Pemkot Bandar Lampung Berduka, Wali Kota Beri Santunan Keluarga Korban
- account_circle orba battik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyampaikan duka atas korban banjir di Rajabasa. Wali Kota Eva Dwiana menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Seorang anak berusia 10 tahun meninggal setelah hanyut di drainase saat hujan deras pada Jumat, 6 Maret 2026.
Musibah Banjir Rajabasa Menelan Korban Jiwa
Bandar Lampung, Battikpost.site — Banjir melanda wilayah Rajabasa, Kota Bandar Lampung, pada Jumat, 6 Maret 2026. Musibah itu merenggut nyawa seorang anak berusia 10 tahun bernama Satria.
Hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari. Debit air meningkat dan mengalir deras melalui saluran drainase di sekitar permukiman warga.
Korban diketahui bermain di sekitar lokasi saat hujan turun. Arus air yang kuat menyeret korban hingga masuk ke saluran drainase.
Peristiwa tragis itu membuat warga sekitar panik. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.29 WIB. Lokasi peristiwa berada di Jalan Kapten Abdul Hak Gang Ibrahim, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa.
Satria diketahui bermain sambil mandi hujan bersama teman-temannya. Korban diduga terpeleset ketika berada di sekitar drainase yang dipenuhi air hujan.
Arus air yang cukup deras membuat korban terseret aliran drainase. Korban kemudian hanyut mengikuti aliran air yang meluap.
Warga berusaha melakukan pertolongan awal. Namun arus air yang kuat menyulitkan proses penyelamatan.
Wali Kota Bandar Lampung Sampaikan Duka
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan rasa duka kepada keluarga korban.
Eva Dwiana menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Kantor Kecamatan Sukabumi pada Sabtu, 7 Maret 2026.
“Kami berduka atas musibah yang menimpa keluarga ini. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Eva Dwiana saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Sukabumi pada Sabtu (7/3).
Pemerintah kota menyatakan empati terhadap keluarga korban. Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk memberikan dukungan kepada warga yang terdampak bencana.
Eva Dwiana menilai kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama saluran air.
Pemkot Bandar Lampung Beri Santunan Keluarga Korban
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan kepada keluarga korban. Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang mengalami musibah.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyerahkan santunan berupa uang tunai. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp10 juta.
Pemerintah kota juga memberikan bantuan beras kepada keluarga korban. Bantuan itu membantu kebutuhan sehari-hari keluarga yang ditinggalkan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah. Pemerintah kota ingin membantu meringankan beban keluarga korban.
Selain bantuan materi, pemerintah kota juga memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban. Pemerintah memastikan keluarga korban mendapat dukungan yang memadai.
Pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi kesehatan orang tua korban. Informasi di lapangan menunjukkan salah satu orang tua korban sedang mengalami sakit.
Pemerintah kemudian merujuk orang tua korban ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Rumah sakit tersebut memberikan pelayanan medis untuk perawatan lebih lanjut.
Langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi keluarga korban secara menyeluruh.
Bantuan Logistik Untuk Warga Terdampak Banjir
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir. Bantuan tersebut menyasar sejumlah wilayah yang mengalami genangan.
Wilayah Rajabasa menjadi salah satu kawasan yang menerima bantuan logistik. Pemerintah kota juga menyalurkan bantuan ke wilayah Way Halim.
Bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji. Pemerintah juga menyalurkan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
Tim pemerintah kota mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat. Distribusi bantuan berlangsung secara langsung di wilayah terdampak.
Langkah tersebut bertujuan membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Banjir sering menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
Warga juga mengalami kesulitan memasak atau berbelanja saat banjir terjadi. Bantuan logistik membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Eva Dwiana menegaskan bahwa pemerintah kota selalu hadir untuk masyarakat. Pemerintah kota berupaya memberikan dukungan kepada warga yang tertimpa bencana.
“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral dari pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban
Aparat langsung bergerak setelah menerima laporan kejadian. Tim gabungan turun ke lokasi untuk melakukan pencarian korban.
Beberapa instansi bergabung dalam proses pencarian tersebut. Tim bekerja secara terkoordinasi di lokasi kejadian.
Tim yang terlibat berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan juga ikut membantu pencarian.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan turut mengirimkan personel. Satuan Polisi Pamong Praja juga ikut membantu operasi di lapangan.
Petugas Bhabinkamtibmas ikut mengamankan area sekitar. Taruna Siaga Bencana juga memberikan dukungan dalam proses pencarian.
Tim gabungan menyisir saluran drainase di sekitar lokasi kejadian. Petugas juga memeriksa aliran air yang mengarah ke kawasan hilir.
Proses pencarian berlangsung dengan hati-hati. Petugas menelusuri jalur aliran air yang kemungkinan dilalui korban.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif. Petugas bekerja untuk menemukan korban yang diduga terseret arus saat hujan deras.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Pemerintah dan masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
- Penulis: orba battik

