Breaking News
light_mode

Sumino: Kami Terus Berkomitmen Membangun Tiyuh Tri Tunggal Jaya

  • account_circle orba battik
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

Pemerintah Tiyuh Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur Tiyuh Tri Tunggal Jaya pada tahun anggaran 2025. Fokus utama diarahkan pada pembangunan gorong-gorong, drainase, dan lapisan penetrasi (lapen) sepanjang 600 meter guna meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas warga.


Fokus Pembangunan Infrastruktur Dasar

TUBABA, Battikpost.site — Pemerintah tiyuh terus memperlihatkan keseriusan dalam memperkuat infrastruktur dasar desa. Berbagai kegiatan fisik yang dijalankan menitikberatkan pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah tiyuh. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Pada tahun 2025, program pembangunan diarahkan untuk memperkuat aksesibilitas desa. Pemerintah tiyuh menilai, infrastruktur yang baik menjadi pondasi bagi peningkatan ekonomi dan kualitas hidup warga. Karena itu, sejumlah kegiatan konstruksi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Dana Desa tahun ini.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek pertama meliputi pembangunan gorong-gorong di Suku 02. Proyek ini berukuran 5,4 meter x 1,5 meter x 1,5 meter dengan nilai anggaran Rp31.733.000. Gorong-gorong tersebut berfungsi mengalirkan air secara lancar agar tidak terjadi genangan saat musim hujan.

Selain itu, pemerintah tiyuh juga membangun drainase di Suku 03 dengan panjang 74 meter. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp35.175.000 dan berperan penting dalam mengendalikan air hujan agar tidak merusak jalan serta permukiman warga.


Pembangunan Tahap Dua Akan Fokus pada Lapen

Kepalo Tiyuh Tri Tunggal Jaya, Sumino, menegaskan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. Ia memastikan pembangunan tahap pertama sudah terealisasi dengan baik. Pemerintah tiyuh kini menyiapkan pembangunan tahap kedua yang difokuskan pada lapen sepanjang 600 meter.

Kami berkomitmen melaksanakan pembangunan secara bertahap dan transparan. Setelah gorong-gorong dan drainase rampung, tahap dua akan kami fokuskan untuk pembangunan lapen sepanjang 600 meter agar akses warga semakin lancar,” ujar Sumino, Selasa (7/10/2025).

Menurut Sumino, peningkatan infrastruktur tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Akses jalan yang baik dinilai mampu mempercepat distribusi hasil pertanian serta meningkatkan pergerakan masyarakat menuju pusat ekonomi desa.


Padat Karya dan Pemberdayaan Masyarakat

Pemerintah tiyuh menerapkan sistem padat karya tunai untuk melibatkan warga dalam proses pembangunan. Sumino menyampaikan bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Tiyuh Tri Tunggal Jaya dengan memanfaatkan tenaga lokal.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Tiyuh Tri Tunggal Jaya dengan sistem padat karya tunai, melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat,” ujarnya.

Melalui sistem ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari pelaksana pembangunan. Pemerintah tiyuh berharap program tersebut mampu meningkatkan pendapatan warga dan memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Selain menekan biaya operasional, pola padat karya juga memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan. Setiap warga berpartisipasi langsung dalam pekerjaan fisik seperti penggalian, pengecoran, serta pemasangan besi pada gorong-gorong dan drainase.


Semangat Gotong Royong di Tengah Cuaca Terik

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan berjalan aktif. Sejumlah pekerja terlihat sibuk memasang besi dan melakukan pengecoran pada bagian gorong-gorong. Pekerjaan drainase di beberapa titik rawan genangan juga terus berjalan. Meski cuaca cukup panas, semangat para pekerja tetap tinggi untuk menuntaskan proyek tepat waktu.

Warga setempat turut membantu menjaga kebersihan area proyek. Mereka memastikan aliran air tetap lancar agar hasil pembangunan bertahan lama. Antusiasme masyarakat terlihat dari cara mereka saling bekerja sama tanpa pamrih demi kemajuan tiyuh.

Kerja keras dan kekompakan warga menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan partisipatif yang diterapkan oleh pemerintah tiyuh. Bagi Sumino, pembangunan yang melibatkan masyarakat akan lebih berkelanjutan karena menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap hasilnya.


Harapan untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Warga

Sumino menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan bukan hanya mempercantik tampilan desa, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang. Ia berharap pembangunan yang berjalan dapat memperkuat konektivitas antarsuku, memperlancar arus ekonomi, dan menciptakan kenyamanan warga.

Melalui pembangunan ini, Pemerintah Tiyuh Tri Tunggal Jaya berharap dapat memperkuat infrastruktur dasar desa, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, serta meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

Pemerintah tiyuh juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pemeliharaan berkala terhadap fasilitas yang telah dibangun. Dengan perawatan rutin, hasil pembangunan dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat bagi warga.

Ke depan, Tiyuh Tri Tunggal Jaya menargetkan seluruh wilayah memiliki infrastruktur memadai, terutama jalan penghubung antar-suku dan akses menuju lahan pertanian. Pembangunan tersebut diharapkan memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.


Pemerintah Tiyuh Berkomitmen pada Transparansi

Selain fokus pada kualitas pekerjaan, pemerintah tiyuh menegaskan komitmennya terhadap transparansi anggaran. Informasi proyek selalu tercantum pada papan kegiatan agar warga dapat memantau langsung setiap progres pembangunan.

Langkah ini menunjukkan keterbukaan pemerintah desa terhadap publik. Warga dapat menilai dan memberikan masukan bila terdapat hal yang perlu diperbaiki. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan prinsip akuntabilitas dan partisipasi, Pemerintah Tiyuh Tri Tunggal Jaya bertekad menjadikan tahun 2025 sebagai momentum percepatan pembangunan infrastruktur desa. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola dana pembangunan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Wawan).

  • Penulis: orba battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh Muda Unyi Lampung Tengah Ajak Publik Sikapi Polemik Angken Sewaghian Bijak

    Tokoh Muda Unyi Lampung Tengah Ajak Publik Sikapi Polemik Angken Sewaghian Bijak

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Tokoh muda Unyi Lampung Tengah, Arif Sanjaya, mengajak masyarakat menyikapi Polemik Angken Sewaghian secara bijak. Ia menyampaikan pandangan tersebut setelah prosesi Angken Sewaghian kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, memunculkan beragam tanggapan di Provinsi Lampung dan tingkat nasional. Arif Sanjaya Tekankan Pentingnya Menjaga Tata Titi Adat Lampung, Battikpost.site — Arif Sanjaya menyampaikan bahwa setiap […]

  • Truk Fuso Nyaris Terjun ke Jurang di Lampung Barat, As Belakang Patah Saat Menanjak

    Truk Fuso Nyaris Terjun ke Jurang di Lampung Barat, As Belakang Patah Saat Menanjak

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle een1978
    • 0Komentar

    Lampung Barat, Battikpost – Sebuah truk fuso nyaris masuk jurang setelah gagal menanjak di Rest Area Sumber Jaya, Lampung Barat, pada Sabtu (15/2) sore. Insiden ini terjadi akibat as belakang truk patah, membuat kendaraan kehilangan kendali dan mundur tanpa bisa dihentikan. Menurut keterangan sopir, truk yang mengangkut muatan berat tersebut tiba-tiba mengalami kerusakan di tengah […]

  • Aksi Kamisan September Hitam di Bandar Lampung

    Aksi Kamisan September Hitam di Bandar Lampung

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Bandar Lampung ,BattikPost  Site.– Aksi Kamisan kembali hadir di Tugu Adipura pada Kamis sore, (18/9/2025). Dengan tema September Hitam, ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil menggelar kuliah jalanan serta panggung rakyat. Massa menegaskan Aksi Kamisan September Hitam ini sebagai upaya mengingatkan negara terhadap kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang belum […]

  • Waspada Campak-Rubela! KLB Terjadi di 12 Daerah di Sumatera Utara

    Waspada Campak-Rubela! KLB Terjadi di 12 Daerah di Sumatera Utara

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Jakarta, Battik Post— Penyakit campak dan rubela kembali merebak di Provinsi Sumatera Utara. Dinas Kesehatan Sumut mencatat sebanyak 1.191 kasus suspek campak-rubela sejak Januari hingga Juli 2025. Dari jumlah itu, 362 kasus terkonfirmasi positif campak dan 10 kasus positif rubela. “Data ini kami himpun dari Januari sampai Juli 2025. Total ada 362 kasus campak dan […]

  • Gubernur Lampung Dorong Revitalisasi Tambak dan Mangrove

    Gubernur Lampung Dorong Revitalisasi Tambak dan Mangrove

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    JAKARTA, Battikpost.site — Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat pengelolaan wilayah pesisir melalui pendataan kawasan, penataan ulang tambak-tambak bermasalah, dan program penanaman mangrove. Hal ini ditegaskan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Jumat (25/7/2025). “Pendataan kawasan pesisir Lampung sangat penting. Banyak tambak bermasalah yang perlu direvitalisasi. […]

  • Sidang Dakwaan Dika Aditya Pelaku Penganiayaan Digelar di Pengadilan Negeri Bandar Lampung

    Sidang Dakwaan Dika Aditya Pelaku Penganiayaan Digelar di Pengadilan Negeri Bandar Lampung

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Batik Media, Bandar Lampung, 18 Februari 2025 – Sidang dakwaan terhadap Dika Aditya, yang diduga melanggar Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang penganiayaan, berlangsung di Pengadilan Negeri Bandar Lampung pada hari ini. Jaksa Penuntut Umum, Togiana Febriyanti Sirait, S.H., M.H., membacakan dakwaan yang menjerat Dika Aditya atas tindakan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka-luka. Dalam […]

expand_less