Seminar Nasional Keayahan Pringsewu Dorong Peran Ayah Bangun Generasi Unggul
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Seminar Nasional Keayahan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam rangka Harganas ke-33 Tahun 2026 menegaskan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah mendorong penguatan ketahanan keluarga untuk menciptakan generasi unggul, sehat, dan berdaya saing di era digital.
Seminar Nasional Keayahan Perkuat Ketahanan Keluarga
Pringsewu, Battikpost.site — Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Seminar Nasional Keayahan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026.
Peringatan Harganas yang jatuh setiap 29 Juni menjadi momentum penting bagi keluarga Indonesia. Melalui peringatan tersebut, pemerintah mengajak masyarakat memperkuat fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya peran ayah dalam keluarga. Selain itu, seminar juga membahas tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
Menurut Riyanto, seorang ayah tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Namun, ayah juga berperan sebagai pendidik, pelindung, teladan, serta pendamping emosional bagi anak.
“Melalui Gerakan Keayahan atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini, kita ingin menegaskan kembali pentingnya keterlibatan ayah secara aktif dalam pengasuhan anak, pendampingan tumbuh kembang, serta penguatan karakter keluarga,” ujar Riyanto.
Lebih lanjut, ia menilai keterlibatan ayah memberikan dampak besar terhadap perkembangan anak. Kehadiran ayah yang hangat, peduli, dan bertanggung jawab dapat membentuk karakter positif sejak usia dini.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia Perkuat Karakter Anak
Riyanto menjelaskan bahwa Gerakan Keayahan memiliki tujuan yang sangat strategis. Program tersebut mendorong ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Menurutnya, anak membutuhkan figur ayah yang hadir secara fisik maupun emosional. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan memiliki karakter kuat.
Gerakan tersebut juga selaras dengan program pembangunan keluarga yang dijalankan BKKBN. Karena itu, pemerintah berharap sinergi tersebut mampu meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.
Selain mendukung pembangunan keluarga, program tersebut turut membantu upaya penurunan angka stunting. Tidak hanya itu, gerakan tersebut juga mendorong terciptanya keluarga yang sehat dan berkualitas.
Riyanto menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan bergantung pada kondisi keluarga saat ini. Oleh sebab itu, keluarga harus menjadi prioritas dalam setiap program pembangunan.
Sementara itu, ia memberikan apresiasi kepada Komunitas Ayah Secancanan atas inisiasi Gerakan Keayahan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan keluarga.
Inisiatif komunitas tersebut memperlihatkan semangat kolaborasi yang kuat. Bahkan, keterlibatan masyarakat dapat memperluas dampak program hingga ke tingkat keluarga.
Baca Juga Terbaru
Pemerintah Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan
Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai peran ayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.
Sebagai dasar pelaksanaan program, pemerintah mengacu pada Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Regulasi tersebut menempatkan keluarga sebagai unsur penting dalam pembangunan nasional.
Melalui Seminar Nasional Keayahan, pemerintah berharap masyarakat memahami peran strategis ayah dalam kehidupan keluarga. Selanjutnya, pemahaman tersebut diharapkan mendorong keterlibatan ayah dalam berbagai aspek pengasuhan.
Peran ayah tidak hanya penting dalam pendidikan anak. Di sisi lain, keterlibatan ayah juga membantu menciptakan hubungan keluarga yang harmonis dan kuat.
Pemerintah juga ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan tersebut. Dengan demikian, berbagai pihak dapat bersama-sama mendukung pembangunan keluarga berkualitas.
Selain melibatkan pemerintah, sinergi tersebut mencakup organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan. Bahkan, komunitas ayah juga memiliki peran penting dalam memperluas edukasi keluarga.
Pemerintah berharap semakin banyak figur Ayah Teladan Indonesia muncul di tengah masyarakat. Kehadiran figur tersebut dapat menjadi inspirasi bagi keluarga lain.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu dan pengalaman dari para narasumber, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga masing-masing,” katanya.
Hadirkan Narasumber dari BKKBN dan Lingkar Ayah Indonesia
Panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dalam bidang pengasuhan keluarga. Mereka membagikan wawasan mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam perkembangan anak.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung. Selain itu, panitia juga menghadirkan Rizki Tajuddin yang merupakan Tim Pakar dan Konselor Lingkar Ayah Indonesia.
Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mereka mengikuti kegiatan untuk memperluas pemahaman mengenai pola pengasuhan yang efektif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Hadir pula TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, perangkat daerah, komunitas ayah, pendidik, tokoh pemuda, panitia pelaksana, serta peserta seminar.
Baca Juga Berita Populer
Selama seminar berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi dan pemaparan materi. Mereka juga berdialog langsung dengan para narasumber mengenai berbagai tantangan pengasuhan anak.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru. Kemudian, mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap Seminar Nasional Keayahan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun generasi unggul.
Melalui penguatan peran ayah, pemerintah ingin menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing. Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Pringsewu MAKMUR, Lampung Maju, dan Indonesia Emas 2045. (AR).
- Penulis: Admin



