Breaking News
light_mode

Pengadaan Patung Rp1,98 Miliar di Tubaba Disorot, Sejumlah Aset Belum Dimanfaatkan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak
Pengadaan patung Tubaba dengan anggaran hampir Rp2 miliar pada 2021–2022 menjadi sorotan publik. Sejumlah patung terlihat tidak terawat, mengalami kerusakan, dan belum dimanfaatkan. Kondisi ini tercatat dalam laporan BPK dan memicu perhatian berbagai pihak.

Anggaran Pengadaan Patung Tubaba Dua Tahun

Tubaba, Battikpost.site — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mengalokasikan anggaran besar untuk pengadaan patung. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan mengelola program tersebut dalam dua tahun anggaran.

Pada 2021, Disperkimta Tubaba menetapkan belanja modal patung sebesar Rp789.800.000. Anggaran tersebut masuk dalam program pengadaan aset daerah.

Pada 2022, dinas kembali mengalokasikan anggaran pengadaan patung. Nilainya mencapai Rp1.192.140.000. Anggaran ini melanjutkan program tahun sebelumnya.

Jika dijumlahkan, total anggaran pengadaan patung Tubaba selama dua tahun mencapai sekitar Rp1,98 miliar. Nilai tersebut tergolong besar untuk pengadaan aset seni daerah.

Dua perusahaan mengerjakan proyek tersebut secara terpisah. Pada 2021, CV Sumber Berkah Wijaya melaksanakan pekerjaan dengan pagu Rp789.800.000.

Kemudian pada 2022, CV Sadawira Jaya Sentosa mengerjakan pengadaan lanjutan. Nilai kontraknya mencapai Rp1.192.140.000.

Kondisi Patung di Lapangan

Pantauan lapangan menunjukkan kondisi patung tidak sesuai harapan. Beberapa patung terlihat tidak terawat dan dibiarkan di area terbuka.

Paparan cuaca memengaruhi kondisi fisik patung. Sejumlah patung menunjukkan tanda kerusakan akibat panas dan hujan.

Penyimpanan di ruang terbuka mempercepat penurunan kualitas material. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi nilai aset daerah.

Pengelolaan aset yang tidak optimal memicu perhatian publik. Masyarakat mempertanyakan pemanfaatan anggaran yang cukup besar tersebut.

Situasi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai perencanaan program. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan setiap pengadaan memiliki rencana pemanfaatan jelas.

Temuan BPK Perwakilan Lampung

Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Lampung Tahun Anggaran 2023 mencatat kondisi tersebut. Laporan itu memuat hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan aset patung.

BPK melakukan wawancara dengan bendahara Disperkimta Tubaba. Hasil wawancara menunjukkan bahwa aset patung belum dimanfaatkan.

Bendahara menyampaikan bahwa patung disimpan di workshop Dinas PUPR. Penyimpanan tersebut bersifat sementara.

Pemerintah daerah merencanakan penempatan patung di Ruang Terbuka Hijau. Namun, pembangunan taman tersebut belum berjalan hingga saat ini.

Pemeriksaan fisik juga menemukan kondisi penyimpanan kurang memadai. Petugas menyimpan patung di luar ruangan tanpa perlindungan maksimal.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kerusakan. Pemeriksaan lanjutan menemukan beberapa patung mengalami kerusakan fisik.

Rencana Pemanfaatan Belum Terealisasi

Rencana penempatan patung di taman kota belum terealisasi. Pemerintah daerah belum membangun Ruang Terbuka Hijau yang menjadi lokasi penempatan.

Keterlambatan pembangunan berdampak pada pemanfaatan aset. Patung yang sudah tersedia belum memberikan nilai manfaat bagi masyarakat.

Aset daerah seharusnya mendukung estetika kota dan ruang publik. Namun, kondisi saat ini belum menunjukkan fungsi tersebut.

Pengadaan barang daerah membutuhkan perencanaan matang. Setiap aset harus memiliki tujuan penggunaan yang jelas sejak awal.

Keterlambatan realisasi program dapat menimbulkan pemborosan anggaran. Hal ini menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan daerah.

Sorotan dari LSM KAKI Lampung

Kondisi pengelolaan patung menarik perhatian lembaga masyarakat. LSM Komite Anti Korupsi Indonesia Lampung menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut.

Ketua LSM KAKI Lampung, Lucky Nurhidayah, menyampaikan rencana koordinasi dengan aparat penegak hukum. Ia menilai proyek tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di tingkat provinsi untuk meminta penelusuran lebih lanjut terkait proyek pengadaan patung ini, termasuk proses pengadaan dan pemanfaatan asetnya. Terlebih lagi sudah ada catatan LHP BPK RI perwakilan Lampung,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dorongan transparansi. LSM berharap proses pengadaan dan pengelolaan aset dapat berjalan sesuai aturan.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini terbit, pihak Disperkimta Tubaba belum memberikan penjelasan resmi. Kepala dinas belum merespons permintaan konfirmasi.

Pejabat Pembuat Komitmen yang menangani kegiatan juga belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Ketiadaan penjelasan resmi menambah perhatian publik. Masyarakat menunggu klarifikasi terkait kondisi pengadaan patung Tubaba.

Pemerintah daerah diharapkan memberikan penjelasan terbuka. Transparansi menjadi bagian penting dalam pengelolaan anggaran publik.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua dan Bendahara KONI Lampung Tengah Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp5,8 Miliar

    Ketua dan Bendahara KONI Lampung Tengah Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp5,8 Miliar

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung Tengah, Battikpost.site – Skandal dugaan korupsi dana hibah mengguncang dunia olahraga Lampung Tengah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah resmi menahan Ketua dan Bendahara KONI setempat, DW dan ES, terkait penyimpangan dana hibah tahun anggaran 2022 sebesar Rp5,8 miliar. Dugaan Penyelewengan Dana KONI Lampung Tengah Ketua dan Bendahara KONI Ditahan DW dan ES resmi ditahan […]

  • Masalah LGBT di Lampung, Presma Poltekkes Angkat Bicara

    Masalah LGBT di Lampung, Presma Poltekkes Angkat Bicara

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    LGBT Jadi Sorotan di Lampung Bandar Lampung, Battikpost.site — Masyarakat Provinsi Lampung kembali memperbincangkan isu LGBT. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa yang terkait dengan perilaku menyimpang ini memicu reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ryanda Agma Putra, Presiden Mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjung Karang. Seruan Tegas dari Presiden Mahasiswa Ryanda Agma Putra […]

  • Romahurmuziy Tegaskan Muktamar Ancol Usai, Agus Suparmanto Resmi Ketum PPP

    Romahurmuziy Tegaskan Muktamar Ancol Usai, Agus Suparmanto Resmi Ketum PPP

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Romahurmuziy Pastikan Muktamar Ancol Berakhir Jakarta, BattikPost.site — Romahurmuziy menegaskan bahwa Muktamar Ancol PPP sudah usai. Karena itu, ia meminta semua pihak menghentikan perdebatan. Selain itu, ia menekankan bahwa forum tersebut menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP. Menurut Rommy, keputusan itu sudah jelas. Oleh sebab itu, ia mengingatkan kader agar tidak lagi membuka ruang konflik. […]

  • Klarifikasi dan Ralat Foto Berita

    Klarifikasi dan Ralat Foto Berita

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandar Lampung – Sehubungan dengan berita yang telah kami terbitkan sebelumnya berjudul “ [Peltu Lubis Serahkan Diri, Kopka Basar Diburu: Penembakan Kapolsek Negara Batin Jadi Sorotan] ” pada 18 Maret 2025, kami menginformasikan bahwa telah terjadi kekeliruan dalam penggunaan foto tersangka. Foto yang diunggah pada berita tersebut merupakan foto Dede Irawan, seorang oknum TNI […]

  • Warga Geram Jalan Rusak di Pahoman Tak Diperbaiki, Padahal Dekat Rumah Dinas Wali Kota

    Warga Geram Jalan Rusak di Pahoman Tak Diperbaiki, Padahal Dekat Rumah Dinas Wali Kota

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung – Warga Kelurahan Pahoman dibuat geram dengan kondisi Jalan Gatot Subroto yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Ironisnya, kerusakan ini hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah dinas Wali Kota Bandar Lampung, namun belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kerusakan jalan yang berada di ruas utama tersebut telah berlangsung cukup […]

  • Kejati Lampung Periksa Arinal Djunaidi Terkait Kasus Korupsi PI

    Kejati Lampung Periksa Arinal Djunaidi Terkait Kasus Korupsi PI

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Kejati Lampung Periksa Mantan Gubernur Lampung, Battikpost.site — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memeriksa Gubernur Lampung periode 2019-2024, Arinal Djunaidi (ARD), karena dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen di wilayah kerja Offshore South East Sumatra (WK OSES) senilai 17.286.000 dolar AS. Selain itu, Kejati Lampung menindaklanjuti penyidikan yang lebih luas terkait […]

expand_less