Breaking News
light_mode

Jalan Raya Pos: Jalan Legendaris yang Menyatukan Jawa, Namun Diwarnai Kontroversi

  • account_circle een1978
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • print Cetak

Jalan Raya Pos: Jejak Legendaris Sebelum Era Tol Trans Jawa

Battikpost, Jalan Tol Trans Jawa mungkin menjadi ikon jalan raya modern Indonesia saat ini. Namun, jauh sebelum era jalan tol, sebuah jalan legendaris telah menghubungkan Pulau Jawa dari barat ke timur: Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg. Dibangun pada tahun 1809 atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, yang dikenal dengan julukan “Mas Galak”, jalan ini memiliki sejarah yang kaya dan penuh kontroversi.

Reformasi Daendels dan Lahirnya Jalan Raya Pos

Sejak tiba di Batavia (Jakarta) pada 5 Januari 1808, Daendels langsung melakukan reformasi besar-besaran. Ia memindahkan pusat pemerintahan ke Buitenzorg (Bogor), memulai reformasi sistem pemerintahan, memberantas korupsi, membangun benteng, dan yang paling monumental: membangun Jalan Raya Pos. Jalan sepanjang kurang lebih seribu kilometer ini membentang dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Proyek ini dirancang untuk memperkuat pertahanan di pesisir utara Jawa dari ancaman Inggris.

Dampak Ekonomi: Dari Transportasi ke Perdagangan

Jalan Raya Pos memberikan dampak yang jauh melampaui tujuan awalnya. Waktu tempuh antara Batavia dan Surabaya yang semula memakan waktu berminggu-minggu, kini terpangkas menjadi hanya lima hari. Sejarawan Denys Lombard bahkan menyebut jalan ini sebagai faktor kunci dalam menyatukan tanah Pasundan dan Jawa dalam satu kesatuan ekonomi.

Munculnya pedagang perantara, pasar yang ramai, dan toko-toko di sepanjang jalan menandai lahirnya geliat ekonomi baru. Sistem transportasi yang sebelumnya bergantung pada sungai mulai bergeser ke jalur darat. Jalan Raya Pos juga menjadi simbol modernisasi, meningkatkan mobilitas penduduk, membuka akses petani ke lahan baru, dan secara bertahap menggeser mentalitas feodal.

Kontroversi Kerja Paksa: Antara Sejarah dan Propaganda

Namun, sejarah Jalan Raya Pos tidak lepas dari kontroversi. Tuduhan penggunaan kerja paksa dan jatuhnya ribuan korban, termasuk ratusan di Megamendung, seringkali muncul. Namun sejarawan Asvi Warman Adam memberikan perspektif berbeda. Ia berpendapat bahwa sebagian besar informasi mengenai kerja paksa berasal dari tulisan lawan politik Daendels yang memiliki agenda terselubung.

Dokumen resmi Plakaatboek yang disusun J.A. van der Chijs bahkan menyebutkan adanya pembayaran upah bagi para pekerja jalan, bervariasi antara 1 hingga 10 ringgit tergantung jarak dan kesulitan rute. Meski begitu, praktik di lapangan mungkin tidak selalu sesuai dengan sistem resmi yang tercatat. Oleh karena itu, narasi kerja paksa perlu dikaji lebih hati-hati dan menyeluruh.

Warisan yang Melampaui Zaman

Jalan Raya Pos, meskipun lahir dari kepentingan kolonial, meninggalkan warisan abadi bagi Indonesia. Konsep “menyatukan” yang diusung jalan ini menginspirasi Soekarno yang kemudian memperluasnya menjadi slogan “Dari Sabang sampai Merauke”. Sastrawan Pramoedya Ananta Toer juga mengakui pentingnya Jalan Raya Pos sebagai infrastruktur yang mengantarkan bangsa menuju modernitas, meskipun tidak menutup mata terhadap korban yang jatuh.

Simbol Modernisasi dan Pelajaran Sejarah

Jalan Raya Pos bukanlah sekadar peninggalan masa kolonial. Ia adalah representasi sejarah Indonesia yang kompleks: perpaduan antara kekuasaan, ambisi, kerja keras, dan pengorbanan. Jalan ini mengajarkan kita bahwa sejarah tidaklah hitam putih, dan pembangunan infrastruktur, meskipun diwarnai tekanan, dapat membuka jalan bagi perubahan besar.

Penulis: Tim Battikpost

Sumber: VOI, Tempo, Denys Lombard, J.A. van der Chijs

Kunjungi kami di www.battikpost.site untuk berita sejarah lainnya!

 

  • Penulis: een1978

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laga Seru Fun Game Football Polsek Tabin vs GAS FC Berakhir Imbang

    Laga Seru Fun Game Football Polsek Tabin vs GAS FC Berakhir Imbang

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Fun Game Football mempertemukan Polsek Tanjung Bintang dan GAS FC Tansa di Lapangan Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Sabtu (8/11/2025). Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 3-3 setelah kedua tim saling berbalas gol hingga menit akhir. Semangat Silaturahmi dan Sportivitas Lampung Selatan, Battikpost.site — Pertandingan Fun Game Football tersebut berlangsung meriah sejak awal. Kegiatan ini […]

  • Masalah LGBT di Lampung, Presma Poltekkes Angkat Bicara

    Masalah LGBT di Lampung, Presma Poltekkes Angkat Bicara

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    LGBT Jadi Sorotan di Lampung Bandar Lampung, Battikpost.site — Masyarakat Provinsi Lampung kembali memperbincangkan isu LGBT. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa yang terkait dengan perilaku menyimpang ini memicu reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ryanda Agma Putra, Presiden Mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjung Karang. Seruan Tegas dari Presiden Mahasiswa Ryanda Agma Putra […]

  • Ketua IMF Temukan Dugaan Bangunan Berdiri di Atas Sungai, Soroti Hotel Horizon di Bandar Lampung

    Ketua IMF Temukan Dugaan Bangunan Berdiri di Atas Sungai, Soroti Hotel Horizon di Bandar Lampung

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Ketua IMF menelusuri aliran sungai di Kota Bandar Lampung pada 8 April 2026. Ia menemukan dugaan bangunan di atas sungai, termasuk yang mengarah ke Hotel Horizon, yang berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir. Penelusuran IMF Temukan Dugaan Pelanggaran BANDAR LAMPUNG, Battikpost.site – Ketua Umum Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo, menelusuri aliran sungai […]

  • Dinkes Bandarlampung Perketat Pengawasan Makanan Sekolah Pasca Keracunan Massal 247 Siswa

    Dinkes Bandarlampung Perketat Pengawasan Makanan Sekolah Pasca Keracunan Massal 247 Siswa

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

      Bandarlampung – BattikPost Site  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan di sekolah, menyusul kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Sukabumi pada Jumat (29/8). Kepala Dinkes Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah kota. Ia menegaskan pengawasan ketat perlu dilakukan agar […]

  • Warga Giriharjo Keluhkan Asap dan Kebisingan Usaha Kopra di Permukiman

    Warga Giriharjo Keluhkan Asap dan Kebisingan Usaha Kopra di Permukiman

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Battikpost.site  — Warga Dusun Giriharjo, Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, semakin resah akibat aktivitas pengolahan kopra di tengah kawasan padat penduduk. Usaha tersebut menimbulkan asap pekat, bau menyengat, serta kebisingan hingga tengah malam. Oleh karena itu, warga meminta agar kegiatan itu segera dipindahkan dari lingkungan perumahan. “Warga pada ngeluh karena […]

  • Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung Atur Jam Kerja Samsat Selama Ramadhan 1446 H

    Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung Atur Jam Kerja Samsat Selama Ramadhan 1446 H

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menetapkan perubahan jam kerja bagi seluruh Kantor Bersama Samsat selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 970/0226/VI.03/02/2025 yang diterbitkan pada 27 Februari 2025. Penyesuaian jam kerja ini menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 35 Tahun 2025 tentang Jam […]

expand_less