Wanita Muda Dianiaya Saat Idulfitri di Bandar Lampung
- account_circle orba battik
- calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
- print Cetak

Battikpost, Bandar Lampung, — Idulfitri yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan dan saling memaafkan berubah menjadi tragedi memilukan di Bandar Lampung. Seorang wanita muda bernama WH (28) mengalami penganiayaan brutal oleh temannya sendiri, SI, karena diduga dilandasi rasa cemburu. Kejadian ini terjadi pada Kamis siang, 3 April 2025, di kediaman korban di Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang.
Peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, WH sedang menggunakan aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dengan temannya. Namun, ketenangan di Hari Raya Idulfitri mendadak berubah menjadi kekerasan saat SI mendatangi korban dan bertanya, “Kamu lagi WhatsApp-an sama siapa?”
Meski WH menjawab dengan tenang bahwa dirinya hanya berbincang dengan teman, SI tiba-tiba merampas ponsel dari tangannya. Tanpa peringatan, pelaku langsung memukul wajah korban menggunakan kedua tangan. WH terjatuh, namun SI tidak berhenti. Pelaku diduga menyeret tubuh korban dan melanjutkan aksi kekerasannya secara brutal.
Akibat penganiayaan tersebut, WH mengalami luka serius. Korban menderita memar dan benjolan di bagian kening dan dahi, lebam pada mata kiri, luka di tangan kiri, serta cedera pada lutut kaki kirinya. Dalam kondisi terluka dan syok, WH memanggil tantenya yang berada di rumah untuk meminta pertolongan.
Tak lama setelah kejadian, orang tua WH, Herlando S.E., melaporkan insiden tersebut ke Polsek Tanjung Senang. Laporan resmi tercatat dengan nomor LP B/41/IV/2025/Polsek Tanjung Senang/Polresta Bandar Lampung. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut dan tengah memburu pelaku penganiayaan.
Baca Juga Terbaru
“Kami meminta pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya. Keponakan saya mengalami trauma fisik dan psikis. Keadilan harus ditegakkan,” ujar paman korban, H.E., saat diwawancarai pada Kamis malam.
Peristiwa ini mengguncang warga sekitar dan menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi saat momen sakral seperti Idulfitri. Masyarakat berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat agar pelaku tidak lolos dari jerat hukum, dan korban mendapatkan keadilan serta perlindungan yang layak. (Redaksi).
- Penulis: orba battik


