Bupati Pringsewu Buka Bimtek Pencegahan Kekerasan di SD
- account_circle AR
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka Bimtek pencegahan kekerasan, perundungan, dan intoleransi bagi kepala SD negeri serta swasta di Hotel Urban Pringsewu, Senin (12/10/2026).
Pemkab Pringsewu Perkuat Perlindungan Anak
Pringsewu, Battikpost.site — Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Bimbingan Teknis Pendampingan, Penanganan, dan Pencegahan Kekerasan, Perundungan, serta Intoleransi Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Urban Pringsewu. Para kepala sekolah dasar negeri dan swasta mengikuti kegiatan tersebut.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka kegiatan tersebut. Pemerintah daerah menghadirkan unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas P3AP2KB, Kepolisian, serta Kejaksaan sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Riyanto menyoroti persoalan perundungan atau bullying. Menurutnya, perundungan dapat muncul dalam berbagai bentuk di lingkungan anak.
Perundungan dapat berupa ejekan, pengucilan, kekerasan fisik, hingga tindakan melalui media sosial. Riyanto meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Perundungan Berdampak pada Kesehatan Mental
Riyanto menilai sebagian masyarakat masih menganggap perundungan sebagai candaan atau kenakalan biasa. Padahal, persoalan tersebut berkaitan erat dengan kesehatan mental anak.
Ia kemudian menyampaikan data mengenai kondisi kesehatan mental berbagai generasi. Data tersebut menunjukkan angka yang lebih tinggi pada generasi yang lebih muda.
Baca Juga Terbaru
“Artinya, masalah kesehatan mental pada Gen Alpha 3,2 kali lebih tinggi dibanding Gen X. Gen Alpha adalah anak-anak kita hari ini, mulai dari usia PAUD hingga SD dan SMP. Mereka tumbuh bersama gawai dan media sosial dengan tekanan yang berbeda dari masa kecil kita. Jika kita tidak hati-hati, perundungan, baik di sekolah maupun di dunia maya, dapat memperberat kondisi ini.
Dari sisi psikologis, berdasarkan berbagai penelitian, dampak perundungan tidak berhenti di masa sekolah, tetapi menurut seorang ilmuwan psikologi bernama Erik Erikson bahwa anak usia 6 sampai 12 tahun berada pada tahap mampu versus minder,” Jelasnya.
Bupati menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi anak. Ia menggambarkan kedua pihak tersebut seperti busur yang mengarahkan anak menuju masa depan.
Baca Juga Berita Populer
Menurut Riyanto, berbagai pihak harus memperkuat peran tersebut. Sekolah, keluarga, pemerintah, dan lingkungan sosial perlu membangun perlindungan bersama.
Pelatihan Dorong Respons Pendidikan
Riyanto menilai pelatihan memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan pengasuhan dan pembelajaran masa kini. Guru dan pihak terkait perlu meningkatkan kemampuan dalam merespons persoalan anak.
Ia juga mengajak seluruh pihak membangun lingkungan pendidikan yang aman. Pemerintah Kabupaten Pringsewu menargetkan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.
Riyanto berharap anak-anak Pringsewu tumbuh sebagai generasi yang sehat dan cerdas. Ia juga ingin anak-anak memiliki akhlak mulia serta mampu saling menghargai.
Bimtek Perkuat Perlindungan Anak
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Iswanto, S.Pd. menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Iswanto, kegiatan itu bertujuan menciptakan perlindungan anak sesuai aturan perundang-undangan. Kegiatan tersebut juga mendorong lingkungan pendidikan yang mampu melindungi anak dari kekerasan.
Selain itu, pemerintah ingin memastikan pemenuhan hak-hak anak di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai mekanisme pencegahan kekerasan.
Mekanisme tersebut mencakup pencegahan perundungan dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Sekolah mendapat peran penting dalam menjalankan langkah pencegahan tersebut.
Iswanto berharap para kepala sekolah memahami materi yang disampaikan selama kegiatan. Mereka kemudian dapat menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi masing-masing sekolah.
Hadirkan Sejumlah Pejabat
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pringsewu turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan perhatian pemerintah terhadap perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dra. Titik Puji Lestari. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Supriyanto juga menghadiri kegiatan tersebut.
Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu turut mengikuti kegiatan. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di sekolah.
Melalui Bimtek pencegahan kekerasan, Pemkab Pringsewu mendorong sekolah membangun lingkungan belajar yang aman. Langkah tersebut sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan positif.
- Penulis: AR
- Editor: Admin




