun kesehariannya, beliau sosok yang terbuka dan taat beribadah. Namun, yang menjadi permasalahan hari ini justru orang-orang di lingkungan beliau sendiri, salah satunya dari tim media gubernur,” ujar Roma.
Roma meminta tim media melakukan evaluasi terhadap mekanisme kerja. Menurutnya, evaluasi dapat memperbaiki komunikasi antara pemerintah dan media.
Ia juga menyoroti pola komunikasi salah satu anggota Tim Media Gubernur Lampung. Sosok tersebut akrab dengan sapaan “Mak De” atau Dina Puspa.
Roma menilai pengalaman jurnalistik dapat membantu seseorang memahami kebutuhan wartawan. Pemahaman tersebut penting ketika wartawan menjalankan tugas peliputan.
“Sangat disayangkan, padahal ‘Mak De’ ini berangkat dari latar belakang yang sama dengan kita, yaitu jurnalis. Seharusnya dia paham betul bagaimana tugas dan mekanisme kerja kita di lapangan,” lanjutnya.
Roma menegaskan kritik tersebut tidak menyasar keberadaan tim media pemerintah. Ia mengakui tim komunikasi memiliki fungsi penting dalam agenda kepala daerah.
Tim media membantu pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tim tersebut juga membantu kelancaran komunikasi dalam berbagai kegiatan gubernur.
Namun, Roma meminta petugas menjalankan pengaturan peliputan secara profesional. Ia juga meminta petugas menjaga transparansi serta menghormati kebutuhan dokumentasi wartawan.
Wartawan Soroti Pembatasan Peliputan
Roma juga menceritakan pengalaman terkait pembatasan wartawan saat menjalankan tugas. Ia mengaku pernah melihat wartawan menghadapi kendala dalam agenda pemerintahan.
Salah satu kejadian berkaitan dengan pelantikan Satlinmas beberapa waktu lalu. Menurut Roma, petugas meminta sejumlah wartawan meninggalkan area tertentu.
Ia juga menyebut wartawan menghadapi pembatasan saat mengambil foto dan video. Kondisi tersebut kemudian memunculkan keberatan dari kalangan jurnalis.
“Banyak media yang diusir atau dibatasi saat hendak mengambil gambar dan video. Kita paham ada tata tertib serta batasan ruang pengambilan foto, tetapi tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak elegan seperti itu,” tegas Roma.
Pernyataan Roma mencerminkan pandangan serta pengalaman yang ia sampaikan kepada publik. BattikPost tidak menyimpulkan adanya pelanggaran dari informasi tersebut.
BattikPost tetap menunggu penjelasan dari pihak terkait mengenai persoalan tersebut. Langkah itu penting untuk menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Aturan Peliputan Perlu Jelas
Setiap agenda pemerintahan membutuhkan aturan teknis untuk menjaga ketertiban. Pemerintah juga memiliki kewenangan mengatur area tertentu selama kegiatan berlangsung.
Namun, petugas perlu menyampaikan aturan tersebut secara jelas kepada seluruh wartawan. Petugas juga perlu menerapkan aturan secara konsisten tanpa membedakan media.
Pengaturan posisi wartawan dapat membantu kegiatan berjalan tertib. Pemerintah dapat menyediakan area khusus untuk kebutuhan pengambilan gambar.
Cara tersebut memungkinkan protokol tetap berjalan tanpa menghambat kerja jurnalistik. Wartawan juga dapat memperoleh dokumentasi sesuai kebutuhan pemberitaan.
Di sisi lain, wartawan memiliki tanggung jawab menghormati protokol kegiatan. Wartawan juga perlu memperhatikan aspek keamanan dan ketentuan teknis yang wajar.
Baca Juga Terbaru
Kedua pihak dapat menjaga hubungan melalui komunikasi terbuka. Pemerintah dan wartawan juga dapat menyelesaikan persoalan teknis melalui dialog.
Tim Media Gubernur Didorong Beri Klarifikasi
Roma mendorong Tim Media Gubernur Lampung mengevaluasi mekanisme komunikasi dengan wartawan. Ia menilai evaluasi dapat mencegah persoalan serupa kembali muncul.
Evaluasi juga dapat memperbaiki hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers. Komunikasi yang baik akan mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.
Tim Media Gubernur Lampung memiliki kesempatan memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Dina Puspa juga memiliki ruang untuk menyampaikan klarifikasi.
BattikPost memandang klarifikasi tersebut penting bagi pemberitaan yang berimbang. Masyarakat membutuhkan informasi dari berbagai pihak sebelum menarik kesimpulan.
Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan program dan kebijakan kepada masyarakat. Sebaliknya, wartawan membutuhkan akses informasi untuk menjalankan fungsi jurnalistik.
Hubungan tersebut membutuhkan komunikasi profesional dari kedua pihak. Pemerintah dapat menjaga keteraturan tanpa menghambat tugas jurnalistik.
Wartawan juga dapat menghormati aturan selama pemerintah menerapkannya secara wajar. Kedua pihak memiliki peran dalam menjaga suasana peliputan tetap kondusif.
Pada akhirnya, pola peliputan Pemprov Lampung perlu mengedepankan komunikasi dan transparansi. Evaluasi internal dapat menjadi langkah untuk memperbaiki hubungan pemerintah dengan pers.
BattikPost membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak terkait. Ruang tersebut mengikuti prinsip keberimbangan serta ketentuan jurnalistik yang berlaku. (Rls).
- Penulis: Admin




