Breaking News
light_mode

APTISI Dorong Program KIPDa untuk Pemerataan Akses Kuliah di Lampung

  • account_circle orba battik
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • print Cetak
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B meminta Pemerintah Provinsi Lampung merancang program Kartu Indonesia Pintar Daerah (KIPDa). Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Usulan tersebut muncul karena angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung masih tergolong rendah.

APK Pendidikan Tinggi Lampung Masih Rendah

Bandar Lampung, Battikpost.site — Ketua APTISI Wilayah II-B Lampung, Firmansyah Y Alfian, menegaskan bahwa APK pendidikan tinggi di Lampung baru mencapai sekitar 22 persen. Artinya, dari seluruh lulusan SMA atau sederajat, hanya seperlima yang melanjutkan kuliah. Kondisi ini menempatkan Lampung di jajaran provinsi dengan tingkat APK terendah di Indonesia.

Pendidikan tinggi adalah kunci masa depan. Karena itu, dibutuhkan kebijakan afirmatif seperti KIPDa agar anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap memiliki kesempatan melanjutkan kuliah,” kata Firmansyah, Jumat (26/9/2025).

Menurut Firmansyah, rendahnya APK tidak hanya disebabkan keterbatasan daya tampung perguruan tinggi. Kondisi sosial-ekonomi masyarakat juga menjadi faktor utama. Oleh karena itu, APTISI mengusulkan skema kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam hal pendanaan.

Kolaborasi Pemerintah Daerah dan PTS

Firmansyah mencontohkan bentuk kolaborasi yang mungkin dilakukan. Menurutnya, pemerintah daerah dan yayasan PTS bisa berbagi tanggung jawab membiayai kuliah mahasiswa. Dengan demikian, beban mahasiswa akan lebih ringan dan akses pendidikan tinggi semakin terbuka.

Contohnya, biaya kuliah bisa ditanggung bersama antara pemerintah daerah dan yayasan PTS. Ini bentuk nyata sinergi lintas sektor sekaligus meringankan beban mahasiswa,” jelasnya.

Selain itu, Firmansyah menilai kontribusi lebih dari 70 PTS di Lampung sudah besar dalam membuka akses pendidikan. Namun, PTS masih menghadapi tantangan. Salah satunya keterbatasan sumber daya dan jumlah mahasiswa baru.

Peran PTS dalam Pemerataan Pendidikan

Firmansyah menjelaskan bahwa dari total APK 22 persen, sekitar 10 persen mahasiswa masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Sementara itu, 12–13 persen memilih PTS. Akan tetapi, jumlah mahasiswa baru tersebut tersebar di banyak kampus.

Akibatnya, rata-rata tiap kampus hanya menerima sekitar 200 mahasiswa baru. Bahkan, ada beberapa kampus yang menerima kurang dari 30 mahasiswa baru.

Dari total APK 22 persen, sekitar 10 persen masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN), sedangkan 12–13 persen ke PTS. Namun, jumlah itu tersebar di banyak kampus, sehingga rata-rata tiap kampus hanya menerima 200 mahasiswa baru, bahkan ada yang kurang dari 30 mahasiswa,” ujarnya.

Firmansyah menekankan pentingnya memandang PTS sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia daerah. Menurutnya, PTS bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting yang perlu diperkuat melalui program KIPDa.

Perlu Dukungan Kabupaten dan Kota

Selain melibatkan Pemprov Lampung, APTISI juga berharap program KIPDa berjalan hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Dengan begitu, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

Jika program ini dijalankan bersama, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat dan selaras dengan semangat pemerataan pendidikan,” imbuhnya.

Menurut APTISI, kebijakan pendidikan tinggi selama ini lebih banyak berfokus pada PTN. Padahal, PTN maupun PTS sama-sama memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul.

Setiap institusi punya perannya. Dengan kolaborasi, cita-cita membangun SDM Lampung yang maju dan inklusif bukanlah hal mustahil,” pungkas Firmansyah, yang juga mantan Rektor IIB Darmajaya itu.

Pentingnya Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong mobilitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, akses kuliah yang merata menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, pemerataan pendidikan juga berkontribusi langsung pada kualitas sumber daya manusia di daerah.

Di sisi lain, keterbatasan biaya kerap menjadi penghalang utama bagi keluarga kurang mampu. Dengan adanya program afirmatif seperti KIPDa, hambatan itu bisa teratasi. Program ini sekaligus dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat Lampung di dunia pendidikan tinggi.

Selanjutnya, kolaborasi lintas sektor akan menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif. Pemerintah, PTS, dan masyarakat bisa bergerak bersama untuk mewujudkan Lampung yang berdaya saing.

Akhirnya, usulan APTISI mengenai KIPDa membuka harapan baru bagi pemerataan pendidikan tinggi. Jika dijalankan, kebijakan ini tidak hanya memperkuat PTS, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas SDM Lampung secara menyeluruh. (**).

  • Penulis: orba battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD Petir Kota Metro Jalin Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Metro, Disambut Baik Kasi Intel Debi Resta Yudha, SH., M.H

    DPD Petir Kota Metro Jalin Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Metro, Disambut Baik Kasi Intel Debi Resta Yudha, SH., M.H

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Metro, Battik Media, 11 Februari 2025 – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas Petir Kota Metro, Bayu, terus memperkuat sinergitas dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum. Dalam upaya tersebut, DPD Petir Kota Metro menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro dan disambut baik oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Metro, Debi Resta […]

  • MWC NU Rajabasa Pertanyakan Transparansi Dana Hibah PCNU Bandar Lampung

    MWC NU Rajabasa Pertanyakan Transparansi Dana Hibah PCNU Bandar Lampung

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Bandar Lampung — Sorotan terhadap penggunaan dana hibah kembali mencuat, kali ini datang dari internal Nahdlatul Ulama. MWC NU Rajabasa mempertanyakan transparansi dana hibah dari Pemerintah Kota Bandar Lampung yang diduga telah disalurkan melalui PCNU, namun belum pernah dirasakan manfaatnya oleh pengurus tingkat kecamatan. Pemerintah tengah berupaya menata efisiensi anggaran di berbagai sektor. Namun […]

  • Data Aktif Ganda Guru PPPK Jadi Polemik, Kadisdik Lampung Selatan: “Nanti Kami Tanggapi”

    Data Aktif Ganda Guru PPPK Jadi Polemik, Kadisdik Lampung Selatan: “Nanti Kami Tanggapi”

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Battikpost.site — Polemik dugaan status aktif ganda guru PPPK Paruh Waktu di Kecamatan Jati Agung terus bergulir dan menyedot perhatian publik. Data keaktifan lintas kementerian yang mencuat melalui Dapodik dan EMIS kini mendapat respons dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan. Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Drs. Muhammad Darmawan, M.M., menyatakan pihaknya belum […]

  • Mega Skandal Korupsi Bansos Rp 92,4 Miliar di Lampung: Dana Petani Tebu Diduga Disalahgunakan

    Mega Skandal Korupsi Bansos Rp 92,4 Miliar di Lampung: Dana Petani Tebu Diduga Disalahgunakan

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Lampung – Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Provinsi Lampung. Kali ini, jumlahnya fantastis: Rp 92,4 miliar! Dana yang seharusnya membantu petani tebu justru diduga masuk ke kantong segelintir orang. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) resmi melaporkan skandal ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) […]

  • Pohon Beringin Tumbang di Pemalang, 2 Tewas dan Belasan Luka

    Pohon Beringin Tumbang di Pemalang, 2 Tewas dan Belasan Luka

    • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Pemalang, — Tragedi mewarnai perayaan Idul Fitri di Alun-Alun Pemalang. Sebuah pohon beringin besar tumbang saat ribuan jamaah melaksanakan sholat Idul Fitri pada Senin (31/3) pukul 06.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua dalam kondisi kritis, dan 15 lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Kabupaten Pemalang segera bertindak dengan mengevakuasi korban serta menginvestigasi […]

  • Kemenkes Tegur Rumah Sakit Gunakan Alat Kesehatan Tak Layak

    Kemenkes Tegur Rumah Sakit Gunakan Alat Kesehatan Tak Layak

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan akan menegur rumah sakit yang terbukti menggunakan alat kesehatan tidak layak. Kebijakan ini muncul setelah kasus di sebuah rumah sakit daerah menimbulkan kekhawatiran publik karena mengancam keselamatan pasien. Kemenkes Tegaskan Pentingnya Standar Alat Kesehatan Jakarta, Battikpost.site — Kemenkes menyatakan komitmen untuk menindak tegas rumah sakit yang lalai menjaga standar pelayanan kesehatan. […]

expand_less