Breaking News
light_mode

Warga Giriharjo Keluhkan Asap dan Kebisingan Usaha Kopra di Permukiman

  • account_circle orba battik
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • print Cetak

Lampung Selatan, Battikpost.site  — Warga Dusun Giriharjo, Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, semakin resah akibat aktivitas pengolahan kopra di tengah kawasan padat penduduk.

Usaha tersebut menimbulkan asap pekat, bau menyengat, serta kebisingan hingga tengah malam. Oleh karena itu, warga meminta agar kegiatan itu segera dipindahkan dari lingkungan perumahan.

“Warga pada ngeluh karena itu dikerjakan di rumah, sementara tetangganya banyak dan bahkan ada yang punya bayi,” kata seorang warga RT 1 yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (1/11).


Asap dan Limbah Ganggu Kenyamanan Warga

Asap hasil pembakaran kelapa kering terus mengepul dan menyelimuti udara kampung. Akibatnya, warga sulit bernapas dan khawatir terhadap kesehatan anak-anak mereka. Selain itu, sisa air kelapa dari proses produksi juga mencemari selokan.

“Bekas air kelapa dibiarkan mengalir gitu aja sampai ke jalan. Di selokan airnya sampai berwarna putih. Kalau siang panas begini, baunya menyengat seperti tai kucing,” keluh warga lain.

Situasi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan setiap hari. Warga merasa tidak dapat menikmati udara bersih di sekitar rumah. Selain itu, bau menyengat juga mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

Oleh karena itu, sebagian besar warga berharap agar pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi tegas terhadap pencemaran tersebut. Mereka menilai kegiatan itu sudah berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan nyata dari pihak berwenang.


Bising Hingga Tengah Malam

Selain asap dan bau menyengat, kebisingan dari aktivitas pemecahan kelapa juga membuat warga tidak bisa beristirahat dengan tenang. Suara keras terdengar sejak pagi hingga tengah malam.

“Kalau pagi itu kerjanya dari pagi sampai sore, dan dari sore sampai jam 12 bahkan terkadang sampai jam 1 malam. Suara mecahin kelapa itu berisik,” ujar seorang warga yang juga enggan disebut namanya.

Selain kebisingan, warga juga mengkhawatirkan keberadaan pekerja yang masih di bawah umur.

“Belum lagi pekerjanya ada yang masih usia sekolah,” ujarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam. Warga menilai aktivitas pengolahan kopra seharusnya tidak dilakukan di tengah permukiman karena mengganggu ketertiban dan kesehatan lingkungan.

Oleh karena itu, mereka menduga kegiatan itu tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah desa maupun instansi lingkungan hidup.

“Sepertinya aktivitas itu tidak punya izin, gak mungkin kalau Pak Kades memberikan izin karena tempatnya padat penduduk,” kata warga lainnya.


Harapan Warga: Usaha Kopra Dipindahkan dari Kampung

Warga dengan tegas meminta agar usaha pengolahan kopra tersebut segera dipindahkan ke lokasi yang jauh dari rumah penduduk.

“Kami gak melarang orang cari rezeki, tapi jangan di tengah kampung. Asapnya bikin sesak, suaranya bising, anak-anak dan bayi jadi korban. Kalau bisa pindahkan ke tempat yang jauh dari rumah warga,” ujar seorang ibu rumah tangga.

Selain itu, masyarakat berharap agar pemerintah desa dan dinas terkait turun langsung meninjau lokasi serta memberikan pembinaan bagi pelaku usaha. Dengan demikian, pelaku usaha kecil tetap dapat mencari nafkah tanpa mengorbankan kesehatan lingkungan.

“Kami cuma ingin udara bersih, lingkungan sehat, dan pemerintah hadir ngasih solusi, bukan cuma diam,” tegas warga.

Warga juga berpendapat bahwa pemindahan lokasi menjadi solusi paling realistis. Dengan cara itu, pelaku usaha bisa tetap bekerja, sementara masyarakat tidak lagi terganggu oleh asap, bau, maupun kebisingan.


Potensi Pelanggaran Lingkungan dan Ketenagakerjaan

Selain mengganggu kenyamanan, aktivitas pembakaran dan pembuangan limbah tanpa izin lingkungan juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Pasal 69 ayat (1) huruf e menyebutkan, “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.”

Jika pelaku melanggar ketentuan tersebut, maka ancaman hukumannya cukup berat. Pelanggar dapat dipidana penjara selama 3–10 tahun dan dikenai denda Rp3–10 miliar sebagaimana tercantum dalam Pasal 98 ayat (1) undang-undang yang sama.

Di sisi lain, keberadaan pekerja usia sekolah juga berpotensi menyalahi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Aturan tersebut melarang pengusaha memperkerjakan anak di bawah usia 18 tahun, kecuali dalam pekerjaan ringan dengan pengawasan ketat. Jika melanggar, ancaman hukuman mencapai 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp500 juta.

Dengan demikian, pemerintah daerah perlu segera meninjau dan memastikan apakah usaha tersebut memenuhi syarat izin lingkungan dan ketenagakerjaan. Jika tidak, maka aparat wajib menegakkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


Negara Wajib Hadir Melindungi Warga

Kasus di Giriharjo mencerminkan lemahnya pengawasan lingkungan di tingkat desa. Negara tidak boleh membiarkan pelanggaran yang merugikan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah harus hadir untuk melindungi hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Hak tersebut tercantum dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, yang menegaskan “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.”

Karena itu, pemerintah desa hingga Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan harus segera turun ke lapangan. Pemerintah perlu memverifikasi izin usaha, meninjau dampak lingkungan, serta memberikan pembinaan kepada pelaku usaha kecil agar beroperasi secara legal dan ramah lingkungan.

Selain itu, aparat juga perlu memastikan tidak ada pekerja anak di lokasi tersebut. Dengan langkah tegas dan pembinaan yang tepat, keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan dapat terjaga.


Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Masyarakat Giriharjo menantikan langkah konkret dari pemerintah. Mereka berharap pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait segera mengambil tindakan nyata. Tujuannya agar udara kembali bersih, lingkungan lebih sehat, dan suasana kampung menjadi nyaman.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik usaha maupun pihak pemerintah desa. Kepala Desa Merbau Mataram, Sulaiman, tidak menjawab panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari wartawan. (Rls/Tim).

  • Penulis: orba battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lampung Fokus Jalan Beton, Target 90 Persen Mantap 2028

    Lampung Fokus Jalan Beton, Target 90 Persen Mantap 2028

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen memperbaiki kualitas jalan dengan strategi baru. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menargetkan mulai 2026 seluruh pembangunan jalan tidak lagi menggunakan aspal, tetapi beralih ke beton. Kebijakan ini diharapkan mendorong pencapaian 90 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap pada 2028. Infrastruktur Jadi Prioritas Bandar Lampung, Battikpost.site — Sejak awal menjabat pada […]

  • MIN 2 Lampung Selatan Gelar Maulid Nabi dan Teacher Award 2025

    MIN 2 Lampung Selatan Gelar Maulid Nabi dan Teacher Award 2025

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Peringatan Maulid Nabi di MIN 2 Lampung Selatan Lampung Selatan, Battikpost.site — MIN 2 Lampung Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah pada Sabtu, 13 September 2025. Ratusan siswa, guru, dan wali murid hadir di halaman sekolah dan larut dalam suasana haru. Pihak sekolah merangkai acara ini dengan Five Years […]

  • Hari Pertama Bekerja, Bupati Lampung Timur Kunjungi Samsat untuk Tingkatkan Pelayanan Pajak

    Hari Pertama Bekerja, Bupati Lampung Timur Kunjungi Samsat untuk Tingkatkan Pelayanan Pajak

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Lampung Timur – Di hari pertama menjabat, Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Samsat Lampung Timur pada Senin, 3 Maret 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta melakukan koordinasi terkait layanan pajak. “Kunjungan ini tidak hanya untuk berkoordinasi mengenai layanan pajak, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat mendapatkan […]

  • Luka di Balik Jas Putih: Tragedi Pemerkosaan oleh Dokter Residen Unpad”

    Luka di Balik Jas Putih: Tragedi Pemerkosaan oleh Dokter Residen Unpad”

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandung — Kepercayaan publik terhadap dunia medis kembali diguncang oleh kasus memilukan yang menyeret seorang dokter muda, Priguna Anugrah Pratama (31), residen di Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (PPDS FK Unpad). Ia diduga memperkosa tiga korban perempuan, dua di antaranya merupakan pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) […]

  • Kunjungan Lurah dan Perangkat Kelurahan ke Rumah Warga ODGJ di RT 02 LK 2

    Kunjungan Lurah dan Perangkat Kelurahan ke Rumah Warga ODGJ di RT 02 LK 2

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Perhatian Sosial untuk Warga ODGJ Bandar Lampung, BattikPost Site – Upaya memberikan perhatian dan dukungan kepada warga dengan kondisi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terus dilakukan oleh pemerintah kelurahan bersama perangkat terkait. Pada Kamis (tanggal kegiatan), Lurah Kemiling Raya, Bu Dara, bersama perangkat kelurahan dan unsur masyarakat mengadakan kunjungan langsung ke rumah salah satu warga […]

  • Ganjar Jationo Dilantik Jadi Kadis Kominfotik Provinsi Lampung

    Ganjar Jationo Dilantik Jadi Kadis Kominfotik Provinsi Lampung

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung | Battikpost.site – Pemerintah Provinsi Lampung melantik Ganjar Jationo sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), menggantikan Achmad Saefullah yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Pelantikan berlangsung di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 26 Juni 2025. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, melantik Ganjar Jationo sebagai Kepala Dinas […]

expand_less