Breaking News
light_mode

Rere Abyasa Kenang Warisan Semangat Margaret Aliyatul Maimunah

  • account_circle Orba Battik
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak

Kabar wafat Margaret Aliyatul Maimunah pada Minggu, 1 Maret 2026, mengejutkan kader Fatayat NU di berbagai daerah. Rere Abyasa dari Jati Agung merasakan kehilangan mendalam sekaligus mengenang warisan semangat kepemimpinan yang menjangkau hingga tingkat kecamatan.


Kabar Duka yang Menggema di Kader Fatayat

Jakarta, Battikpost.site — Pagi itu terasa berbeda bagi kader Fatayat NU di banyak daerah. Kabar duka menyebar cepat melalui berbagai saluran komunikasi. Banyak kader langsung saling menghubungi.

Informasi menyebutkan wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah pada Minggu, 1 Maret 2026. Kabar itu memunculkan kesedihan mendalam di kalangan kader. Organisasi perempuan Nahdliyin ikut merasakan duka yang luas.

Sebagian orang memandang kabar tersebut sebagai duka organisasi. Namun sebagian kader merasakan kehilangan secara personal. Perasaan itu muncul karena kedekatan nilai perjuangan yang beliau tanamkan.

Rere Abyasa termasuk kader yang merasakan hal tersebut. Ia aktif sebagai host podcast komunitas di Jati Agung. Ia menyampaikan perasaan kehilangan dengan penuh ketenangan.

Beliau bukan hanya Ketua Umum. Beliau adalah arah, semangat, dan teladan,” ucap Rere pelan.

Semangat Kepemimpinan yang Terasa Hingga Kecamatan

Sebelumnya, Rere mengikuti diskusi santai bersama jajaran PAC Fatayat NU Jati Agung. Diskusi itu berlangsung dalam podcast komunitas yang membahas banyak isu perempuan. Percakapan berjalan hangat dan terbuka.

Para kader membahas pemberdayaan perempuan desa. Mereka juga membahas peran ibu dalam pendidikan anak. Selain itu, mereka menyoroti ketangguhan kader di tingkat desa.

Rere memperhatikan dinamika diskusi tersebut dengan seksama. Ia melihat keyakinan kuat dalam setiap pandangan kader. Semangat itu terlihat nyata dalam percakapan mereka.

Menurut Rere, energi itu tidak muncul secara tiba-tiba. Kepemimpinan yang kuat mendorong kader untuk bergerak. Visi organisasi memberi arah yang jelas bagi mereka.

Hari ini, Rere memahami pengaruh kepemimpinan tersebut secara lebih dalam. Ia merasakan dampak kepemimpinan pusat sampai tingkat kecamatan. Ia juga melihat kesinambungan semangat dalam gerakan kader.

Ketika saya podcast bersama PAC Fatayat, saya melihat semangat itu tumbuh. Dan sekarang saya sadar, itu adalah warisan kepemimpinan beliau,” tuturnya.

Kepemimpinan dari Organisasi hingga Kebijakan Nasional

Margaret Aliyatul Maimunah memimpin Fatayat NU pada periode 2022–2027. Ia membawa fokus kuat pada isu perempuan dan perlindungan anak. Program organisasi berkembang dalam berbagai bidang pemberdayaan.

Selain memimpin organisasi, ia juga memegang tanggung jawab nasional. Ia menjalankan amanah sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Peran tersebut menunjukkan kapasitas kader Fatayat dalam ruang publik.

Kehadiran kader Fatayat tidak hanya terlihat dalam organisasi. Mereka juga terlibat dalam pembahasan kebijakan nasional. Peran ini memperkuat kontribusi perempuan Nahdliyin bagi masyarakat.

Rere memandang hal tersebut sebagai pelajaran penting. Generasi muda melihat contoh nyata dari kepemimpinan perempuan. Mereka juga melihat keberanian tampil dalam ruang publik.

Namun, para kader tetap menjaga nilai pesantren. Tradisi keilmuan tetap menjadi dasar gerakan. Nilai itu terus hadir dalam berbagai aktivitas organisasi.

Jejak Keluarga dan Tradisi Keilmuan

Margaret Aliyatul Maimunah lahir dari keluarga yang dekat dengan sejarah organisasi. Ia merupakan cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Latar belakang ini membentuk perjalanan hidupnya.

Ia tumbuh dalam tradisi keilmuan pesantren. Lingkungan keluarga mengajarkan pengabdian kepada masyarakat. Nilai itu kemudian tampak dalam kepemimpinannya.

Banyak kader mengenal sosoknya sebagai pribadi sederhana. Ia juga dikenal tegas dalam mengambil sikap. Konsistensi menjadi ciri kepemimpinannya.

Kader Fatayat merasakan keberpihakan beliau pada perempuan dan anak. Sikap tersebut memberi inspirasi bagi gerakan organisasi. Banyak kader kemudian melanjutkan program pemberdayaan di daerah.

Kini, kabar wafatnya meninggalkan kesedihan besar. Namun kader tetap memegang nilai perjuangan yang telah tertanam. Mereka berusaha menjaga arah gerakan organisasi.

Rere juga menyampaikan keyakinan yang sama. Ia melihat semangat perjuangan tetap hidup di berbagai tingkatan organisasi. Ia menyebutkan kader di pusat hingga ranting masih bergerak.

Fatayat kehilangan pemimpin. Tapi kami tidak kehilangan arah. Karena nilai dan perjuangan beliau sudah tertanam,” ujarnya.

Doa Mengalir dari Berbagai Daerah

Informasi yang beredar menyebutkan almarhumah mengembuskan napas terakhir di RS Fatmawati pada pukul 08.25 WIB. Kabar tersebut segera tersebar luas. Banyak kader menyampaikan doa melalui berbagai platform.

Doa datang dari kader di daerah hingga pusat. Mereka mengirim pesan duka dan penghormatan. Selain itu, tokoh masyarakat juga menyampaikan belasungkawa.

Bagi kader Fatayat, peristiwa ini memiliki makna mendalam. Mereka tidak hanya mengenang seorang pemimpin organisasi. Mereka juga mengenang sosok yang menginspirasi gerakan perempuan.

Rere menilai pengalaman kader di daerah sangat penting. Langkah kecil di desa tetap memiliki makna besar. Gerakan itu membentuk kekuatan organisasi secara keseluruhan.

Perjalanan dari Jati Agung hingga Jakarta menunjukkan kesinambungan semangat. Kader terus bergerak dalam berbagai program sosial. Mereka juga melanjutkan agenda pemberdayaan perempuan.

Kepergian Margaret Aliyatul Maimunah menjadi pengingat penting. Perjuangan perempuan Nahdliyin harus terus berjalan. Kader Fatayat menjaga semangat itu dalam setiap kegiatan.

Semangat yang Tetap Hidup di Jati Agung

Kader Fatayat di tingkat kecamatan terus menjalankan aktivitas organisasi. Mereka mengadakan diskusi, pelatihan, dan kegiatan sosial. Program tersebut memperkuat peran perempuan di masyarakat.

Rere melihat perubahan positif di lingkungan kader. Banyak ibu muda aktif dalam kegiatan pendidikan keluarga. Mereka juga terlibat dalam kegiatan komunitas desa.

Semangat tersebut mencerminkan nilai kepemimpinan yang telah ditanamkan. Kader memandang organisasi sebagai ruang belajar bersama. Mereka juga menjaga solidaritas antaranggota.

Karena itu, kenangan terhadap Margaret Aliyatul Maimunah tetap hidup. Kader mengingat arah perjuangan yang pernah beliau dorong. Mereka kemudian melanjutkan langkah tersebut secara konsisten.

Bagi Rere, warisan kepemimpinan itu sangat terasa. Ia melihat dampak nyata dalam percakapan kader sehari-hari. Ia juga melihat perubahan sikap dalam komunitas.

Dengan demikian, semangat organisasi tetap menyala. Kader menjaga nilai perjuangan dengan penuh kesadaran. Mereka terus bergerak demi masa depan perempuan dan anak.

  • Penulis: Orba Battik

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWCNU Jati Agung Siapkan Program Ekonomi Umat

    MWCNU Jati Agung Siapkan Program Ekonomi Umat

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Editor
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, BATTIK MEDIA, – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jati Agung menggelar Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj sekaligus melaksanakan pelantikan pengurus baru masa khidmat 2024-2029, pada Ahad (2/2/2025). Acara ini berlangsung di Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dengan dihadiri oleh perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamsel, unsur Forkopimcam, serta sekitar 500 peserta pengajian. Dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriyah MWCNU Jati […]

  • Masalah LGBT di Lampung, Presma Poltekkes Angkat Bicara

    Masalah LGBT di Lampung, Presma Poltekkes Angkat Bicara

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    LGBT Jadi Sorotan di Lampung Bandar Lampung, Battikpost.site — Masyarakat Provinsi Lampung kembali memperbincangkan isu LGBT. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa yang terkait dengan perilaku menyimpang ini memicu reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ryanda Agma Putra, Presiden Mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjung Karang. Seruan Tegas dari Presiden Mahasiswa Ryanda Agma Putra […]

  • Truk Fuso Nyaris Terjun ke Jurang di Lampung Barat, As Belakang Patah Saat Menanjak

    Truk Fuso Nyaris Terjun ke Jurang di Lampung Barat, As Belakang Patah Saat Menanjak

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle een1978
    • 0Komentar

    Lampung Barat, Battikpost – Sebuah truk fuso nyaris masuk jurang setelah gagal menanjak di Rest Area Sumber Jaya, Lampung Barat, pada Sabtu (15/2) sore. Insiden ini terjadi akibat as belakang truk patah, membuat kendaraan kehilangan kendali dan mundur tanpa bisa dihentikan. Menurut keterangan sopir, truk yang mengangkut muatan berat tersebut tiba-tiba mengalami kerusakan di tengah […]

  • Puskesmas Banjar Agung Ingatkan Warga Waspada Penularan Campak

    Puskesmas Banjar Agung Ingatkan Warga Waspada Penularan Campak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Farul Rozi
    • 0Komentar

    Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Tenaga kesehatan meminta warga memperketat protokol kesehatan dan membatasi kontak fisik dengan bayi serta balita. Puskesmas Banjar Agung Keluarkan Imbauan Kesehatan Lampung Selatan, Battikpost.site — Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung mengeluarkan pengumuman resmi terkait peningkatan kasus […]

  • Romahurmuziy Tegaskan Muktamar Ancol Usai, Agus Suparmanto Resmi Ketum PPP

    Romahurmuziy Tegaskan Muktamar Ancol Usai, Agus Suparmanto Resmi Ketum PPP

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle karim saputra
    • 0Komentar

    Romahurmuziy Pastikan Muktamar Ancol Berakhir Jakarta, BattikPost.site — Romahurmuziy menegaskan bahwa Muktamar Ancol PPP sudah usai. Karena itu, ia meminta semua pihak menghentikan perdebatan. Selain itu, ia menekankan bahwa forum tersebut menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP. Menurut Rommy, keputusan itu sudah jelas. Oleh sebab itu, ia mengingatkan kader agar tidak lagi membuka ruang konflik. […]

  • 32 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Kapuspen TNI Kristomei Sianturi Kini Mayjen

    32 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Kapuspen TNI Kristomei Sianturi Kini Mayjen

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Jakarta — Sebanyak 32 perwira tinggi (Pati) TNI menerima kenaikan pangkat pada Kamis (8/5/2025) dalam sebuah upacara resmi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Kristomei Sianturi yang kini resmi menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) setelah sebelumnya menjabat Brigadir Jenderal (Brigjen). Kristomei saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat […]

expand_less