SDN 2 Sawah Lama Tanamkan Keteladanan Rasul Lewat Maulid
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

SDN 1 dan SDN 2 Sawah Lama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut mengajak siswa meneladani akhlak Rasulullah melalui ceramah, seni Islami, serta aksi sosial.
Maulid Nabi Jadi Momentum Pendidikan Karakter
Bandar Lampung, Battikpost.site — SDN 1 dan SDN 2 Sawah Lama menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan SDN Komplek Sawah Lama.
Panitia memulai kegiatan pada pukul 07.15 WIB. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Generasi Beriman dan Berakhlak Mulia”.
Sekolah melibatkan siswa dari kedua satuan pendidikan dalam seluruh rangkaian kegiatan. Panitia memadukan kegiatan keagamaan, seni Islami, ceramah, dan kegiatan sosial.
Plt Kepala SDN 2 Sawah Lama, Sopyan Ali, S.Pd., menilai Maulid Nabi memiliki peran penting dalam pendidikan karakter.
Ia mengatakan sekolah dapat menggunakan kegiatan tersebut untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa.
“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi anak-anak untuk mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kami berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sopyan Ali.
Menurut Sopyan, siswa membutuhkan pembelajaran yang menghubungkan nilai agama dengan kehidupan sehari-hari. Sekolah juga perlu menghadirkan pengalaman langsung bagi peserta didik.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui siapa Rasulullah, tetapi juga memahami bagaimana akhlak beliau dapat menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menghormati guru, menyayangi teman, menghargai orang tua, hingga peduli terhadap sesama,” katanya.
Siswa Terlibat dalam Berbagai Penampilan
Kolaborasi SDN 1 dan SDN 2 Sawah Lama membuat peringatan Maulid berlangsung semarak. Siswa dari kedua sekolah mengambil peran dalam berbagai rangkaian acara.
Panitia membuka kegiatan melalui pembawa acara. Setelah itu, siswa SDN 2 Sawah Lama menampilkan hadroh.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pembacaan Kalam Ilahi dan saritilawah. Siswa SDN 1 Sawah Lama selanjutnya membawakan sholawat.
Siswa SDN 2 Sawah Lama juga menampilkan puisi Islami. Penampilan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Kegiatan itu sekaligus melatih keberanian siswa tampil di hadapan guru dan teman-temannya. Mereka juga memperoleh pengalaman untuk mengembangkan rasa percaya diri.
Ceramah Agama dengan Pendekatan Anak
Panitia menghadirkan Kampung Dongeng untuk mengisi ceramah agama sebagai puncak kegiatan. Pendekatan tersebut membuat penyampaian pesan keagamaan lebih dekat dengan dunia anak.
Sopyan Ali menilai metode penyampaian pesan agama harus menyesuaikan karakter peserta didik. Cara tersebut membantu siswa memahami pesan tanpa merasa terbebani.
“Anak-anak memiliki dunia sendiri. Karena itu, pesan tentang agama dan akhlak harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah mereka pahami. Dengan begitu, mereka tidak merasa sedang digurui, tetapi ikut belajar dan menikmati prosesnya,” jelasnya.
Sekolah berharap pendekatan tersebut dapat membantu siswa memahami pentingnya akhlak dalam kehidupan. Guru juga dapat memperkuat nilai tersebut melalui pembiasaan sehari-hari.
Maulid Nabi Dorong Kepedulian Sosial
Panitia tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan dalam peringatan tersebut. Sekolah juga mengajak siswa memahami pentingnya berbagi kepada sesama.
Panitia mengajak peserta mengikuti kegiatan infak dan sedekah. Kegiatan tersebut bertujuan membantu anak yatim piatu melalui kerja sama dengan Yayasan Yatim Mandiri.
Sopyan Ali menyebut kegiatan berbagi sebagai bagian dari pendidikan karakter. Sekolah perlu mengenalkan kepedulian sosial sejak tingkat sekolah dasar.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa berbuat baik kepada sesama merupakan bagian dari ajaran agama. Melalui kegiatan seperti infak dan sedekah, mereka belajar berbagi dan peduli terhadap orang lain,” ungkapnya.
Ia berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kepedulian tidak boleh berhenti ketika kegiatan sekolah berakhir.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya berbagi ketika ada kegiatan Maulid. Mereka juga memiliki kepedulian ketika melihat teman yang membutuhkan bantuan. Nilai seperti inilah yang ingin kami tumbuhkan sejak dini,” tambah Sopyan.
Kegiatan Perkuat Kreativitas dan Kepercayaan Diri
Berbagai penampilan siswa membuat peringatan Maulid berlangsung meriah. Hadroh, sholawat, Kalam Ilahi, saritilawah, dan puisi Islami mengisi rangkaian acara.
Keterlibatan siswa memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan sekolah. Mereka belajar tampil di depan orang lain dengan percaya diri.
Siswa juga belajar membangun kerja sama dengan teman. Mereka menjalankan tugas masing-masing sesuai peran yang diberikan panitia.
Sekolah melihat kegiatan tersebut sebagai ruang pengembangan potensi peserta didik. Kemampuan siswa tidak hanya berkembang melalui kegiatan akademik.
Kegiatan keagamaan juga dapat memperkuat hubungan antara siswa dan guru. Interaksi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dekat dan positif.
Baca Juga Terbaru
Dapat Dukungan Unsur Pendidikan dan Pemerintahan
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut mendapat dukungan dari unsur pendidikan dan pemerintahan setempat. Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan bersama siswa dan para guru.
Dari Dinas Pendidikan, Pak Alma hadir mewakili Kabid Dikdas. Ibu Kusrina, M.Pd., juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan menunjukkan perhatian terhadap kegiatan pembinaan keagamaan. Dukungan tersebut juga memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Camat Sawah Lama, Dedi Saputra, S.IP., M.IP., turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pemerintahan menambah dukungan terhadap kegiatan sekolah.
Pengawas sekolah, Sismiyati, S.Pd., M.Pd., juga menghadiri acara tersebut. Ia turut memberikan sambutan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan tenaga pendidikan. Kolaborasi tersebut mendukung kegiatan pembinaan siswa secara menyeluruh.
Sekolah Tekankan Keteladanan Rasulullah
Sopyan Ali menegaskan pentingnya pembentukan karakter dalam proses pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk siswa secara akademik dan moral.
“Kami ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat anak-anak mendapatkan ilmu pengetahuan. Sekolah juga harus menjadi tempat mereka belajar menjadi pribadi yang baik, bertanggung jawab, memiliki akhlak, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.
Ia berharap siswa dapat menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah juga akan terus mendorong pembiasaan positif melalui berbagai kegiatan.
“Semoga kegiatan ini memberikan kesan dan pembelajaran bagi anak-anak. Apa yang mereka lihat, dengar, dan lakukan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi kebiasaan baik yang mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Sopyan Ali.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 1 dan SDN 2 Sawah Lama memiliki makna lebih luas. Sekolah memanfaatkan momentum tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran karakter.
Kegiatan tersebut memadukan pendidikan agama, kreativitas, keberanian, dan kepedulian sosial. Siswa mendapat kesempatan belajar melalui pengalaman langsung selama acara.
Sekolah juga berupaya menanamkan nilai keteladanan Rasulullah sejak usia dini. Nilai tersebut mencakup sikap menghormati guru, menyayangi teman, menghargai orang tua, dan membantu sesama.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tumbuh sebagai generasi beriman. Sekolah juga berharap siswa memiliki akhlak mulia dan kepedulian terhadap lingkungan.
- Penulis: Orba Battik




