Breaking News
light_mode

UMR Tak Masuk Akal untuk Ojek Online: Suara Seorang Janda Pejuang Jalanan

  • account_circle pimred
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • print Cetak

Battikpost.site — Saya Bu May, seorang janda dengan dua anak yang masih sekolah. Sudah lebih dari tiga tahun saya menggantungkan hidup sebagai driver ojek online. Dari pagi hingga malam, saya aktif di aplikasi—rata-rata 10 jam sehari. Di tengah kerasnya jalanan kota, saya berjuang sendiri untuk memberi makan anak-anak dan menyekolahkan mereka.

Belakangan ini saya dengar wacana agar driver ojek online diberikan gaji tetap sesuai Upah Minimum Regional (UMR). Sekilas terdengar baik. Tapi kalau bicara kenyataan, bagi saya—ini sungguh tidak masuk akal.

Driver ojek online bukan karyawan kantoran. Kami tidak bekerja dengan sistem gaji tetap, tidak ada tunjangan, tidak ada jaminan kesehatan, bahkan tidak ada hari libur. Ketika orderan sepi, motor rusak, atau kami jatuh sakit—tidak ada pemasukan. Tidak ada kompensasi.

Kami bekerja lebih keras dari 8 jam sehari. Bahkan kadang 7 hari seminggu. Kalau hari ini tidak narik, artinya hari ini tidak makan. Apakah sistem UMR bisa menjamin hal itu? Apakah perusahaan aplikasi siap menggaji kami tetap ketika orderan tidak menentu?

Yang kami butuhkan bukan sekadar label “karyawan”. Kami butuh perlindungan: jaminan sosial, perlindungan hukum saat terjadi kecelakaan, dan kebijakan yang adil dan realistis. Sistem kerja kami fleksibel, penghasilan kami tidak tetap, dan kami menanggung semua risiko di lapangan.

Kalau saya hitung-hitung, misalnya diberi gaji UMR dengan hitungan 25 hari kerja, maka per harinya hanya sekitar Rp120 ribu. Dari angka itu, saya masih harus keluar uang untuk bensin, perawatan motor, pulsa internet, dan biaya-biaya lain. Artinya, penghasilan bersih jauh lebih kecil.

Jadi, skema UMR buat kami para driver ojol benar-benar tidak masuk hitungan. Bukan cuma soal angka, tapi soal sistem kerja dan realita lapangan. Kami butuh perlindungan yang konkret, bukan hanya label formal yang tak menyelesaikan masalah.

Saya hanya seorang janda yang berjuang demi masa depan anak-anak saya. Tapi saya percaya, negara dan masyarakat bisa lebih bijak melihat realitas kerja kami. Jangan pukul rata semua profesi dengan sistem yang tidak sesuai. Dengarkanlah kami yang hidup dari jalanan, bukan hanya dari rapat-rapat di ruang ber-AC.

Dan saya juga menyerukan kepada pemerintah: berikan kami payung hukum yang jelas!

Kami ini bagian dari tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Jangan biarkan kami terus bekerja dalam ketidakpastian hukum dan tanpa perlindungan. Sudah waktunya driver ojek online mendapatkan pengakuan yang adil, bukan hanya dari aplikasi—tapi juga dari negara. (Orba).

  • Penulis: pimred

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Lampung Selatan Kunjungi Way Tebing Ceppa, Dorong WTC Jadi Wisata Budaya Unggulan

    Bupati Lampung Selatan Kunjungi Way Tebing Ceppa, Dorong WTC Jadi Wisata Budaya Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Lampung Selatan — Bupati Lampung Selatan H. Radityo Egi Pratama menegaskan komitmennya mengembangkan Way Tebing Ceppa (WTC) sebagai destinasi wisata unggulan berbasis adat dan budaya dalam kunjungan resminya ke Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Jumat (16/5/2025). Kunjungan Bupati Egi Pratama ke lokasi wisata alam Way Tebing Ceppa (WTC) turut didampingi Wakil Bupati Muhammad Syaiful […]

  • MK Ketok Palu: SD hingga SMP Swasta dan Negeri Wajib Gratis

    MK Ketok Palu: SD hingga SMP Swasta dan Negeri Wajib Gratis

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi mengubah arah kebijakan pendidikan nasional. Lewat putusan perkara Nomor 3/PUU-XXII/2024, MK mewajibkan pemerintah menanggung biaya pendidikan dasar 9 tahun tanpa membedakan sekolah negeri atau swasta. Putusan ini menjawab gugatan atas Pasal 34 ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Ketua MK Suhartoyo […]

  • Warga Merbau Mataram Perbaiki Jembatan Rusak Dengan Dana Pribadi

    Warga Merbau Mataram Perbaiki Jembatan Rusak Dengan Dana Pribadi

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Warga Karang Raja Bergerak Perbaiki Jembatan Rusak Sejak 2017 Lampung Selatan, Battikpost.site — Warga Desa Karang Raja, Kecamatan Merbau Mataram, memperbaiki jembatan rusak parah secara mandiri menggunakan dana pribadi. Langkah ini memicu sorotan publik dan menjadi simbol kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang dinilai abai terhadap perbaikan infrastruktur penting. Kerusakan jembatan tersebut telah berlangsung […]

  • Raut Wajah Atalia dan Zara Saat Bersama Ridwan Kamil Jadi Sorotan Publik

    Raut Wajah Atalia dan Zara Saat Bersama Ridwan Kamil Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Jakarta, BattikPost Post – Media sosial tengah dihebohkan dengan video yang menampilkan Atalia Praratya bersama putrinya, Camillia Laetitia Azzahra atau Zara, saat duduk semeja dengan Ridwan Kamil. Dalam rekaman yang viral, Ridwan Kamil tampak fokus berbicara.Baca Juga TerbaruGubernur Lampung Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026Pemkab Pringsewu Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Sementara itu, Atalia […]

  • Pemprov Lampung Dukung Penuh HUT ke-74 IBI dan Fun Run 2025

    Pemprov Lampung Dukung Penuh HUT ke-74 IBI dan Fun Run 2025

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui dukungan terhadap perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Hari Bidan Internasional 2025. Perayaan berlangsung meriah lewat kegiatan Fun Run di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Minggu (8/6/2025). Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan dukungan konkret terhadap […]

  • Aspirasi Petani Singkong Lampung Didengar, Presiden Instruksikan Lartas Impor Tapioka

    Aspirasi Petani Singkong Lampung Didengar, Presiden Instruksikan Lartas Impor Tapioka

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Jakarta, Battikpost.site — Presiden Prabowo Subianto mendengar aspirasi petani singkong Lampung. Kepala Negara menginstruksikan larangan terbatas (Lartas) impor etanol dan tepung tapioka demi melindungi petani lokal serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan instruksi itu setelah ia memimpin Rapat Perlindungan dan Penyelesaian Permasalahan Petani Ubi Kayu dan Tebu di Auditorium Gedung […]

expand_less