DLH Bandar Lampung Tangani Dugaan Air Lindi TPA Bakung
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

DLH Bandar Lampung bergerak cepat menindaklanjuti dugaan air lindi TPA Bakung yang menggenangi kebun warga. Instansi ini menyiapkan langkah verifikasi lapangan, uji laboratorium, serta penanganan teknis guna memastikan sumber masalah dan melindungi lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Respons Cepat DLH atas Keluhan Warga
BANDAR LAMPUNG, Battikpost.site — Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung merespons laporan warga terkait genangan air berwarna gelap. Genangan itu muncul di sejumlah kebun di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Bakung.
Warga mengeluhkan bau menyengat dari air tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap tanaman dan sumber air bersih. DLH langsung menjadikan laporan ini sebagai prioritas penanganan.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, apalagi jika sudah berdampak pada kebun dan aktivitas warga. DLH tidak akan tinggal diam. Kami pastikan keluhan ini menjadi perhatian serius,” ujar perwakilan DLH Kota Bandar Lampung.
DLH menilai situasi ini membutuhkan tindakan cepat dan terukur. Instansi tersebut berkomitmen menjaga kualitas lingkungan di sekitar TPA Bakung.
Langkah Awal: Verifikasi Lapangan dan Uji Sampel
DLH segera mengerahkan tim ke lokasi terdampak. Tim akan memeriksa kondisi genangan secara langsung. Petugas juga akan memetakan titik genangan di area kebun warga.
Selain itu, tim akan menelusuri aliran air yang masuk ke lahan tersebut. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi sumber genangan secara akurat.
DLH juga menyiapkan pengambilan sampel air. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium. Pengujian akan menentukan kandungan air secara ilmiah.
“Yang paling penting adalah memastikan data dan hasil uji secara objektif. Setelah itu baru dilakukan langkah teknis yang tepat. Namun yang jelas, penanganan akan segera dilakukan,” lanjutnya.
Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar kebijakan. DLH akan menentukan langkah lanjutan berdasarkan data tersebut.
Program Penanganan Jangka Pendek dan Panjang
- Penguatan Sistem di TPA Bakung
DLH terus memperkuat pengawasan landfill di TPA Bakung. Instansi ini menjaga sistem pengelolaan sampah tetap berjalan optimal. DLH juga meningkatkan pengendalian air lindi.
Pemerintah kota menargetkan perbaikan sistem secara bertahap. Fokus utama berada pada pencegahan kebocoran air lindi ke lingkungan sekitar.
DLH juga merencanakan pengadaan membran filter pada 2026. Teknologi ini berfungsi menyaring limbah cair sebelum keluar dari area TPA.
- Pengembangan Program Energi dari Sampah
DLH menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Program ini dikenal sebagai PSEL. Pemerintah kota telah menjalin kerja sama dengan Danantara Pusat.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman pada November 2025. Program ini bertujuan mengubah sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern.
PSEL tidak hanya mengurangi volume sampah. Program ini juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
DLH ingin mengubah paradigma pengelolaan sampah. Sistem tidak lagi berfokus pada pembuangan akhir saja. Pemerintah juga mendorong nilai ekonomi dari pengolahan sampah.
Rencana TPA Terpusat di Kota Baru
DLH merancang pembangunan TPA terpusat di wilayah Kota Baru. Fasilitas ini akan menampung sampah dari beberapa daerah di Provinsi Lampung.
Pemerintah menargetkan pembangunan dimulai pada 2027. Operasional direncanakan berjalan pada awal 2028.
TPA ini akan menggunakan teknologi modern. Sistem tersebut meliputi daur ulang dan konversi sampah menjadi energi listrik.
Keberadaan TPA terpusat diharapkan mengurangi beban TPA Bakung. Selain itu, fasilitas ini meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah regional.
Langkah Teknis Jika Terbukti Bersumber dari TPA
DLH menyiapkan langkah teknis jika hasil uji menunjukkan keterkaitan dengan TPA Bakung. Instansi akan melakukan normalisasi saluran air.
Petugas juga akan memperbaiki jalur aliran air. DLH akan membangun tanggul untuk mencegah limpasan ke lahan warga.
Selain itu, DLH akan meningkatkan sistem pengendalian air lindi. Tujuannya agar limbah tidak keluar dari area TPA.
Langkah-langkah tersebut akan dilakukan secara cepat. DLH menargetkan penanganan efektif dan berkelanjutan.
“Kondisi cuaca belakangan memang cukup ekstrem. Tapi apapun penyebabnya, DLH akan memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan. Kami akan mencari solusi cepat dan permanen,” tegasnya.
DLH juga mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi dapat meningkatkan volume genangan air.
Perhatian pada Dampak Kesehatan Warga
DLH menggandeng Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Kerja sama ini bertujuan melindungi warga dari dampak lingkungan.
Instansi akan melakukan sosialisasi kesehatan. Edukasi tentang pola hidup bersih juga akan diberikan kepada masyarakat.
Petugas kesehatan akan mendorong pemeriksaan rutin bagi warga. Langkah ini memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau.
DLH menilai aspek kesehatan sebagai prioritas utama. Penanganan lingkungan harus sejalan dengan perlindungan masyarakat.
Komitmen Transparansi dan Pelibatan Masyarakat
DLH membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Warga dapat melaporkan kondisi lapangan secara langsung.
Instansi juga mengajak masyarakat ikut memantau lingkungan. Peran aktif warga dinilai penting dalam pengawasan.
DLH mengimbau warga tetap tenang. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan dampak lanjutan.
“Kami hadir untuk melindungi lingkungan dan masyarakat. DLH akan berupaya maksimal agar persoalan ini segera menemukan jalan keluar,” tutup DLH. (Heru).
- Penulis: Admin


