Breaking News
light_mode

Ketua Dewan Pers Desak Pemerintah Bantu Industri Media yang Tertekan Disrupsi Digital

  • account_circle orba battik
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • print Cetak

Battikpost.site, Jakarta — Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap krisis yang melanda industri media akibat disrupsi digital. Dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, ia menyoroti pentingnya dukungan terhadap keberlangsungan bisnis media, kesejahteraan jurnalis, serta independensi ruang redaksi.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menyelamatkan industri media nasional yang saat ini tengah tertekan oleh gelombang disrupsi digital dan dominasi platform media sosial.

Dalam sambutannya di peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (3/5/2025), Ninik menyatakan keprihatinannya atas kondisi media konvensional yang terus kehilangan porsi belanja iklan, mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), dan menghadapi tantangan serius terhadap independensi redaksional.

Kami meminta pemerintah memberikan atensi sungguh-sungguh terhadap kondisi media saat ini. Bukan hanya soal bisnisnya, tapi juga kesejahteraan dan keselamatan para jurnalis,” ujar Ninik di hadapan para pelaku media, akademisi, dan masyarakat sipil.

Ia mengkritik pola kerja sama antara pemerintah dan media yang selama ini dianggap tidak adil. Menurutnya, anggaran komunikasi publik pemerintah lebih banyak dialokasikan kepada media sosial dan para kreator digital, meninggalkan media konvensional dalam situasi sulit.

Kalau saya boleh meminta, ubah cara bekerja sama. Jangan hanya menggunakan biaya iklan untuk media sosial atau YouTuber. Alokasikan juga anggaran untuk media konvensional. Tapi dengan catatan penting: beritanya jangan dibeli,” tegasnya.

Ninik menekankan bahwa media harus tetap memegang prinsip independensi dan tidak tunduk pada tekanan ekonomi maupun kepentingan politik. Ia juga mengingatkan agar tidak ada perlakuan istimewa kepada media yang menyajikan narasi positif belaka demi menyenangkan penguasa.

Jangan ada media yang diberi label disukai karena hanya menyampaikan hal-hal yang bersifat kehumasan atau membangun citra. Media harus menyuarakan fakta, bukan jadi alat propaganda,” tambahnya.

Lebih jauh, Ninik menggarisbawahi pentingnya menjaga pemisahan antara ruang redaksi dan kepentingan bisnis. Ia menyerukan agar pemerintah membantu menjaga “pagar api” independensi redaksional dalam setiap bentuk kerja sama.

Pemerintah harus ikut menjaga pagar api. Pastikan bahwa kontrak atau kerja sama tidak mengintervensi isi berita, karena itu adalah suara rakyat,” ujarnya.

Kondisi pelik industri media semakin terlihat dari maraknya PHK terhadap jurnalis. Berdasarkan data dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), sebanyak 1.200 jurnalis kehilangan pekerjaan sepanjang 2023 hingga 2024. Fenomena ini tidak lepas dari pergeseran belanja iklan nasional yang kini lebih mengarah ke media digital.

Pada 2024, total belanja iklan nasional mencapai Rp107 triliun, dengan 44,1 persen di antaranya merupakan iklan digital. Ironisnya, 75 hingga 80 persen dari iklan digital tersebut justru diserap oleh platform global seperti Meta dan Google, bukan media lokal.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, Wisnu Prasetya Utomo, menilai disrupsi digital ini telah memutus rantai antara media dan audiens.

Mereka melakukan bypass terhadap media. Ini membuat pergeseran iklan terjadi secara dramatis,” jelas Wisnu.

Ia menambahkan, media tidak bisa dibiarkan menghadapi tantangan ini sendirian. Diperlukan dukungan regulasi yang berpihak serta insentif pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil.

Media perlu didukung agar bisa memperoleh porsi iklan yang proporsional. Tapi mereka juga harus mulai mengembangkan strategi pendapatan alternatif, seperti sistem langganan dan hibah, agar tidak bergantung sepenuhnya pada iklan,” ujarnya. (Redaksi).

  • Penulis: orba battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Turunkan Harga BBM Mulai 1 Juni 2025, Pertamax & Dexlite Kini Lebih Terjangkau

    Pertamina Turunkan Harga BBM Mulai 1 Juni 2025, Pertamax & Dexlite Kini Lebih Terjangkau

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai Sabtu, 1 Juni 2025. Penyesuaian ini berlaku secara nasional di seluruh SPBU Pertamina dan merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam menyesuaikan harga dengan kondisi pasar global sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina terbaru […]

  • Paradoks Stok Beras: Klaim Surplus 9,3 Juta Ton, Harga di Pasar Justru Meroket

    Paradoks Stok Beras: Klaim Surplus 9,3 Juta Ton, Harga di Pasar Justru Meroket

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

      JAKARTA, BattikPost Site – Pasar beras di Indonesia tengah menghadapi anomali. Pemerintah mengklaim akan terjadi surplus beras nasional hingga 9,3 juta ton pada akhir 2025. Bahkan, di pertengahan tahun ini surplus tercatat sebesar 3,6 juta ton. Namun kenyataannya, harga beras di pasar justru melonjak tajam, sementara rak-rak di ritel modern banyak yang kosong. Stok […]

  • Waspada! Pagi Hari Jadi Waktu Rawan Serangan Stroke, Kenali Gejala dan Pemicunya

    Waspada! Pagi Hari Jadi Waktu Rawan Serangan Stroke, Kenali Gejala dan Pemicunya

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Jakarta, BattikPost  Site – Stroke merupakan salah satu kondisi medis darurat yang dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Penyakit ini terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Jika suplai oksigen terhenti meski hanya beberapa menit, kerusakan otak permanen bisa terjadi. Para ahli menegaskan […]

  • Kasus Penipuan Rp1,45 Miliar Mailindawati Masuki Babak Baru di Polres Lampung Selatan

    Kasus Penipuan Rp1,45 Miliar Mailindawati Masuki Babak Baru di Polres Lampung Selatan

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Kasus penipuan Rp1,45 miliar yang menjerat Mailindawati, warga Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, kini berlanjut ke tahap mediasi di Polres Lampung Selatan. Setelah menanti kejelasan selama beberapa bulan, korban akhirnya menerima surat resmi perkembangan penyelidikan dari Satreskrim Polres Lampung Selatan. Perkembangan Kasus Penipuan Mailindawati Lampung Selatan, Battikpost.site — Kasus penipuan Rp1,45 miliar yang melibatkan Mailindawati […]

  • Pohon Tumbang Nyaris Timpa Rumah Warga, BPBD dan PLN Sigap Bertindak

    Pohon Tumbang Nyaris Timpa Rumah Warga, BPBD dan PLN Sigap Bertindak

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Kemiling, 30 Juni 2025 – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kemiling pada Senin siang (30/6) menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan nyaris menimpa rumah warga. Dahan pohon sempat mengenai kabel listrik milik PLN, menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya lebih lanjut. Warga sekitar langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Tak lama […]

  • Ketua Umum GASPOOL Lampung : Dilema Besar Transportasi Online di Indonesia , Kemitraan atau Ketenagakerjaan?

    Ketua Umum GASPOOL Lampung : Dilema Besar Transportasi Online di Indonesia , Kemitraan atau Ketenagakerjaan?

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandar Lampung (09/03/25) – Belakangan ini, perdebatan mengenai status hukum pengemudi transportasi online kembali memanas. Isu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online (taxol) menjadi sorotan setelah aksi unjuk rasa yang digelar oleh Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) bersama organisasi lainnya di Jakarta pada 17 Februari 2025. Merespons […]

expand_less