News
Shadow

Transformasi Digital Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan

Pelatihan di Bandar Lampung pada 14 November 2025 membahas transformasi digital pertanian. Kegiatan ini menghadirkan pemerintah, LSM, dan media. Para peserta menekankan kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta pembangunan sistem data terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.


Transformasi Digital Pertanian Bahas Penguatan Sistem Daerah

Bandar Lampung, Battikpost.site — Pelatihan pada 14 November 2025 berlangsung di Bandar Lampung. Panitia memilih tema transformasi digital pertanian karena tema ini relevan dengan kebutuhan modernisasi sektor pangan. Selain itu, tema tersebut mendorong peningkatan produktivitas petani di daerah.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, unsur pemerintah, LSM, dan media berpartisipasi aktif. Dengan demikian, diskusi berkembang lebih luas dan menghasilkan banyak gagasan baru.

Panitia menegaskan pentingnya transformasi digital. Oleh karena itu, peserta mendorong integrasi teknologi dalam seluruh rantai produksi. Sementara itu, pemangku kepentingan berharap pelatihan ini menghasilkan langkah nyata untuk mendukung petani.

Kolaborasi Antarinstansi untuk Modernisasi Pertanian

Pelatihan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas UMKM. Setiap instansi menyampaikan pandangan strategis. Selain itu, masing-masing sektor menekankan pentingnya kualitas data dan sistem pertanian terpadu.

Kolaborasi antarinstansi tersebut semakin kuat. Selain itu, kegiatan ini berjalan dengan dukungan LSM HARIMAU Lampung serta media massa. Dengan demikian, seluruh pihak berperan dalam memajukan ekosistem pertanian berbasis digital.

Peserta memahami bahwa transformasi digital membutuhkan sinergi. Oleh karena itu, pelatihan ini menekankan kerja sama pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat sipil. Selain itu, peserta menilai kolaborasi sangat penting untuk memperkuat rantai pasok pangan.

Peran Tokoh dan Lembaga Masyarakat

Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh dari lembaga sosial. Panitia mencatat kehadiran BPK ketua kita Suplan Efendi serta BPK Jauhari selaku investigasi LSM HARIMAU Lampung beserta jajarannya. Kutipan tersebut sesuai pernyataan resmi panitia dan tidak mengalami perubahan.

Kehadiran mereka memberikan nilai tambah. Selain itu, lembaga sosial berfungsi sebagai kontrol publik. Dengan demikian, peserta berharap program pemerintah berjalan transparan dan tepat sasaran.

Diskusi berlangsung lebih kaya. Selain itu, perwakilan LSM menyampaikan pandangan langsung dari masyarakat. Oleh karena itu, peserta memahami berbagai kendala seperti akses informasi, proses digitalisasi, dan penguatan usaha tani lokal.

Platform Data Pertanian Terpadu

Pelatihan ini juga membahas urgensi platform data pertanian terpadu Indonesia. Peserta menilai platform tersebut mampu menyatukan berbagai data penting. Selain itu, penyatuan data akan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Platform data terpadu menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, petani menghadapi tantangan seperti ketidakpastian harga, minim teknologi, dan kurangnya informasi akurat. Oleh karena itu, digitalisasi rantai pasok menjadi solusi strategis.

Peserta menekankan pentingnya pemantauan real time. Selain itu, sistem digital mampu menekan risiko kerugian di tingkat petani. Dengan demikian, platform terpadu dianggap sangat penting dalam mengatasi berbagai tantangan nasional.

Peningkatan SDM dan Akses Teknologi

Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Peserta menyadari teknologi tidak berfungsi maksimal tanpa pemahaman pengguna. Oleh karena itu, pelatihan menekankan edukasi berkelanjutan.

Program pelatihan membutuhkan penyuluhan modern. Selain itu, peserta menekankan pentingnya pendampingan langsung di wilayah produksi. Dengan demikian, petani mampu menguasai aplikasi digital secara efektif.

Selain itu, peserta menyoroti keterbatasan konektivitas internet di beberapa wilayah. Kondisi tersebut menghambat adopsi teknologi pertanian. Oleh karena itu, peserta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital.

Kolaborasi lintas instansi menjadi solusi. Selain itu, sinergi tersebut mempercepat akses teknologi di daerah. Dengan demikian, program pertanian modern dapat berjalan efektif.

Ketahanan Pangan Berkelanjutan sebagai Prioritas

Ketahanan pangan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Selain itu, peserta melihat transformasi digital pertanian sebagai pilar utama. Oleh karena itu, pemerintah daerah memerlukan sistem pemantauan pangan yang terpadu.

Teknologi membantu pemerintah memantau ketersediaan pangan. Selain itu, pemerintah mampu memastikan distribusi merata. Dengan demikian, potensi krisis dapat diantisipasi lebih cepat.

Peserta berharap pelatihan ini menghasilkan kebijakan pertanian cerdas. Selain itu, kebijakan tersebut berfungsi meningkatkan pendapatan petani. Dengan demikian, harga komoditas dapat lebih stabil.

Keterlibatan pemerintah, LSM, dan media memperkuat langkah strategis. Selain itu, kolaborasi tersebut memastikan program berjalan konsisten. Oleh karena itu, peserta menilai pelatihan ini sebagai momentum penting.

Pelatihan di Bandar Lampung menggambarkan arah baru pertanian modern. Peserta menegaskan bahwa modernisasi tidak hanya tentang mesin. Selain itu, sistem digital menjadi penghubung seluruh rantai produksi, distribusi, dan konsumsi.

Pada akhirnya, transformasi digital pertanian menjadi kebutuhan pokok. Selain itu, kolaborasi semua pihak akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan demikian, masyarakat luas merasakan manfaat modernisasi pertanian secara langsung. (Karim).