Polisi Gerebek Gubuk Sabu di Gunung Sugih, Tiga Pelaku Kabur
- account_circle orba battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Polisi gerebek gubuk sabu di Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jumat sore, 24 April 2026. Petugas menemukan alat hisap, timbangan digital, dan plastik klip. Tiga pria kabur ke arah sungai saat aparat datang dan kini masih dicari.
Polisi Bongkar Lokasi Diduga Tempat Pesta Sabu
Lampung Tengah, Battikpost.site — Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah menggerebek sebuah gubuk di wilayah Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat, 24 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Petugas menduga gubuk itu menjadi lokasi pesta narkoba. Polisi juga menduga tempat tersebut dipakai untuk transaksi sabu.
Aparat bergerak setelah menerima laporan warga. Masyarakat merasa resah karena aktivitas di lokasi itu terlihat mencurigakan.
Warga menilai sejumlah orang sering datang dan berkumpul di area tersebut. Mereka menduga aktivitas itu berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Kasat Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah, Iptu Tekun Ibadata, S.I.K., M.H mewakili Kapolres AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H menyampaikan pihaknya segera menindaklanjuti laporan itu.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, lokasi tersebut diduga menjadi tempat pesta narkoba sekaligus lokasi transaksi. Kami langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan,” ujar Kasat Narkoba, Sabtu (25/4/2026).
Langkah cepat itu menunjukkan respons kepolisian terhadap keluhan warga. Polisi menilai informasi masyarakat sangat penting dalam pengungkapan kasus narkoba.
Petugas Temukan Sejumlah Barang Bukti
Saat tim tiba di lokasi, gubuk sudah kosong. Namun, kondisi sekitar menunjukkan kegiatan baru saja berlangsung.
Petugas lalu memeriksa area dalam dan sekitar bangunan. Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Barang bukti pertama berupa satu bundel plastik klip bening ukuran besar. Polisi juga menemukan tiga bundel plastik klip ukuran sedang.
Selain itu, petugas menyita empat alat hisap sabu atau bong. Polisi juga mengamankan empat pipa kaca pirek.
Petugas berikutnya menemukan dua buah sekop kecil. Polisi lalu mengamankan tiga sumbu api.
Di lokasi yang sama, aparat menemukan tiga unit timbangan digital. Barang tersebut kerap dipakai untuk menakar barang terlarang secara presisi.
Temuan barang bukti itu memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut tidak sekadar tempat berkumpul biasa. Polisi menduga aktivitas di sana berlangsung berulang.
Barang bukti itu kini berada dalam penguasaan penyidik. Polisi akan memakai barang tersebut untuk kebutuhan penyelidikan lanjutan.
HT Diduga Dipakai Memantau Jalur Masuk
Selain alat terkait sabu, polisi juga menyita satu unit handy talky atau HT.
Aparat menduga alat komunikasi itu dipakai jaringan pelaku untuk mengawasi situasi sekitar lokasi.
“HT ini kami duga digunakan oleh bandar atau jaringan mereka untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ditempatkan di jalur akses menuju lokasi. Fungsinya untuk memantau situasi dan memberikan peringatan jika ada orang asing atau petugas datang,” tambahnya.
Dugaan itu menunjukkan pola kerja yang tersusun. Polisi menilai ada sistem pengawasan untuk mengamankan aktivitas di lokasi tersebut.
Dengan sistem itu, pelaku bisa mengetahui pergerakan orang yang masuk. Mereka juga bisa menyiapkan langkah melarikan diri.
Baca Juga Terbaru
Tiga Orang Kabur ke Arah Sungai
Dalam penggerebekan itu, petugas sempat melihat tiga orang di sekitar lokasi.
Saat polisi mendekat, ketiganya langsung melarikan diri. Mereka kabur menuju sungai di belakang gubuk.
“Pada saat kami datang, ada tiga orang yang melarikan diri dengan cara menyeberangi sungai. Kami langsung melakukan pengejaran, dan hingga saat ini mereka masih dalam proses pencarian,” ungkap Tekun.
Petugas langsung mengejar para pelaku. Namun, ketiganya berhasil lolos dari kejaran saat itu.
Polisi kini terus memburu identitas dan keberadaan mereka. Penyidik juga mengembangkan informasi dari barang bukti yang ditemukan.
Aparat menduga para pelaku mengetahui kedatangan petugas lebih dulu. Dugaan itu sejalan dengan temuan alat komunikasi di lokasi.
Jika informasi masuk lebih cepat, pelaku memiliki waktu untuk kabur. Karena itu, polisi mendalami kemungkinan adanya penjaga jalur masuk.
Polisi Robohkan Gubuk di Lokasi
Setelah penggerebekan selesai, petugas merobohkan gubuk tersebut.
Langkah itu bertujuan mencegah lokasi kembali dipakai untuk kegiatan serupa. Polisi ingin memutus pemanfaatan tempat itu sebagai sarana penyalahgunaan narkoba.
“Tindakan ini kami lakukan agar lokasi tersebut tidak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan serupa di kemudian hari,” tegasnya.
Pembongkaran juga memberi pesan tegas kepada pelaku lain. Polisi tidak memberi ruang bagi tempat yang diduga menjadi pusat transaksi narkoba.
Penertiban lokasi semacam ini sering menjadi bagian penegakan hukum. Polisi berupaya menutup titik rawan yang berpotensi muncul kembali.
Polisi Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba
Kasat Narkoba menegaskan jajarannya akan terus meningkatkan penindakan. Fokus utama menyasar lokasi pesta maupun transaksi narkoba di Lampung Tengah.
“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Lampung Tengah. Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai perang melawan narkoba membutuhkan konsistensi. Penindakan tidak cukup dilakukan sekali saja.
Karena itu, kepolisian akan terus memantau wilayah rawan. Polisi juga akan menindak setiap informasi yang masuk dari masyarakat.
Polisi Minta Dukungan Warga
Tekun mengajak masyarakat ikut berperan aktif. Warga diminta tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya ini bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.
Partisipasi warga dinilai penting dalam pencegahan narkoba. Informasi dari lingkungan sekitar sering menjadi pintu awal pengungkapan kasus.
Polisi berharap kerja sama masyarakat terus meningkat. Dengan dukungan bersama, upaya memberantas narkoba dapat berjalan lebih efektif di Lampung Tengah.
- Penulis: orba battik



