Pemprov Lampung Kembangkan Pelabuhan Ketapang untuk Dongkrak PAD
- account_circle orba battik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Lampung Selatan. Pemerintah menyiapkan lahan sekitar 28 hektare di kawasan Pantai Onaria. Proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor jasa sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Rencana Pengembangan Pelabuhan Ketapang di Lampung Selatan
Lampung, Battikpost.site — Pemerintah Provinsi Lampung terus mencari cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah menilai sektor jasa memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung merancang pengembangan infrastruktur transportasi laut baru. Program ini masuk dalam agenda strategis pemerintah daerah.
Pemerintah memfokuskan rencana tersebut pada pengembangan Pelabuhan Ketapang. Lokasi pelabuhan berada di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.
Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan lahan sekitar 28 hektare untuk mendukung proyek tersebut. Lahan itu berada di kawasan Pantai Onaria.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan memimpin upaya pengembangan sektor ekonomi daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo turut mendukung program tersebut.
Pemerintah daerah berharap proyek ini dapat membuka peluang investasi baru. Pemerintah juga menargetkan peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Lampung Selatan.
Potensi Pelabuhan Umum Milik Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengembangkan Pelabuhan Ketapang sebagai pelabuhan umum. Rencana tersebut muncul karena pemerintah provinsi belum memiliki pelabuhan umum yang dikelola secara mandiri.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menyampaikan penjelasan terkait rencana tersebut. Ia menjelaskan kondisi pelabuhan yang saat ini ada di wilayah Lampung.
“Saat ini memang Pemerintah Provinsi Lampung belum memiliki pelabuhan umum yang dikelola sendiri. Oleh karena itu ada rencana yang disampaikan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk pengelolaan ini,” ujar Bambang Sumbogo di Bandarlampung.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai keberadaan pelabuhan umum sangat penting. Pelabuhan tersebut dapat mendukung mobilitas logistik dan perdagangan antardaerah.
Pemerintah daerah juga melihat peluang peningkatan layanan transportasi laut. Pelabuhan baru dapat memperkuat konektivitas wilayah pesisir Lampung.
Pelabuhan Ketapang Berpotensi Menjadi Pelabuhan Strategis
Pemerintah menilai Pelabuhan Ketapang memiliki posisi geografis yang cukup strategis. Lokasi pelabuhan berada di kawasan pesisir yang dekat dengan jalur transportasi laut.
Bambang Sumbogo menjelaskan rencana awal pengembangan pelabuhan tersebut. Pemerintah memandang Pelabuhan Ketapang memiliki potensi besar.
“Memang ini masih sangat awal sekali, mungkin ada perkembangan lagi ke depan. Namun Pelabuhan Ketapang yang berada di dekat Pantai Onaria, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, berpotensi dikembangkan menjadi pelabuhan umum seperti Pelabuhan Panjang di Bandarlampung,” jelasnya.
Pemerintah berharap pelabuhan tersebut dapat menjadi pusat aktivitas logistik baru. Pengembangan pelabuhan juga dapat memperkuat distribusi barang di Provinsi Lampung.
Pelabuhan Ketapang juga berpotensi mendukung arus perdagangan regional. Aktivitas pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi transportasi laut.
Rencana Pelabuhan Multipurpose
Pemerintah Provinsi Lampung merancang Pelabuhan Ketapang sebagai pelabuhan multipurpose. Pelabuhan serbaguna dapat melayani berbagai jenis kegiatan logistik.
Pelabuhan tersebut dapat melayani bongkar muat barang. Pelabuhan juga dapat mendukung aktivitas transportasi laut dan distribusi komoditas.
Bambang Sumbogo menjelaskan potensi pemanfaatan lahan yang telah tersedia di kawasan tersebut.
“Kebetulan Pemerintah Provinsi Lampung memiliki lahan seluas 28 hektare di kawasan tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pelabuhan umum. Dengan demikian pemerintah provinsi dapat memiliki pelabuhan sendiri yang bisa dikembangkan,” katanya.
Pemerintah daerah berharap pembangunan pelabuhan dapat berjalan bertahap. Pemerintah juga akan menyesuaikan pengembangan dengan kebutuhan transportasi laut.
Keberadaan pelabuhan milik pemerintah provinsi dapat memberikan manfaat strategis. Pemerintah dapat mengelola layanan pelabuhan secara mandiri.
Pemerintah Cari Investor untuk Pengembangan
Pemerintah Provinsi Lampung saat ini melakukan penjajakan dengan berbagai pihak. Pemerintah membuka peluang investasi untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Ketapang.
Pemerintah daerah juga melakukan komunikasi dengan investor potensial. Pemerintah berharap investor tertarik mengembangkan sektor transportasi laut di Lampung.
Bambang Sumbogo menyampaikan harapan pemerintah terhadap rencana tersebut.
“Meski masih tahap awal, diharapkan perencanaan ini dapat terlaksana sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain memiliki kapal, kita juga harus memiliki pelabuhan sendiri,” tambahnya.
Pemerintah menilai kerja sama investasi dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan. Kolaborasi tersebut juga dapat meningkatkan efisiensi pembiayaan proyek.
Dampak Ekonomi bagi Provinsi Lampung
Pengembangan Pelabuhan Ketapang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur pelabuhan dapat memperkuat sektor transportasi laut.
Pelabuhan juga dapat membuka peluang usaha baru di wilayah sekitar. Aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat meningkat seiring pertumbuhan sektor logistik.
Pemerintah daerah berharap proyek ini mampu meningkatkan daya saing Provinsi Lampung. Peningkatan aktivitas perdagangan dapat memperkuat ekonomi regional.
Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui sektor jasa pelabuhan. Pemerintah melihat sektor ini sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.
Jika rencana tersebut berjalan sesuai rencana, Lampung dapat memiliki pelabuhan umum yang dikelola oleh pemerintah provinsi. Keberadaan Pelabuhan Ketapang dapat memperkuat peran Lampung sebagai gerbang ekonomi di wilayah Sumatera bagian selatan.
- Penulis: orba battik


