Sosok MP Terungkap Bernama Mahfud, Diduga Kunci Proyek Lampung Timur
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Mahfud proyek Lampung Timur menjadi sorotan setelah sejumlah sumber menyebut namanya dalam dugaan pengaturan paket pekerjaan. Informasi tersebut mencakup penentuan konsultan, pengawas, dan kontraktor pada sejumlah proyek pemerintah daerah.
Mahfud Disebut Berperan dalam Pengaturan Proyek
Lampung Timur, Battikpost.site — Dugaan monopoli proyek di Kabupaten Lampung Timur memasuki perkembangan baru. Sebelumnya, informasi mengenai sosok berinisial MP mencuat dalam pembahasan proyek pemerintah daerah.
Penelusuran redaksi kemudian mengarah kepada sosok bernama Mahfud. Sejumlah sumber dari kalangan pengusaha dan lingkungan Pemkab Lampung Timur menyebut namanya.
Para sumber menduga Mahfud memiliki peran dalam pengaturan sejumlah proyek pemerintah. Dugaan itu mencakup beberapa tahapan sebelum pekerjaan fisik berlangsung.
Menurut informasi tersebut, peran Mahfud tidak sebatas pelaksanaan pekerjaan. Namanya juga muncul dalam pembahasan konsultan perencana, pengawas, hingga kontraktor.
“Kalau di Lamtim sekarang, tanya saja ke kontraktor. Sudah bukan rahasia umum lagi, semua lewat Mahfud,” ujar salah satu sumber yang mengaku sebagai pengusaha konstruksi lokal, Rabu (7/10/2026).
Sumber tersebut juga menyebut sosok berinisial AP. Sebelumnya, informasi mengenai AP juga muncul dalam pemberitaan terkait dugaan pembagian paket proyek.
Menurut sumber itu, AP diduga menjalankan pembagian paket di lapangan. Sumber menyebut AP bekerja berdasarkan arahan Mahfud.
Kedekatan dengan Pejabat Daerah Jadi Sorotan
Informasi mengenai Mahfud turut menyeret isu kedekatan dengan Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah. Sumber juga menyebut kedekatan Mahfud dengan suami bupati yang akrab disapa Ilung.
Sumber menilai kedekatan tersebut berkaitan dengan dugaan pengaturan proyek. Namun, informasi itu masih membutuhkan verifikasi dari pihak-pihak yang disebut.
“Mahfud ini orang kepercayaannya Ela. Makanya apa yang dia atur, ya di-amin-in. Kontraktor lokal yang tidak ikut jalur dia, pasti mental,” kata sumber lainnya.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan sumber yang belum memperoleh pembuktian melalui data resmi. Redaksi tetap menempatkan informasi tersebut sebagai dugaan.
Data Pengadaan Perlu Diuji
Jika dugaan tersebut terbukti, pola pengadaan proyek di Lampung Timur membutuhkan perhatian lebih lanjut. Pemeriksaan data pengadaan dapat membantu menguji informasi yang berkembang.
Data LPSE dapat menunjukkan pola perusahaan pemenang tender pada berbagai OPD. Penelusuran juga dapat mencakup konsultan perencana dan pengawas.
Redaksi dapat membandingkan perusahaan yang berulang memenangkan tender pada OPD berbeda. Pola tersebut juga perlu dilihat bersama nilai proyek, metode pengadaan, dan waktu pelaksanaan.
Baca Juga Berita Populer
Namun, kemunculan nama perusahaan secara berulang tidak otomatis membuktikan pelanggaran. Aparat atau lembaga berwenang tetap membutuhkan bukti dan keterangan dari pihak terkait.
Proyek RSUD KH. Ahmad Hanafiah Ikut Disorot
Sejumlah proyek strategis pada berbagai OPD juga masuk dalam informasi yang berkembang. Salah satunya proyek di RSUD KH. Ahmad Hanafiah Sukadana.
Sebelumnya, pihak tertentu melaporkan proyek tersebut kepada Kejati Lampung. Informasi itu kemudian muncul kembali dalam pembahasan mengenai dugaan pola pengadaan proyek.
Namun, redaksi belum menemukan bukti yang menghubungkan Mahfud dengan setiap proyek tersebut. Karena itu, redaksi tidak menyimpulkan keterlibatan Mahfud sebelum memperoleh bukti yang memadai.
Penelusuran terhadap dokumen pengadaan dapat menjadi langkah penting. Dokumen tersebut dapat membantu melihat proses sejak perencanaan hingga penetapan penyedia.
Redaksi Tunggu Klarifikasi
Redaksi telah berupaya meminta keterangan dari Mahfud mengenai informasi tersebut. Redaksi juga berupaya meminta penjelasan dari Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Hingga berita ini terbit, keduanya belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang redaksi kirimkan juga belum mendapat balasan.
Redaksi akan memuat klarifikasi apabila pihak yang disebut memberikan tanggapan. Informasi tambahan juga akan redaksi perbarui berdasarkan data dan keterangan yang dapat diverifikasi.
Pemberitaan ini mengedepankan prinsip praduga tak bersalah. Redaksi juga memisahkan informasi dari sumber dengan fakta yang telah terverifikasi.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip keberimbangan dalam jurnalistik.(Rls).
- Penulis: Admin




