Breaking News
light_mode

Dinas Perpustakaan Tubaba Siapkan Lomba Menggambar Tokoh Lokal

  • account_circle orba battik
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat menyiapkan Lomba Menggambar Tokoh Tubaba melalui kolaborasi dengan seniman nasional dan komunitas lokal. Kegiatan ini membuka ruang literasi seni, memperkuat identitas daerah, serta melibatkan peserta lintas usia dari TK hingga masyarakat umum.


Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Literasi Seni

Tubaba, Battikpost.site — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mendorong penguatan literasi melalui pendekatan kreatif. Salah satu upaya tersebut muncul melalui rencana Lomba Menggambar Tokoh Tubaba.

Dinas menggandeng Sanggar Piramida dan Kelompok Sadar Wisata Tubaba dalam perencanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan ruang literasi seni yang inklusif dan partisipatif.

Forum diskusi membahas konsep kegiatan secara luring dan daring. Seluruh pihak menyatukan pandangan agar lomba memiliki dampak budaya jangka panjang.

Diskusi tersebut melibatkan unsur pemerintah, seniman, serta komunitas kreatif lokal. Pendekatan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem seni daerah.

Diskusi Hybrid Libatkan Seniman Nasional

Forum diskusi menghadirkan jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba. Restu selaku Sekretaris Dinas hadir langsung dalam pembahasan tersebut.

Muhammad Yusuf selaku Kepala Bidang Pembinaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Pengarsipan juga mengikuti diskusi. Keduanya menyampaikan arah kebijakan literasi daerah.

Seniman lukis nasional Pungky Purbowo hadir sebagai perwakilan Sanggar Piramida. Kehadirannya memperkuat dimensi artistik dan nasional dalam kegiatan tersebut.

Wawan Hidayat selaku Sekretaris Pokdarwis Tubaba turut hadir secara langsung. Ia menyampaikan pandangan dari perspektif pariwisata dan budaya.

Sementara itu, Wawan Wibowo dari Rumah Badik Tubaba dan Ahmad Harianto dari DPMPTSP Tubaba mengikuti diskusi secara virtual. Keduanya memberikan dukungan konseptual terhadap kegiatan.

Literasi Budaya Melalui Seni Visual

Restu menegaskan bahwa literasi tidak hanya berfokus pada teks tertulis. Ia memandang seni visual sebagai medium edukatif yang penting.

“Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis. Seni visual adalah bagian penting dari literasi budaya. Melalui lomba ini, tokoh-tokoh lokal Tubaba bisa dikenali dan diarsipkan lewat karya masyarakat,” ujarnya.

Pandangan tersebut memperluas pemahaman literasi dalam konteks budaya daerah. Dinas ingin menghadirkan pendekatan yang relevan dengan perkembangan masyarakat.

Selain itu, Restu menekankan pentingnya pengarsipan berbasis visual. Karya seni mampu merekam identitas daerah secara lebih hidup.

Kegiatan Terbuka untuk Semua Kalangan

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba menegaskan sifat inklusif kegiatan ini. Ia menyebut semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi.

“Peserta tidak harus seniman atau pelukis profesional. Siapa pun yang memiliki minat menggambar, dari anak-anak hingga masyarakat umum, berhak ikut dan berekspresi,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa lomba tidak membatasi kemampuan teknis. Panitia mendorong ekspresi bebas sesuai imajinasi peserta.

Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan keberanian berkarya. Anak-anak dan masyarakat umum mendapat ruang aman untuk berekspresi.

Karya Peserta Menjadi Arsip Visual Daerah

Muhammad Yusuf menyoroti nilai strategis hasil lomba bagi kearsipan daerah. Ia menilai karya peserta memiliki fungsi dokumentasi budaya.

“Karya peserta nantinya akan menjadi arsip visual daerah. Ini adalah bentuk dokumentasi budaya yang hidup dan relevan bagi generasi sekarang dan mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, arsip visual mampu merekam perspektif masyarakat terhadap tokoh lokal. Sudut pandang tersebut penting bagi sejarah budaya Tubaba.

Melalui lomba ini, arsip daerah tidak hanya berisi dokumen administratif. Arsip juga merekam ekspresi kreatif masyarakat.

Seni Inklusif sebagai Kekuatan Budaya

Pungky Purbowo menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan prinsip seni yang membumi.

“Seni tidak boleh eksklusif. Justru kekuatannya ada pada keberagaman ekspresi. Lomba ini membuka ruang bagi siapa saja untuk menafsirkan tokoh Tubaba dengan cara mereka sendiri,” ungkapnya.

Pungky juga menyampaikan komitmennya mendukung kegiatan secara konkret. Ia akan memberikan satu karya lukis koleksi pribadinya.

“Ini bentuk apresiasi dan pesan bahwa karya dari daerah memiliki nilai yang tinggi,” tambah Pungky.

Langkah tersebut memberikan motivasi tambahan bagi peserta. Kehadiran penghargaan khusus meningkatkan nilai simbolik lomba.

Dampak Budaya, Wisata, dan Ekonomi Kreatif

Wawan Hidayat menilai kegiatan ini berdampak luas bagi sektor pariwisata. Ia memandang seni sebagai fondasi penguatan identitas daerah.

“Seni dan budaya adalah fondasi wisata. Ketika tokoh lokal diangkat melalui gambar, itu membangun cerita dan identitas Tubaba sebagai daerah yang kaya nilai,” ujarnya.

Cerita visual dari karya peserta dapat memperkaya narasi daerah. Narasi tersebut mendukung promosi wisata berbasis budaya.

Wawan Wibowo dari Rumah Badik Tubaba menyoroti pentingnya ruang kreatif komunitas. Ia menilai kegiatan ini relevan bagi generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah tumbuhnya ekosistem seni dan budaya lokal yang sehat, terutama bagi generasi muda,” katanya.

Dukungan Penguatan Iklim Kreatif Daerah

Ahmad Harianto menyatakan dukungan dari sisi kebijakan daerah. Ia menilai kegiatan seni selaras dengan penguatan ekonomi kreatif.

“Kegiatan seni dan budaya adalah bagian dari penguatan iklim kreatif daerah. Ini sejalan dengan upaya mendorong sektor ekonomi kreatif dan citra positif Tubaba,” ujarnya.

Menurutnya, citra positif daerah berawal dari aktivitas budaya yang konsisten. Lomba ini menjadi contoh kolaborasi produktif lintas sektor.

Ruang Kreatif Lintas Generasi

Lomba Menggambar Tokoh Tubaba mengusung tema “Tokoh Tubaba dalam Goresan Imajinasi”. Panitia membuka kategori peserta dari TK hingga umum.

Seluruh peserta akan menerima piagam penghargaan. Pemenang akan memperoleh uang pembinaan dan piala khas Tubaba.

Panitia juga menyiapkan penghargaan khusus bagi karya terbaik. Skema ini mendorong kualitas dan semangat berkarya.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba berharap kegiatan ini berkelanjutan. Lomba ini diharapkan memperkuat identitas lokal melalui bahasa visual yang inklusif dan kreatif. (Wawan).

  • Penulis: orba battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopdar URC Legend Bahas Konsolidasi Organisasi dan Agenda Sosial Ramadhan

    Kopdar URC Legend Bahas Konsolidasi Organisasi dan Agenda Sosial Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Komunitas URC Legend menggelar kopi darat pada Sabtu, 27 Desember 2025, di kediaman Babe Agus, Bandar Lampung. Forum musyawarah ini melibatkan pengurus dan anggota untuk membahas konsolidasi organisasi, evaluasi keanggotaan, serta agenda sosial Ramadhan guna memperkuat kekompakan dan arah program komunitas. Kopdar URC Legend Perkuat Konsolidasi Internal Bandar Lampung, Battikpost.site — Kopdar URC Legend berlangsung […]

  • Posko Kewaspadaan Bencana GAK Berdiri di Bakauheni

    Posko Kewaspadaan Bencana GAK Berdiri di Bakauheni

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Karang Taruna Provinsi Lampung mendirikan Posko Kewaspadaan Bencana GAK di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (12/9). Langkah ini melanjutkan aksi kemanusiaan organisasi tersebut setelah sepekan membagikan masker kepada warga yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Karang Taruna Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lampung Selatan, Battikpost.site — Karang Taruna Provinsi Lampung memperluas upaya penanganan dampak […]

  • Nadiem Diperiksa 9 Jam Soal Korupsi Digitalisasi Pendidikan

    Nadiem Diperiksa 9 Jam Soal Korupsi Digitalisasi Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Jakarta, Battik Post – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim selesai menjalani pemeriksaan selama sembilan jam di Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi digitalisasi pendidikan periode 2019–2022. Ia keluar dari Gedung Bundar Kejagung pada Selasa (15/7) pukul 18.07 WIB, setelah hadir sejak pukul 09.00 WIB. “Saya baru saja selesai panggilan kedua saya dan saya ingin […]

  • JMSI Lampung Ajak Tubaba Kembangkan Wisata Budaya Penggerak Ekonomi

    JMSI Lampung Ajak Tubaba Kembangkan Wisata Budaya Penggerak Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    JMSI Lampung mengajak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mengembangkan wisata budaya sebagai penggerak ekonomi daerah. Gagasan tersebut muncul dalam audiensi di Kantor Pemkab Tubaba, Selasa (21/7/2026), sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata dan memperluas promosi potensi lokal. JMSI Lampung Dorong Pengembangan Wisata Budaya Tubaba, Battikpost.site — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung mendorong Pemerintah Kabupaten Tulang […]

  • Anggaran Berkurang Rp184 Miliar, Pemkab Pringsewu Tetap Bangun

    Anggaran Berkurang Rp184 Miliar, Pemkab Pringsewu Tetap Bangun

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten di Kabupaten Pringsewu menghadapi anggaran berkurang Rp184 miliar pada 2026. Namun, pemerintah daerah tetap menjalankan pembangunan, memperbaiki jalan secara bertahap, dan menyerap aspirasi warga melalui Safari Ramadan di Kecamatan Pardasuka. Kondisi Anggaran Daerah Tahun 2026 Pringsewu, Battikpost.site — Pemerintah Kabupaten Pringsewu menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Nilainya mencapai Rp184 miliar pada […]

  • Samsung SFT 2025 Angkat Tema Sport Tech dan Environment

    Samsung SFT 2025 Angkat Tema Sport Tech dan Environment

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Bandung , BattikPost.Site – Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 kini memasuki babak semifinal. Ajang ini hadir bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah transformatif yang mendorong generasi muda berinovasi. Peserta mengidentifikasi tantangan nyata di komunitas mereka, lalu memanfaatkan pendekatan STEM untuk menciptakan solusi kreatif yang memberi dampak positif. Sebanyak 80 tim lolos ke semifinal. Mereka terbagi ke […]

expand_less