Sekolah Rakyat Lampung Dipantau Wagub, Progres Lampaui Target
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Sekolah Rakyat Lampung di Kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, mencatat progres di atas target. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau proyek pada Jumat (24/4/2026) untuk memastikan pekerjaan berjalan tepat waktu, menjaga mutu bangunan, dan menerapkan standar keselamatan kerja.
Wagub Lampung Tinjau Langsung Pembangunan
Lampung Selatan, Battikpost.site – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (24/4/2026). Ia datang untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Peninjauan itu juga bertujuan menjaga kualitas hasil pembangunan. Selain itu, pemerintah daerah ingin memastikan pekerja menjalankan aktivitas sesuai standar keselamatan kerja.
Jihan melihat langsung kondisi lapangan bersama tim pengawas dan pelaksana proyek. Ia menerima laporan terbaru terkait perkembangan pekerjaan dan kendala teknis yang sebelumnya muncul.
“Dalam pantauan saya bersama pengawas dan pelaksana, alhamdulillah progres pembangunan berjalan sesuai jalur. Kendala teknis yang sebelumnya muncul juga sudah dapat diatasi dengan baik,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menunjukkan perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap proyek strategis di daerah. Meski pelaksanaan teknis berada di bawah pemerintah pusat, daerah tetap aktif melakukan pengawasan.
Progres Sekolah Rakyat Lampung Melebihi Target
Pembangunan Sekolah Rakyat Lampung menunjukkan capaian positif. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, progres fisik telah mencapai 36,13 persen.
Angka itu berada di atas target rencana yang tercatat 35,88 persen. Selisih tersebut menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai jadwal percepatan.
Pemerintah menilai capaian ini penting karena proyek memiliki tenggat waktu ketat. Semua pihak harus menjaga ritme kerja agar target penyelesaian tercapai.
Jihan mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat. Ia menilai kontraktor, pengawas, dan tenaga kerja mampu menjalankan tugas dengan baik.
Ia menyebut kerja sama semua pihak menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Koordinasi yang baik juga membantu penyelesaian berbagai kendala teknis.
Target Penyelesaian Dipercepat
Proyek Sekolah Rakyat ini mulai berjalan sejak 15 Desember 2025. Pada awal perencanaan, pekerjaan ditargetkan selesai dalam delapan bulan.
Jadwal awal menempatkan penyelesaian pada Agustus 2026. Namun, pemerintah kemudian mempercepat target menjadi 20 Juni 2026.
Percepatan itu mengikuti instruksi kementerian terkait. Karena itu, pelaksana proyek menerapkan sistem kerja tiga shift setiap hari.
Pola kerja tersebut bertujuan menjaga produktivitas tanpa menghentikan proses pembangunan. Dengan sistem bergilir, pekerjaan dapat berlangsung lebih maksimal.
Langkah percepatan membutuhkan pengawasan ketat. Pelaksana proyek harus tetap menjaga mutu setiap tahapan pekerjaan.
Kualitas Bangunan Jadi Prioritas
Jihan menegaskan percepatan proyek tidak boleh menurunkan standar bangunan. Ia meminta seluruh pekerjaan tetap mengikuti dokumen perencanaan teknis.
Seluruh tahapan harus mengacu pada Detail Engineering Design atau DED. Selain itu, kontraktor wajib mengikuti spesifikasi teknis dan kontrak kerja.
Menurutnya, bangunan sekolah harus memberi rasa aman dan nyaman. Fasilitas itu nantinya akan dipakai anak-anak untuk belajar.
“Tidak ada kompromi untuk kualitas. Ini akan digunakan oleh anak-anak didik kita, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan pentingnya kualitas konstruksi. Sekolah bukan hanya bangunan fisik, tetapi tempat tumbuh generasi masa depan.
Karena itu, setiap bagian proyek perlu dikerjakan secara teliti. Pemeriksaan berkala juga menjadi bagian penting dalam menjaga standar hasil pekerjaan.
Baca Juga Terbaru
Keselamatan Pekerja Harus Dijaga
Selain mutu bangunan, Jihan memberi perhatian pada keselamatan tenaga kerja. Ia meminta seluruh pihak mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3.
Proyek berskala besar memiliki risiko kerja tinggi. Karena itu, penggunaan alat pelindung dan prosedur kerja aman harus berjalan konsisten.
Ia menilai keselamatan pekerja menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah juga memiliki kepedulian terhadap para pekerja yang terlibat.
“Saya titip agar keselamatan kerja tetap dijaga. Bagaimanapun mereka bekerja di Lampung, maka kita juga bertanggung jawab atas keselamatan mereka,” tambahnya.
Pesan itu menekankan bahwa keberhasilan proyek bukan hanya soal kecepatan. Perlindungan tenaga kerja juga menjadi ukuran penting dalam pembangunan.
Fasilitas Sekolah Dibangun Lengkap
Sekolah Rakyat di Kota Baru berdiri di atas lahan seluas 95.478 meter persegi. Luas tersebut setara sekitar 9,54 hektare.
Lahan berstatus hak pakai milik Pemerintah Provinsi Lampung. Area itu disiapkan untuk mendukung pembangunan kawasan pendidikan terpadu.
Fasilitas yang dibangun mencakup asrama putra tingkat SD. Selain itu, tersedia asrama putri tingkat SMP.
Pemerintah juga membangun gedung sekolah untuk jenjang SD dan SMP. Kawasan ini dilengkapi gedung serbaguna dan masjid.
Lapangan sepak bola ikut masuk dalam rencana pembangunan. Akses jalan kawasan juga dibangun untuk mendukung mobilitas.
Kelengkapan fasilitas menunjukkan konsep pendidikan yang terintegrasi. Siswa nantinya tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapat ruang penunjang lain.
Baca Juga Berita Populer
Konsep Ramah Lingkungan
Kawasan Sekolah Rakyat turut mengusung konsep ramah lingkungan. Penataan lanskap menjadi bagian dari perencanaan kawasan.
Fasilitas pendukung berkelanjutan juga masuk dalam rancangan proyek. Konsep ini diharapkan memberi lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Ruang terbuka dan penataan kawasan penting bagi aktivitas pendidikan. Lingkungan yang baik dapat mendukung konsentrasi dan kenyamanan siswa.
Diharapkan Segera Beroperasi
Pemerintah Provinsi Lampung berharap proyek selesai sesuai target baru. Jika jadwal tercapai, sekolah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Jihan berharap peresmian dapat berlangsung pada Juni 2026. Setelah itu, kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai.
“Kami berharap pada bulan Juni nanti sudah bisa launching dan mulai digunakan. Anak-anak didik bisa segera belajar di fasilitas yang baru dan representatif,” pungkasnya.
Harapan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak di lapangan. Dengan progres yang sudah melampaui target, optimisme penyelesaian tepat waktu semakin terbuka.
- Penulis: Orba Battik



