Breaking News
light_mode

Terkait Video Viral, Ipda Iqbal Sebut Petugas Fokus Meredam Ketegangan

  • account_circle Orba Battik
  • calendar_month 17 menit yang lalu
  • print Cetak
Klarifikasi Ipda Iqbal terkait video viral di Polsek Bumi Waras menjadi sorotan publik. Perwira pengawas yang bertugas saat kejadian membantah tudingan penolakan laporan polisi dan dugaan pembiaran penganiayaan. Ia menjelaskan petugas fokus meredam ketegangan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Kronologi Kedatangan Para Pihak ke Polsek

BANDAR LAMPUNG, Battikpost.site – Ipda Muhammad Iqbal memberikan penjelasan terkait video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut memicu berbagai tudingan terhadap anggota Polsek Bumi Waras.

Ipda Iqbal menjabat sebagai perwira pengawas atau Pawas saat peristiwa berlangsung. Ia menyatakan tudingan penolakan laporan polisi tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi saat itu.

Menurut penjelasannya, sejumlah orang mendatangi Polsek Bumi Waras sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka datang setelah terjadi perselisihan yang melibatkan pengunjung dan pihak Cafe The Hevn.

Situasi di halaman Polsek saat itu cukup ramai. Beberapa pihak terlibat adu mulut sehingga memicu ketegangan.

Saat itu suasana cukup ramai. Terjadi adu mulut antara beberapa pihak yang datang ke Polsek. Kami sebagai petugas piket langsung berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar,” ujar Ipda Iqbal, Rabu (3/6/2026).

Polisi Bantah Tudingan Penolakan Laporan

Sebelumnya, Yudha Eka Prayoga melalui kuasa hukumnya menyampaikan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Ia juga menyampaikan keluhan terkait proses pembuatan laporan polisi.

Menanggapi hal tersebut, Ipda Iqbal menegaskan bahwa petugas tidak pernah menolak laporan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa anggota kepolisian lebih dahulu memprioritaskan pengamanan situasi.

Menurutnya, kondisi saat itu masih memanas. Banyak orang berkumpul di halaman Polsek sehingga berpotensi menimbulkan keributan lanjutan.

Kami tidak pernah menolak laporan. Yang kami lakukan saat itu adalah meminta yang bersangkutan bersabar dan menenangkan diri terlebih dahulu karena situasi masih panas dan banyak orang berkumpul di halaman Polsek,” jelasnya.

Ipda Iqbal mengatakan pihak yang bersangkutan tetap berada di lingkungan Polsek hingga sekitar pukul 06.30 WIB. Selama waktu tersebut, petugas terus melakukan komunikasi secara persuasif.

Petugas berupaya meredakan emosi seluruh pihak. Langkah itu bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Polsek.

Kalau memang kami menolak laporan, tentu tidak mungkin kami tetap berkomunikasi dan memberikan pelayanan hingga pagi. Kami justru berupaya menyelesaikan situasi secara persuasif,” katanya.

  • Petugas Tetap Siap Melayani Sesuai Prosedur

Ipda Iqbal mengaku sempat memberikan saran kepada pihak yang bersangkutan. Ia meminta yang bersangkutan beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali membuat laporan apabila masih diperlukan.

Menurutnya, kondisi fisik dan emosi yang lebih tenang akan membantu proses pelaporan berjalan lebih baik.

Saya sampaikan, silakan pulang dulu, mandi dulu, istirahat dulu. Kalau mau membuat laporan, kami tetap siap melayani sesuai prosedur,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa anggota Polsek Bumi Waras membantu mengantarkan yang bersangkutan pulang. Petugas mengambil langkah tersebut setelah situasi dinilai kondusif.

Selain itu, kedua belah pihak disebut sempat mengikuti proses mediasi. Kapolsek Bumi Waras AKP Galih, S.I.K memimpin upaya perdamaian tersebut.

Isi Video Viral Menurut Ipda Iqbal

Klarifikasi Ipda Iqbal juga menyoroti isi video yang beredar di media sosial. Menurutnya, rekaman tersebut menunjukkan upaya petugas menjaga ketertiban.

Dalam video itu, seorang pria terdengar menyampaikan keinginannya membuat laporan polisi. Pada saat yang sama, Ipda Iqbal berulang kali meminta seluruh pihak menjaga ketenangan.

Sabar dulu, sabar,” ucapnya dalam video yang beredar.

Pada bagian lain rekaman tersebut, Ipda Iqbal juga menyampaikan penjelasan kepada pihak yang hadir di lokasi.

Bukan nggak diterima LP, tenangkan diri dulu, jangan emosi di sini, jangan ada yang emosi dulu, sabar ya, sabar, tenang dulu semuanya.”

Menurut Ipda Iqbal, potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan rangkaian peristiwa. Ia menilai masyarakat perlu memahami konteks secara utuh sebelum menarik kesimpulan.

Bantah Dugaan Pembiaran Penganiayaan

Selain membantah tudingan penolakan laporan, Ipda Iqbal juga menepis dugaan pembiaran penganiayaan. Ia menegaskan anggota kepolisian berupaya mencegah konflik berkembang.

Petugas memisahkan pihak-pihak yang berselisih. Langkah tersebut bertujuan menghindari benturan fisik yang lebih besar.

Menurutnya, seluruh anggota yang bertugas fokus menjaga keamanan. Mereka berusaha mengendalikan situasi agar tidak semakin memanas.

Kami hadir untuk mencegah keributan, bukan membiarkan. Itu yang kami lakukan malam itu,” tegasnya.

Ipda Iqbal juga mengajak masyarakat menyikapi informasi secara bijak. Ia meminta publik tidak langsung mempercayai potongan video tanpa mengetahui seluruh fakta yang ada.

  • Proses Pendalaman Masih Berlangsung

Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami peristiwa yang melibatkan pengunjung dan pihak Cafe The Hevn. Proses tersebut masih berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku.

Penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dari para pihak. Setiap informasi akan melalui proses verifikasi dan pembuktian.

Pihak kepolisian juga akan memeriksa saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Langkah itu bertujuan mengungkap fakta secara objektif dan menyeluruh.

Ipda Iqbal menegaskan bahwa seluruh proses harus berjalan sesuai aturan hukum. Ia berharap masyarakat memberikan ruang bagi aparat untuk menyelesaikan pendalaman perkara secara profesional.

  • Penulis: Orba Battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aspirasi Petani Singkong Lampung Didengar, Presiden Instruksikan Lartas Impor Tapioka

    Aspirasi Petani Singkong Lampung Didengar, Presiden Instruksikan Lartas Impor Tapioka

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Jakarta, Battikpost.site — Presiden Prabowo Subianto mendengar aspirasi petani singkong Lampung. Kepala Negara menginstruksikan larangan terbatas (Lartas) impor etanol dan tepung tapioka demi melindungi petani lokal serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan instruksi itu setelah ia memimpin Rapat Perlindungan dan Penyelesaian Permasalahan Petani Ubi Kayu dan Tebu di Auditorium Gedung […]

  • Aktivis Lampung Ahi Arif Sanjaya Bantu Pasien Kurang Mampu Berobat

    Aktivis Lampung Ahi Arif Sanjaya Bantu Pasien Kurang Mampu Berobat

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Lampung — Ibu Junaidah, warga Muara Sungkai, Lampung Utara, sempat kebingungan mencari pengobatan untuk anaknya yang menderita hernia. Berkat bantuan aktivis sosial Lampung, Ahi Arif Sanjaya, serta dukungan Ketua Pira Lampung, Hj. Elly Wahyuni Sogierto, ia akhirnya mendapatkan fasilitas administrasi dan rumah singgah selama proses pengobatan di RSAM. Kebingungan melanda Ibu Junaidah saat dokter […]

  • BPOM RI Umumkan 18 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal, Kandungannya Bisa Ganggu Jantung

    BPOM RI Umumkan 18 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal, Kandungannya Bisa Ganggu Jantung

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

      Jakarta ,BattikPost Site – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mengungkap temuan mengejutkan terkait peredaran produk herbal dan suplemen kesehatan ilegal di Indonesia. Dalam rilis terbarunya, BPOM mengumumkan ada 18 produk yang positif mengandung bahan kimia obat (BKO), padahal seharusnya produk tersebut berbasis bahan alam.Baca Juga TerbaruTerkait Video Viral, Ipda Iqbal Sebut […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

    Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini diumumkan setelah sidang isbat yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, pada Sabtu (29/3/2025). Penetapan Hari Raya Idul Fitri dilakukan melalui beberapa metode yang meliputi pemantauan hilal (rukyatul […]

  • Wagub Lampung: Stunting Ancaman Serius Masa Depan Bangsa

    Wagub Lampung: Stunting Ancaman Serius Masa Depan Bangsa

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Battikpost.site — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, tetapi ancaman besar bagi masa depan generasi muda dan keberlangsungan bangsa. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebutkan bahwa stunting merupakan musuh bersama dan ancaman nyata bagi kemajuan negara. Menurutnya, dampak stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi […]

  • Wagub Jihan Resmikan Gubernur Futsal Cup 2025, Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    Wagub Jihan Resmikan Gubernur Futsal Cup 2025, Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka Gubernur Futsal Cup 2025 di Sport Center UIN Raden Intan, Senin (28/4/2025). Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga media silaturahmi dan pembinaan semangat sportivitas bagi generasi muda Lampung.Baca Juga TerbaruTerkait Video Viral, Ipda Iqbal Sebut Petugas Fokus Meredam […]

expand_less