Babinsa Segalamider Pimpin Warga Bersihkan Puing Rumah Rusak
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Babinsa Segalamider bersihkan puing rumah warga setelah hujan deras disertai angin kencang merusak pagar dan kanopi rumah di Kelurahan Segalamider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/3/2026). Aparat dan warga bergerak cepat memulihkan lingkungan.
Hujan Deras Rusak Rumah Warga Segalamider
Bandar Lampung, Battikpost.site — Hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat sore, 6 Maret 2026. Intensitas hujan cukup tinggi. Angin kencang turut menyertai hujan tersebut.
Cuaca ekstrem itu memicu kerusakan pada rumah milik Angga. Ia tinggal di Jalan P. Polem Gang Sawo 2. Wilayah tersebut berada di Kelurahan Segalamider, Kecamatan Tanjungkarang Barat.
Derasnya hujan membuat pagar rumah roboh. Kanopi rumah juga ikut rusak. Struktur bangunan tersebut tidak mampu menahan terpaan angin yang kuat.
Material pagar dan kanopi kemudian jatuh ke sekitar halaman rumah. Puing bangunan berserakan di area sekitar rumah warga tersebut.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar. Puing yang berserakan dapat mengganggu aktivitas warga. Selain itu, material bangunan juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Karena itu, warga sekitar segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kewilayahan setempat.
Babinsa Segalamider Bersihkan Puing Rumah Bersama Warga
Aparat kewilayahan merespons laporan warga dengan cepat. Babinsa Kelurahan Segalamider dari Koramil 410-05/TKP, Peltu Nurdin, segera mendatangi lokasi kejadian.
Ia melihat langsung kondisi rumah yang mengalami kerusakan. Selain itu, ia memeriksa puing pagar dan kanopi yang berserakan di sekitar rumah.
Peltu Nurdin kemudian menginisiasi kegiatan pembersihan. Ia mengajak aparat kelurahan serta warga setempat untuk melakukan kerja bakti.
Kegiatan gotong royong berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026. Warga mulai berkumpul sekitar pukul 15.30 WIB.
Peltu Nurdin memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia bekerja bersama warga untuk membersihkan puing bangunan.
Lurah Segalamider, Bangun Bangsawan, S.STP., M.Si., juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia turut membantu proses pembersihan bersama masyarakat.
Selain itu, Ketua Lingkungan ikut berpartisipasi. Para Ketua RT juga mendukung kegiatan tersebut.
Anggota Linmas ikut bergabung dalam kerja bakti tersebut. Warga sekitar rumah Angga juga ikut membantu proses pembersihan.
Semua pihak bekerja sama untuk mengangkut material bangunan yang rusak.
Aparat dan Warga Bahu-Membahu Angkut Puing
Puing pagar dan kanopi berserakan di sekitar halaman rumah. Material tersebut terdiri dari rangka besi, potongan seng, dan pecahan bagian bangunan.
Kondisi tersebut dapat membahayakan warga. Anak-anak dan pengguna jalan berpotensi terkena material yang tajam.
Karena itu, aparat dan warga bergerak cepat membersihkan lokasi. Mereka mengangkat puing satu per satu.
Sebagian warga mengumpulkan material di satu titik. Warga lainnya mengangkut puing ke tempat yang aman.
Kerja sama tersebut membuat proses pembersihan berjalan lebih cepat. Semua pihak bekerja dengan semangat gotong royong.
Di sela kegiatan, Peltu Nurdin menyampaikan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat.
“Kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman dan membantu kesulitan warga. Ketika ada musibah seperti ini, kita harus cepat tanggap. Ini bukan hanya tugas saya sebagai Babinsa, tetapi juga panggilan hati untuk membantu sesama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan peran Babinsa dalam kehidupan masyarakat. TNI tidak hanya menjaga keamanan wilayah.
Namun, TNI juga membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan.
Pembersihan Selesai dalam Dua Jam
Kerja bakti berlangsung dengan lancar. Aparat dan warga bekerja tanpa henti selama kegiatan berlangsung.
Kerja sama yang baik membuat proses pembersihan berjalan efektif. Puing bangunan berhasil diangkut secara bertahap.
Dalam waktu sekitar dua jam, seluruh material bangunan berhasil dipindahkan. Area sekitar rumah kembali bersih.
Pada pukul 17.35 WIB, lokasi kejadian sudah tertata kembali. Warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Situasi lingkungan juga kembali kondusif. Tidak ada lagi material berbahaya yang tersisa di lokasi tersebut.
Lurah Segalamider Apresiasi Respons Cepat Babinsa
Lurah Segalamider, Bangun Bangsawan, memberikan apresiasi terhadap respons cepat Babinsa. Ia menilai langkah tersebut sangat membantu masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Babinsa mempercepat penanganan dampak musibah yang terjadi di lingkungan warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Nurdin yang selalu hadir di tengah masyarakat. Respons cepat beliau sangat membantu warga dan mempercepat pemulihan lingkungan setelah kejadian ini,” katanya.
Ia juga menilai semangat gotong royong warga sangat kuat. Warga segera membantu ketika salah satu tetangga mengalami musibah.
Kerja sama antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan kejadian tersebut.
Gotong Royong Perkuat Sinergi Aparat dan Masyarakat
Kegiatan pembersihan tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Babinsa, aparat kelurahan, serta warga bekerja dalam satu tujuan yang sama. Mereka ingin memulihkan kondisi lingkungan secepat mungkin.
Semangat gotong royong juga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Warga saling membantu tanpa menunggu perintah.
Kondisi tersebut menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi di lingkungan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan kedekatan antara TNI dan masyarakat. Babinsa hadir langsung membantu warga yang terkena musibah.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat memberikan rasa aman. Warga juga merasa terbantu ketika menghadapi kondisi darurat.
Karena itu, kerja sama seperti ini menjadi contoh positif bagi lingkungan masyarakat lainnya.
Sinergi antara aparat dan warga juga memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan.
Melalui semangat kebersamaan, masyarakat mampu menghadapi berbagai situasi sulit.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
- Penulis: Orba Battik


