Polda Lampung Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Pemicu Banjir
- account_circle orba battik
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Lampung mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem Lampung. Kondisi cuaca itu berpotensi memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Polda Lampung Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Lampung, Battikpost.site — Kepolisian Daerah Lampung mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan meningkat di berbagai wilayah. Kondisi tersebut memicu potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Ia meminta warga tetap berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah. Warga perlu memperhatikan kondisi cuaca, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
“Polda Lampung mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, maupun pohon tumbang,” ujar Yuni, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa curah hujan meningkat di sejumlah daerah di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana alam di beberapa wilayah rawan.
Selain itu, daerah dengan kondisi geografis tertentu memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Wilayah dekat aliran sungai atau daerah rendah berpotensi terdampak banjir.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan. Warga juga perlu memantau informasi cuaca secara berkala.
Warga di Daerah Rawan Diminta Pantau Informasi Cuaca
Polda Lampung meminta masyarakat aktif mengikuti informasi cuaca terbaru. Informasi tersebut dapat membantu warga mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar sungai atau daerah rawan banjir perlu memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan. Apabila kondisi memburuk, warga harus segera mencari lokasi yang lebih aman.
“Kami mengimbau warga yang berada di daerah rawan banjir atau di dekat sungai agar selalu memantau informasi cuaca dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika kondisi semakin berbahaya,” katanya.
Imbauan tersebut bertujuan mencegah risiko korban saat bencana terjadi. Warga perlu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Selain itu, masyarakat tidak perlu menunggu kondisi semakin parah sebelum mengambil langkah penyelamatan. Warga dapat melakukan evakuasi lebih awal jika situasi berpotensi membahayakan.
Hindari Aktivitas di Area Berisiko
Polda Lampung juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan berisiko tinggi saat hujan deras. Wilayah tersebut meliputi tebing, lereng perbukitan, serta area dekat aliran sungai.
Curah hujan tinggi dapat memicu longsor di kawasan perbukitan. Selain itu, arus sungai dapat meningkat secara tiba-tiba.
Karena itu, masyarakat harus mempertimbangkan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di area tersebut. Pencegahan dini dapat mengurangi risiko bencana.
Selain masyarakat umum, pengguna jalan juga harus meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras dapat menurunkan jarak pandang pengendara.
Kondisi jalan juga sering menjadi lebih licin saat hujan. Situasi tersebut meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Kami juga mengingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati di jalan saat hujan deras karena kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan,” lanjutnya.
Pengendara perlu menjaga kecepatan kendaraan. Selain itu, pengendara harus menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Langkah tersebut membantu mengurangi risiko kecelakaan saat kondisi cuaca buruk.
BMKG Prediksi Hujan Masih Berpotensi Terjadi
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi kondisi cuaca di Lampung masih berpotensi hujan. Hujan dapat terjadi dengan intensitas ringan hingga lebat.
Potensi hujan diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari. Kondisi tersebut dapat berlangsung di sebagian wilayah Lampung.
BMKG memprediksi kondisi cuaca umum berada pada kategori cerah berawan hingga berawan. Namun demikian, hujan tetap berpotensi terjadi di sejumlah daerah.
Selain itu, suhu udara di wilayah Lampung diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara mencapai 58 hingga 100 persen.
Kondisi kelembapan tinggi turut memengaruhi pembentukan awan hujan. Akibatnya, potensi hujan dapat meningkat dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan mendatang. Hujan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang.
Fenomena tersebut berkaitan dengan meningkatnya kelembapan atmosfer. Selain itu, pertumbuhan awan hujan juga meningkat di wilayah Lampung.
Polisi Siagakan Personel Antisipasi Bencana
Menanggapi kondisi tersebut, Polda Lampung menyiapkan langkah antisipasi. Kepolisian menyiagakan personel di berbagai wilayah.
Personel tersebut bertugas membantu masyarakat apabila bencana terjadi. Selain itu, polisi juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami telah menyiapkan personel di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan langkah mitigasi dan penanganan cepat jika terjadi bencana,” jelasnya.
Koordinasi tersebut bertujuan mempercepat penanganan saat bencana muncul. Selain itu, langkah mitigasi juga membantu mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.
Polda Lampung juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan. Warga dapat membantu dengan memantau kondisi lingkungan sekitar.
Apabila warga menemukan potensi bahaya, masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat setempat. Laporan tersebut membantu aparat mengambil langkah cepat.
Selain itu, warga juga dapat saling mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem Lampung.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami berharap warga tetap waspada dan saling mengingatkan agar potensi risiko bencana dapat diminimalkan,” pungkas mantan Kapolres Metro tersebut.
- Penulis: orba battik

