Dugaan Penyaluran Solar Subsidi Ilegal di SPBU Katibung Jadi Sorotan
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Dugaan penyaluran Solar subsidi ilegal mencuat di SPBU 24.354.59, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. SPBU tersebut diduga membuka jalur pengecoran khusus untuk melayani kendaraan pelangsir dalam jumlah besar. Dugaan itu memicu sorotan karena berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi kepada masyarakat yang berhak.
Dugaan Jalur Khusus Pengecoran Solar Subsidi
Lampung Selatan, Battikpost.site — SPBU bernomor 24.354.59 berada di Jalan Lintas Sumatera, Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Sejumlah informasi menyebut SPBU tersebut diduga menyalurkan BBM bersubsidi jenis Solar secara tidak sesuai ketentuan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan dugaan adanya jalur pengecoran khusus. Jalur itu diduga melayani kendaraan pelangsir dengan kapasitas angkut besar.
Informasi yang dihimpun menyebut kendaraan niaga jenis Fuso menjadi sarana utama pengangkutan Solar subsidi. Kendaraan tersebut diduga menerima pengisian melalui jalur khusus.
Petugas diduga tidak menggunakan dispenser sebagaimana pelayanan umum. Mereka diduga memanfaatkan selang pengecoran untuk mempercepat proses pengisian dalam volume besar.
Proses tersebut diduga berlangsung berulang kali. Dugaan itu mengarah pada praktik penyaluran Solar subsidi di luar mekanisme resmi.
Dugaan Pengalihan BBM Subsidi
Praktik tersebut diduga mengalihkan Solar subsidi dari sasaran yang telah ditetapkan pemerintah. BBM subsidi seharusnya dinikmati masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Program subsidi Solar ditujukan bagi angkutan umum, nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro, kecil, serta menengah. Dugaan pengalihan itu berpotensi mengurangi jatah penerima yang berhak.
Volume Solar yang diduga dialihkan diperkirakan mencapai puluhan ton. Nilai kerugian yang muncul diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah apabila mengacu pada jumlah BBM yang diduga keluar dari jalur distribusi resmi.
Seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku telah lama menyaksikan aktivitas tersebut. Warga itu meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan.
“Sering terlihat truk Fuso berhenti bukan di dispenser biasa, tetapi di bagian samping atau belakang SPBU. Ada selang panjang yang digunakan untuk mengisi BBM dan prosesnya berlangsung sangat cepat. Volumenya juga terlihat jauh lebih banyak dari pengisian kendaraan pada umumnya,” ujarnya, Kepada Awak Media, Minggu, 28/06/2026.
Keterangan warga tersebut menambah informasi mengenai dugaan aktivitas di lokasi. Namun, informasi itu masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan pihak berwenang.
Aparat Belum Memberikan Keterangan Resmi
Hingga saat ini, aparat kepolisian belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan tersebut. Instansi yang mengawasi distribusi BBM juga belum menyampaikan hasil pemeriksaan.
Baca Juga Terbaru
Jika aparat membuktikan adanya pelanggaran, pengelola SPBU dapat menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Dugaan pengalihan BBM bersubsidi termasuk pelanggaran terhadap aturan distribusi energi bersubsidi.
Praktik tersebut juga berpotensi merugikan keuangan negara. Selain itu, masyarakat yang berhak menerima Solar subsidi dapat mengalami kesulitan memperoleh pasokan.
Masyarakat berharap aparat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Pemeriksaan terhadap pengelola SPBU juga dinilai penting untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Warga meminta aparat mengambil tindakan tegas apabila menemukan pelanggaran hukum. Penegakan hukum diharapkan mampu menjaga distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPBU 24.354.59 belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi juga belum memperoleh jawaban. (TIM).
- Penulis: Admin



