Mata Perih hingga Sesak Napas, Abu Vulkanik Ganggu Warga Langkapura
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Abu vulkanik mengganggu warga RT 03 Tulung Salak, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). Abu terbawa angin dan masuk ke rumah warga hingga mengganggu kebersihan, kenyamanan, serta aktivitas masyarakat.
Abu Vulkanik Masuk ke Rumah Warga
Bandar Lampung, Battikpost.site — Warga RT 03 Tulung Salak merasakan dampak abu vulkanik yang terbawa angin. Material tersebut masuk melalui berbagai bagian rumah dan menempel pada sejumlah permukaan.
Misti Devi Sartika, warga RT 03 Tulung Salak, mengaku harus membersihkan rumah berkali-kali. Debu terus masuk meski warga sudah melakukan pembersihan.
“Debu masuk ke rumah, 10 menit sekali saya harus nyapu di dalam rumah hingga teras rumah,” ujar Misti Devi Sartika kepada media Battikpost, Minggu (6/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Misti harus meningkatkan frekuensi membersihkan bagian dalam rumah. Ia juga membersihkan area teras karena debu terus terbawa angin.
Abu vulkanik tidak hanya mengotori lantai dan teras rumah. Material tersebut juga menempel pada kendaraan serta sejumlah permukaan lainnya.
Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan
Paparan abu juga membuat sebagian warga merasa tidak nyaman ketika beraktivitas. Kondisi lingkungan yang berdebu turut mengganggu kenyamanan masyarakat.
Misti menyebut abu yang masuk ke rumah juga memengaruhi pernapasan. Ia menyampaikan keluhan tersebut setelah merasakan dampak abu di lingkungan tempat tinggalnya.
“Ini juga mengganggu pernapasan,” tambah Misti.
Keluhan tersebut menambah kekhawatiran warga terhadap kondisi lingkungan sekitar. Warga kemudian membatasi kegiatan luar rumah untuk mengurangi paparan abu.
Sebagian warga memilih menggunakan masker saat keluar rumah. Mereka juga menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam hunian.
Warga Langkapura Tingkatkan Kewaspadaan
Warga RT 03 Tulung Salak terus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Mereka mengantisipasi kemungkinan abu kembali terbawa angin menuju permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga perlu menjaga kebersihan rumah secara berkala. Warga juga berupaya mengurangi aktivitas luar ruangan selama abu masih menyebar.
Abu Menempel pada Kendaraan
Abu vulkanik terlihat menempel pada sejumlah kendaraan milik warga. Material tersebut juga terlihat pada permukaan benda yang berada di sekitar permukiman.
Kondisi itu menunjukkan sebaran abu mencapai lingkungan tempat tinggal masyarakat. Angin kemudian membawa material tersebut ke berbagai area permukiman.
Warga membersihkan kendaraan dan halaman rumah untuk mengurangi penumpukan abu. Mereka juga menjaga pintu serta jendela tetap tertutup.
Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Sebagian masyarakat memilih berada di dalam rumah selama kondisi lingkungan masih berdebu. Langkah tersebut mereka lakukan untuk mengurangi paparan abu secara langsung.
Warga juga menggunakan masker ketika harus keluar rumah. Mereka mengambil langkah tersebut sebagai upaya menjaga kenyamanan saat beraktivitas.
Kondisi abu vulkanik Langkapura membuat aktivitas masyarakat mengalami gangguan. Warga tetap menjalankan kegiatan sehari-hari sambil memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu perlu memperhatikan kondisi tubuh. Warga dapat mencari bantuan tenaga kesehatan jika keluhan semakin berat.
Pemerintah dan pihak terkait juga perlu memperhatikan kondisi permukiman terdampak. Informasi mengenai kondisi udara dan perkembangan sebaran abu membantu warga mengambil langkah pencegahan.
Baca Juga Terbaru
Warga Langkapura berharap kondisi tersebut segera membaik. Mereka juga berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan abu.
- Penulis: Orba Battik




