TPID Metro Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan 2026
- account_circle orba battik
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TPID Metro memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah Kota Metro menggelar High Level Meeting pada Kamis, 12 Februari 2026, di Ruang OR Setda. Wali Kota Metro memimpin langsung pembahasan langkah stabilisasi harga dan pasokan.
Pemkot Metro Fokus Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan
Metro, Battikpost.site — Pemerintah Kota Metro menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Forum ini membahas kesiapan menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026. Selain itu, forum merumuskan langkah konkret menjaga stabilitas harga.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membuka pertemuan tersebut secara langsung. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi lonjakan permintaan. Menurutnya, momentum keagamaan sering memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi terjadi setiap Ramadan dan Idul Fitri. Karena itu, pemerintah harus mengantisipasi potensi gangguan harga. Pemerintah juga harus memastikan distribusi tetap lancar.
“Kenaikan permintaan pada periode ini bisa berdampak pada harga dan distribusi barang. Karena itu perlu langkah antisipatif sejak dini,” ujar Bambang dalam arahannya.
Ia menegaskan bahwa TPID Metro memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas. Pemerintah memperkuat koordinasi antarinstansi melalui forum tersebut. Selain itu, pemerintah meningkatkan pemantauan harga secara berkala.
Pemerintah melakukan pengecekan stok bahan pangan secara rutin. Selanjutnya, pemerintah memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan. Dengan demikian, masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar.
Operasi Pasar dan Sinergi Distribusi Diperkuat
Pemkot Metro kembali mengaktifkan operasi pasar dan pasar murah. Pemerintah menempatkan kegiatan tersebut di titik strategis. Langkah ini bertujuan menekan gejolak harga secara cepat.
Selain itu, pemerintah menggandeng BUMN dan BUMD dalam penguatan pasokan. Pemerintah juga melibatkan distributor besar. Kolaborasi ini menjaga rantai pasok tetap efisien dari produsen hingga konsumen.
Pemerintah memperkuat komunikasi lintas sektor secara intensif. Koordinasi aktif mempercepat respons terhadap potensi kenaikan harga. Oleh sebab itu, pemerintah berharap masyarakat merasakan dampak langsung.
Bambang Iman Santoso berharap stabilitas harga tetap terjaga. Ia ingin masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. Ia juga ingin daya beli masyarakat tetap kuat.
Bank Indonesia Paparkan Kondisi Inflasi Metro
Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, memaparkan kondisi ekonomi terkini. Ia menyampaikan angka inflasi Kota Metro berada pada 2,09 persen. Angka tersebut lebih rendah dari Bandar Lampung yang mencapai 2,44 persen.
Data tersebut menunjukkan pengelolaan ekonomi Kota Metro berjalan relatif baik sepanjang 2025. Bank Indonesia mencatat beberapa komoditas memengaruhi inflasi. Komoditas tersebut mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir.
Emas perhiasan tercatat paling sering memengaruhi indeks inflasi selama delapan bulan terakhir. Selain itu, cabai rawit dan bawang merah turut memberi tekanan. Daging ayam dan cabai merah juga mengalami perubahan harga beberapa kali.
Achmad menilai peningkatan frekuensi komoditas mobil dalam indeks inflasi sebagai indikator positif. Ia memandang kondisi tersebut mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, daya beli masyarakat menunjukkan tren membaik.
Antisipasi Komoditas Hortikultura dan Smart Farming
Meski demikian, Achmad mengingatkan potensi risiko dari komoditas hortikultura. Bawang merah dan cabai besar sering memicu inflasi saat hari besar keagamaan. Selain itu, penurunan luas lahan di tingkat provinsi memengaruhi produksi.
Ia menekankan pentingnya solusi jangka panjang. Kota Metro mulai menerapkan inovasi smart farming sebagai percontohan. Program tersebut berkembang dari satu hektare menjadi dua hektare lahan produktif.
Menurut Achmad, teknologi pertanian meningkatkan produktivitas secara signifikan. Teknologi juga mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu, inovasi ini mendukung stabilitas harga jangka panjang.
Deflasi Januari dan Karakter Kota Pelajar
Achmad juga memaparkan kondisi Januari 2026. Kota Metro mengalami deflasi sebesar 0,34 persen pada periode tersebut. Penurunan konsumsi memengaruhi kondisi ini.
Ia menjelaskan karakter Metro sebagai kota pelajar turut berpengaruh. Aktivitas konsumsi menurun saat mahasiswa kembali ke kampung halaman. Situasi tersebut berbeda dengan daerah produsen.
“Situasi ini berbeda dengan daerah produsen yang mengalami penurunan inflasi karena faktor musim panen,” jelasnya.
Strategi 4K untuk Stabilitas Ramadan
Menghadapi Ramadan, Bank Indonesia merekomendasikan strategi 4K. Strategi tersebut meliputi keterjangkauan harga. Selain itu, strategi mencakup ketersediaan pasokan.
Strategi 4K juga menekankan kelancaran distribusi. Selanjutnya, strategi mendorong komunikasi efektif kepada masyarakat. Komunikasi yang baik mencegah panic buying.
Achmad mengevaluasi pelaksanaan pasar murah tahun sebelumnya. Ia menilai efektivitas operasi pasar perlu peningkatan. Ia menyarankan pelaksanaan langsung di pusat perdagangan.
Menurutnya, intervensi di titik distribusi utama mempercepat stabilisasi harga. Dengan demikian, masyarakat segera merasakan manfaat kebijakan. Pemerintah daerah dapat mengendalikan tekanan harga lebih cepat.
Kolaborasi pemerintah daerah dan Bank Indonesia terus diperkuat. Selain itu, seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif. Sinergi tersebut menjaga inflasi Kota Metro tetap terkendali.
TPID Metro menempatkan pengendalian inflasi sebagai prioritas menjelang Ramadan 2026. Pemerintah terus memantau perkembangan harga secara berkala. Dengan langkah tersebut, stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga hingga Idul Fitri. (Orba).
- Penulis: orba battik