Capacity Building APJ LED Pringsewu Dibuka Bupati Riyanto
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka kegiatan Capacity Building APJ LED Pringsewu di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Lampung, Senin (27/04/2026). Kegiatan ini mendorong percepatan pembangunan lampu jalan modern, hemat energi, dan berkelanjutan melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
Pemkab Pringsewu Dorong Infrastruktur Lampu Jalan Modern
Pringsewu, Battikpost.site — Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar. Salah satu fokus utama berada pada sektor penerangan jalan umum. Pemerintah menilai sektor ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat.
Baca Juga Terbaru
Kegiatan Capacity Building menjadi bagian dari upaya tersebut. Pemerintah daerah ingin menyiapkan sistem penerangan jalan yang lebih baik. Sistem itu harus aman, efisien, dan mampu menjangkau wilayah luas.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memimpin langsung pembukaan acara. Sejumlah pejabat daerah dan mitra strategis turut hadir dalam kegiatan itu.
Hadir dalam acara tersebut Perencana Ahli Madya BAPPENAS Astu Gagono Kendarto, S.T. Hadir pula Senior Vice President Guidance and Consultation PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Persero Nandang Prihantoro.
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, S.Ag., juga mengikuti kegiatan tersebut. Ketua DPRD Pringsewu Suherman, S.E., para ketua komisi DPRD, Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah turut hadir.
Beberapa instansi vertikal juga mengikuti agenda itu. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan terhadap program pembangunan daerah.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Paparan Teknis
Direktur Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Drs. Teguh Narutomo hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Kehadirannya menambah bobot pembahasan terkait pembiayaan pembangunan daerah.
Kepala Bapperida Pringsewu Dr. Imam Fatkuroji, S.STP., M.IP. menyampaikan paparan teknis kegiatan. Ia menjelaskan arah kebijakan dan kebutuhan pengembangan penerangan jalan di daerah.
Paparan tersebut menjadi dasar pembahasan bersama. Pemerintah daerah ingin memastikan program berjalan terencana dan terukur.
Bupati Tegaskan Pentingnya Lampu Jalan
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan arti penting penerangan jalan. Ia menyebut lampu jalan bukan sekadar fasilitas tambahan.
Menurutnya, penerangan jalan memiliki fungsi langsung bagi masyarakat. Lampu jalan berperan besar terhadap keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga Berita Populer
Lampu jalan juga mendukung kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, keberadaan penerangan yang baik mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Aktivitas warga akan lebih nyaman saat malam hari. Kawasan usaha juga bisa bergerak lebih aktif ketika penerangan tersedia memadai.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu memandang pembangunan lampu jalan sebagai kebutuhan nyata. Karena itu, pemerintah menempatkan program ini sebagai prioritas.
Kondisi Lampu Jalan Masih Belum Ideal
Bupati Riyanto Pamungkas juga memaparkan kondisi saat ini. Ia menyebut sarana penerangan jalan di Kabupaten Pringsewu masih belum ideal.
Jumlah lampu yang terpasang saat ini mencapai 2.315 titik. Namun, hanya sebagian kecil yang memenuhi standar teknis.
Sebaran lampu jalan juga belum merata. Banyak titik lampu masih menempel pada tiang listrik milik PLN.
Kondisi tersebut membuat pelayanan penerangan belum optimal. Sejumlah ruas jalan masih membutuhkan peningkatan sarana.
Pemerintah daerah menilai pembenahan harus segera dilakukan. Langkah cepat dibutuhkan agar pelayanan publik meningkat.
Penggunaan LED Masih Rendah
Bupati juga menyoroti penggunaan lampu hemat energi. Persentase pemakaian lampu LED masih tergolong rendah.
“Selain itu, penggunaan lampu hemat energi baru LED mencapai 17,24 persen, yang berdampak pada tingginya beban listrik daerah hingga sekitar Rp9,2 miliar per tahun,” ujarnya.
Keterangan itu menunjukkan tantangan besar bagi daerah. Penggunaan energi konvensional masih membebani anggaran tahunan.
Lampu LED dikenal lebih hemat energi. Teknologi itu juga memiliki usia pakai lebih panjang dibanding lampu biasa.
Karena itu, pemerintah daerah ingin memperluas penggunaan LED. Langkah ini dinilai penting untuk efisiensi jangka panjang.
Target 11.658 Titik Lampu Jalan LED
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemkab Pringsewu menyiapkan target besar. Pemerintah menargetkan kebutuhan ideal sebanyak 11.658 titik APJ LED.
Jaringan lampu itu akan melayani ruas jalan sepanjang 752,6 kilometer. Target tersebut menggambarkan kebutuhan riil wilayah Pringsewu.
Dengan cakupan itu, pemerintah berharap kualitas penerangan meningkat. Masyarakat juga dapat menikmati akses jalan yang lebih aman.
Peningkatan penerangan akan memberi manfaat luas. Pengguna jalan, pelaku usaha, dan warga desa dapat merasakan dampaknya.
Kendala Fiskal Jadi Tantangan
Meski target cukup besar, pemerintah menghadapi kendala anggaran. Kemampuan fiskal daerah belum cukup bila pembangunan hanya mengandalkan APBD.
Pembangunan lampu jalan membutuhkan biaya besar. Selain pemasangan, pemerintah juga harus menanggung biaya operasional dan pemeliharaan.
Karena itu, pemerintah daerah mencari pola pembiayaan alternatif. Langkah ini diambil agar pembangunan tetap berjalan.
Pemerintah memilih pendekatan kolaboratif. Daerah ingin melibatkan pihak swasta melalui mekanisme yang terukur.
Pemkab Gunakan Skema KPBU
Pemerintah Kabupaten Pringsewu mendorong skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU. Skema ini memberi ruang kerja sama antara pemerintah dan investor.
“Melalui skema KPBU ini, Pemkab Pringsewu mendorong kolaborasi dengan badan usaha dalam penyediaan, pembiayaan, hingga pemeliharaan infrastruktur,” jelasnya.
Skema tersebut memungkinkan pembangunan berlangsung lebih cepat. Pemerintah juga dapat membagi beban pembiayaan secara proporsional.
Selain itu, pemerintah bisa menuntut standar layanan berbasis kinerja. Dengan demikian, kualitas layanan dapat terus terjaga.
Empat Target Utama Program
Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyiapkan empat target utama dari program ini. Target pertama yaitu percepatan pembangunan penerangan jalan.
Target kedua yaitu optimalisasi penggunaan anggaran daerah. Pemerintah ingin belanja publik lebih efisien dan tepat sasaran.
Target ketiga yaitu peningkatan kualitas layanan berbasis kinerja. Pemerintah menilai hasil kerja harus terukur.
Target keempat yaitu efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED. Sasaran ini sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui Capacity Building APJ LED Pringsewu, pemerintah daerah berharap seluruh proses berjalan matang. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju Pringsewu yang terang, aman, dan modern. (AR).
- Penulis: Admin



