Breaking News
light_mode

Residivis Pencurian Ponsel Beraksi Lagi di Bandar Lampung

  • account_circle orba battik
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • print Cetak

Kasus residivis pencurian ponsel kembali terjadi di Bandar Lampung. Polisi menangkap FH setelah mencuri empat ponsel dari rumah warga pada dini hari. Pelaku masuk rumah dengan merusak jendela dan menjual barang curian melalui sistem COD.


Kronologi Pencurian di Wilayah Panjang

Bandar Lampung, Battikpost.site — Aparat dari Polsek Panjang menangkap seorang pria berinisial FH. Polisi menduga pria itu terlibat dalam pencurian beberapa barang berharga. Kasus ini menarik perhatian warga sekitar.

Peristiwa pencurian terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026. Kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. Lokasi kejadian berada di Kampung Margo Mulyo.

Pelaku menyasar rumah warga pada waktu dini hari. Situasi lingkungan saat itu relatif sepi. Karena itu, pelaku memanfaatkan kesempatan tersebut.

Polisi menjelaskan kronologi kejadian setelah melakukan pemeriksaan awal. Aparat juga mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi. Proses penyelidikan berlangsung beberapa hari.

Cara Pelaku Masuk ke Rumah Korban

Wakapolresta dari Polresta Bandar Lampung memberikan keterangan resmi kepada wartawan. Keterangan itu menjelaskan cara pelaku menjalankan aksinya. Polisi menemukan alat yang pelaku gunakan saat beraksi.

Pejabat kepolisian, AKBP Yonirizal Khova, menjelaskan metode pelaku saat masuk rumah korban. Ia menyampaikan keterangan tersebut pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pelaku mendongkel jendela menggunakan pisau yang memang sering dibawa saat bepergian,” ujar AKBP Yonirizal, Jumat (27/2/2026).

Pelaku membawa pisau ketika beraktivitas di luar rumah. Alat tersebut memudahkan pelaku membuka jendela rumah korban. Setelah itu, pelaku masuk dan mencari barang berharga.

Selanjutnya, pelaku mengambil empat unit ponsel dari dalam rumah. Pelaku kemudian meninggalkan lokasi setelah mengambil barang tersebut. Aksi itu berlangsung cepat pada waktu dini hari.

Status Pelaku sebagai Residivis

Polisi mengungkap latar belakang pelaku setelah pemeriksaan lebih lanjut. FH ternyata pernah menjalani kasus hukum sebelumnya. Catatan kepolisian menunjukkan riwayat pidana serius.

Pelaku merupakan residivis kasus pembunuhan yang terjadi pada tahun 2009. Informasi itu muncul dari hasil pemeriksaan polisi. Data tersebut juga tercatat dalam arsip kepolisian.

Selain itu, polisi menemukan pengakuan lain dari pelaku. Pelaku mengaku melakukan pencurian lebih dari sekali. Modus yang digunakan juga serupa dengan kejadian terbaru.

Pelaku menjalankan aksinya dengan menyasar rumah warga. Ia mencari waktu yang relatif sepi. Cara tersebut memberi peluang lebih besar bagi pelaku.

Kasus residivis pencurian ponsel seperti ini menjadi perhatian aparat. Polisi terus meningkatkan pengawasan di wilayah rawan. Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan masyarakat.

Penjualan Ponsel Hasil Curian

Setelah mengambil barang curian, pelaku segera menjual ponsel tersebut. Ia menggunakan sistem COD untuk transaksi penjualan. Cara itu memudahkan pelaku menjual barang dengan cepat.

Empat unit ponsel hasil curian terjual dengan harga sekitar Rp1,7 juta. Nilai tersebut berasal dari beberapa transaksi yang pelaku lakukan. Polisi menemukan informasi itu dari hasil penyelidikan.

Uang penjualan ponsel kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Polisi menyampaikan informasi tersebut berdasarkan keterangan yang mereka peroleh. Proses pemeriksaan juga mendalami aliran uang tersebut.

Kasus residivis pencurian ponsel sering melibatkan penjualan cepat barang curian. Pelaku biasanya memilih metode transaksi langsung. Cara ini mempersulit pelacakan barang.

Namun, polisi tetap melakukan penelusuran terhadap barang bukti. Aparat mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Langkah itu membantu proses penyidikan.

Penangkapan Pelaku oleh Polisi

Aparat kepolisian akhirnya berhasil menangkap FH setelah melakukan pencarian. Polisi mengidentifikasi keberadaan pelaku melalui penyelidikan. Penangkapan berlangsung beberapa hari setelah kejadian.

Petugas menangkap pelaku pada Senin, 16 Februari 2026. Penangkapan terjadi di Jalan Soekarno Hatta. Lokasi tersebut masih berada di wilayah Panjang.

Polisi bergerak cepat saat mengetahui posisi pelaku. Aparat langsung melakukan penangkapan di lokasi tersebut. Proses penangkapan berlangsung tanpa gangguan berarti.

Setelah penangkapan, polisi membawa pelaku ke kantor kepolisian. Aparat kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku. Proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kasus residivis pencurian ponsel ini menambah catatan kriminal di wilayah tersebut. Polisi terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Langkah pencegahan juga penting bagi keamanan lingkungan.

Jerat Hukum terhadap Pelaku

Aparat kepolisian menjerat pelaku dengan aturan hukum yang berlaku. Polisi menggunakan Pasal 477 KUHPidana Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023. Pasal tersebut mengatur tindak pidana pencurian.

Ancaman hukuman bagi pelaku mencapai maksimal tujuh tahun penjara. Ketentuan tersebut berlaku sesuai aturan hukum nasional. Proses hukum selanjutnya berada di tahap penyidikan.

Polisi juga melengkapi berkas perkara untuk proses lanjutan. Aparat mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Langkah tersebut mendukung proses penegakan hukum.

Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan keamanan lingkungan. Warga dapat meningkatkan koordinasi dengan aparat setempat. Kerja sama tersebut membantu mencegah kejadian serupa.

Selain itu, aparat terus meningkatkan patroli di wilayah rawan. Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat. Upaya ini bertujuan menciptakan rasa aman di lingkungan warga.

Peristiwa residivis pencurian ponsel di Bandar Lampung ini menjadi pengingat bagi banyak pihak. Keamanan rumah dan lingkungan memerlukan perhatian bersama. Aparat dan masyarakat perlu menjaga komunikasi yang baik.

  • Penulis: orba battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kodam XXI Terjunkan Prajurit Redam Konflik Gajah di Lampung Timur

    Kodam XXI Terjunkan Prajurit Redam Konflik Gajah di Lampung Timur

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Iyan
    • 0Komentar

    Kodam XXI Redam Konflik Gajah dan Warga Lampung Timur Bandar Lampung, Battikpost.site – Kodam XXI terjunkan prajurit redam konflik gajah dan warga di Lampung Timur pada Senin (26/1/2026). Langkah ini bertujuan menjaga keamanan desa penyangga sambil menunggu pembangunan pagar pembatas di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Selain itu, prajurit TNI mendukung pemerintah daerah dalam mencegah […]

  • Pelantikan IKA Untirta Lampung 2025-2030 Dukung Pembangunan Daerah

    Pelantikan IKA Untirta Lampung 2025-2030 Dukung Pembangunan Daerah

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Pelantikan Pengurus IKA Untirta Wilayah Lampung BANDAR LAMPUNG, Battikpost.site – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) Wilayah Lampung Periode 2025-2030. Acara itu berlangsung di Swiss-Belhotel Bandarlampung pada Sabtu (6/9/2025) dan juga dihadiri Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. Dalam sambutannya, Wagub Jihan […]

  • Kapolda Lampung Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Sektor

    Kapolda Lampung Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Sektor

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Kapolda Lampung menggelar buka puasa bersama lintas sektor di Lampung Selatan, Selasa 24 Februari 2026. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan lembaga negara guna memperkuat sinergi serta menjaga stabilitas kamtibmas daerah. Silaturahmi Lintas Sektor di Polda Lampung Lampung, Battikpost.site — Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, memimpin kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama lintas sektor. […]

  • Perbaikan Jalan Ambarawa Ditinjau Wagub Lampung dan Bupati Pringsewu

    Perbaikan Jalan Ambarawa Ditinjau Wagub Lampung dan Bupati Pringsewu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Perbaikan Jalan Ambarawa di Kabupaten Pringsewu mendapat perhatian pemerintah. Wakil Gubernur Lampung dr.Jihan Nurlela bersama Bupati Riyanto Pamungkas meninjau lokasi pada Selasa (24/2/2026). Peninjauan ini menilai kondisi jalan provinsi sekaligus memastikan kelancaran transportasi masyarakat. Peninjauan Perbaikan Jalan Ambarawa di Pringsewu Pringsewu, Battikpost.site — Pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Karena itu, kegiatan peninjauan berlangsung […]

  • SDN 1 Sidoharjo Klarifikasi Kaca Pecah, Bantah Tuduh Santri

    SDN 1 Sidoharjo Klarifikasi Kaca Pecah, Bantah Tuduh Santri

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    SDN 1 Sidoharjo klarifikasi kaca pecah yang sempat memicu polemik di Kecamatan Jati Agung. Pihak sekolah menegaskan tidak pernah menuduh siapa pun, termasuk santri pondok pesantren, sebagai pelaku. Sekolah juga memastikan persoalan itu sudah selesai. Kepala Sekolah Tegaskan Tidak Ada Tuduhan Lampung Selatan, Battikpost.site — Kepala SDN 1 Sidoharjo, Enny Kurniasih, menjelaskan kejadian itu baru […]

  • Bupati Lampung Utara Soroti Etika Jurnalistik di Era Digital

    Bupati Lampung Utara Soroti Etika Jurnalistik di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Pembahasan mengenai etika jurnalistik menjadi fokus audiensi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung dan JMSI Lampung Utara bersama Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, di ruang kerja bupati, Rabu (22/7/2026). Pertemuan itu membahas peran media, tantangan era digital, serta pentingnya pemberitaan yang berimbang. Bupati Lampung Utara Tekankan Pentingnya Etika dalam Pemberitaan Lampung Utara, Battikpost.site — […]

expand_less