Festival Keris Pusaka Nusantara Masuk Agenda HPN 2027 di Lampung
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Festival Keris Pusaka Nusantara akan menjadi salah satu agenda peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 di Lampung. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung menggagas kegiatan tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk memperkuat pelestarian benda pusaka dan budaya Nusantara.
JMSI Lampung Usulkan Festival Keris Pusaka Nusantara
Pringsewu, Battikpost.site — JMSI Provinsi Lampung menggagas penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara di Kabupaten Pringsewu. Organisasi tersebut menyiapkan kegiatan itu sebagai bagian dari peringatan Hari Pers Nasional 2027.
Panitia juga memasukkan agenda tersebut dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-7 JMSI. Lampung akan menjadi tuan rumah kegiatan yang berlangsung pada Februari 2027.
Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menyampaikan gagasan itu saat audiensi dengan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas. Pertemuan berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026.
Ahmad Novriwan hadir bersama Wakil Ketua Adi Pranoto. Sekretaris Anton Kurniawan juga mengikuti pertemuan tersebut.
Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah dan sejumlah pengurus lainnya turut mendampingi audiensi. Mereka memaparkan rencana pelaksanaan festival kepada pemerintah daerah.
Menurut Ahmad Novriwan, ide festival lahir dari kepedulian terhadap kondisi benda pusaka. Berbagai warisan budaya saat ini menghadapi tantangan pelestarian yang semakin besar.
“JMSI merupakan organisasi pemilik perusahaan media, bukan organisasi wartawan. Di dalamnya terdapat anggota dengan beragam latar belakang dan aktivitas, termasuk yang aktif dalam pelestarian benda pusaka melalui Paguyuban Panjisewu. Bahkan salah satu pengurusnya menjabat sebagai ketua umum paguyuban tersebut,” ujar Novriwan.
Ia menilai festival tersebut dapat menjadi sarana edukasi budaya. Kegiatan itu juga dapat memperkenalkan nilai sejarah yang terkandung dalam benda pusaka Nusantara.
“Melalui Festival Keris Pusaka Nusantara, JMSI ingin ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki Lampung dan Indonesia,” tambahnya.
Kolaborasi Pelestarian Budaya dan Benda Pusaka
Ketua Paguyuban Panjisewu Donny Estavian turut menyampaikan pandangannya dalam audiensi tersebut. Donny juga tercatat sebagai pengurus JMSI Lampung.
Ia menjelaskan bahwa JMSI Pusat telah menjalin kesepahaman dengan Kementerian Kebudayaan. Kedua pihak berkomitmen memperkuat pelestarian budaya dan benda pusaka Nusantara.
Menurut Donny, kerja sama itu membuka peluang besar bagi daerah. Sinergi antara organisasi media dan pemerintah dinilai mampu memperkuat gerakan pelestarian budaya.
“Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita yang diusung Menteri Kebudayaan bersama JMSI dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka,” kata Donny.
Ia menilai komunikasi antara JMSI dan Kementerian Kebudayaan membawa harapan baru. Para pegiat budaya daerah membutuhkan dukungan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah,” ujarnya.
Donny juga menjelaskan bahwa Paguyuban Panjisewu telah berdiri selama enam tahun. Organisasi tersebut aktif menggelar berbagai kegiatan pelestarian budaya.
Baca Juga Terbaru
Meski demikian, ia mengakui dukungan pemerintah selama ini masih terbatas. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan program budaya.
Pemkab Pringsewu Dukung Rencana Festival
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyambut positif rencana penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pelestarian budaya daerah.
Menurut Riyanto, panitia perlu menyiapkan konsep yang matang. Festival juga membutuhkan narasi yang kuat mengenai identitas keris Lampung.
“Ini kegiatan yang positif dan tentu kami mendukung. Namun perlu dibangun narasi yang menggambarkan secara detail tentang keris Lampung. Hal ini penting untuk membangun citra dan menarik minat masyarakat terhadap festival tersebut,” ujar Riyanto.
Ia menegaskan pentingnya penguatan identitas budaya lokal. Langkah itu dapat meningkatkan daya tarik festival bagi masyarakat luas.
Baca Juga Berita Populer
Selain itu, Riyanto mengungkapkan adanya usulan desain keris khas Lampung. Pihak terkait telah menyampaikan usulan tersebut kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Pemerintah daerah berharap desain itu memperoleh perhatian lebih lanjut. Pengembangan identitas keris Lampung dinilai penting bagi penguatan budaya daerah.
“Untuk desain keris Lampung, sudah ada yang mengajukan kepada Bapak Gubernur. Namun seperti apa hasil perkembangannya, saya belum mengetahui secara detail,” pungkasnya.
Momentum Pelestarian Budaya Nusantara
Festival Keris Pusaka Nusantara diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi publik. Kegiatan itu juga dapat mempertemukan pegiat budaya, komunitas pusaka, pemerintah, dan masyarakat.
JMSI Lampung menilai festival tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. Melalui kolaborasi berbagai pihak, nilai sejarah dan budaya Nusantara dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman.
Rencana pelaksanaan Festival Keris Pusaka Nusantara menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga identitas budaya Indonesia. Kehadiran festival itu juga diharapkan memperkuat posisi Lampung sebagai daerah yang aktif melestarikan warisan budaya nasional.
- Penulis: Orba Battik
- Sumber: JMSI Lampung



