Bupati Parosil Jajaki CSR BI untuk Kopi Robusta Lampung Barat
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

CSR Bank Indonesia kopi robusta Lampung Barat menjadi fokus kunjungan kerja Bupati Parosil Mabsus ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (16/04), guna mendorong peningkatan produksi, kualitas, dan daya saing kopi serta kakao daerah.
Upaya Pemkab Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan
Lampung Barat, Battikpost.site – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung pada Kamis (16/04). Ia menginisiasi pertemuan tersebut untuk menjajaki dukungan program Corporate Social Responsibility.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menargetkan peningkatan produksi dan kualitas komoditas unggulan. Fokus utama mencakup kopi robusta dan kakao sebagai sektor strategis daerah.
Parosil Mabsus memaparkan potensi besar Lampung Barat sebagai sentra kopi robusta. Ia menegaskan daerahnya menjadi salah satu penghasil terbesar di Provinsi Lampung.
Ia juga menyoroti perkembangan kakao yang mulai bangkit. Beberapa kecamatan menunjukkan tren positif dalam budidaya komoditas tersebut.
Wilayah Suoh, Bandar Negeri Suoh, dan Batu Brak mencatat peningkatan aktivitas kakao. Pemerintah daerah melihat peluang besar untuk penguatan sektor tersebut.
Tantangan Produktivitas dan Pascapanen
Parosil Mabsus mengungkapkan sejumlah kendala dalam pengembangan kopi robusta. Ia menilai produktivitas kebun masih belum optimal.
Banyak tanaman kopi telah berusia tua. Kondisi tersebut menghambat hasil produksi petani.
Ia menegaskan pentingnya program peremajaan tanaman. Langkah ini dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Selain itu, sektor pengolahan juga menghadapi kendala. Petani masih menjual sebagian besar hasil dalam bentuk green bean.
Kualitas produk belum seragam di tingkat pasar. Keterbatasan teknologi pascapanen menjadi penyebab utama kondisi tersebut.
Pemerintah daerah terus mencari solusi untuk mengatasi hambatan tersebut. Dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat diperlukan.
Peluang Pasar dan Strategi Hilirisasi
Di tengah tantangan, Parosil melihat peluang pasar yang sangat besar. Permintaan kopi robusta terus meningkat di pasar domestik dan internasional.
Negara-negara di kawasan Eropa dan Asia menjadi tujuan ekspor potensial. Kondisi ini membuka peluang peningkatan nilai ekonomi daerah.
Parosil menilai strategi hilirisasi menjadi langkah penting. Pemerintah daerah mendorong pengolahan produk hingga tahap akhir.
Program hilirisasi mencakup pembangunan rumah produksi. Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan pabrik pengolahan kopi.
Penguatan pelaku UMKM menjadi bagian dari strategi tersebut. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya promosi dan branding.
“Pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui program Sekolah Kopi, bantuan sarana pascapanen, hingga pengembangan wisata berbasis kopi yang semakin memperkuat Lampung Barat sebagai salah satu ikon kopi robusta Indonesia,” ujarnya.
Usulan Festival Jemur Kopi
Dalam pertemuan tersebut, Parosil mengajukan sejumlah program kolaborasi. Ia mengusulkan pelaksanaan Festival Jemur Kopi melalui CSR Bank Indonesia.
Festival tersebut mengusung konsep promosi berbasis komoditas lokal. Kegiatan ini menampilkan proses penjemuran kopi secara massal.
Penyelenggara juga akan menghadirkan pameran UMKM. Selain itu, kegiatan mencakup edukasi kopi bagi masyarakat.
Atraksi seni budaya lokal akan melengkapi rangkaian acara. Festival ini diharapkan menarik minat wisatawan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan branding kopi Lampung Barat agar mampu menarik wisatawan serta mendorong interaksi antara petani, pelaku usaha, dan pasar. Festival ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kualitas pascapanen dalam menentukan mutu kopi,” jelasnya.
Penataan UMKM dan Fasilitas Pendukung
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga merancang penataan ulang UMKM. Program ini menyasar pelaku usaha yang berkembang melalui Sekolah Kopi.
Pemerintah akan menyediakan fasilitas container booth. Fasilitas ini bertujuan menciptakan ruang usaha yang lebih tertata.
Pelaku UMKM diharapkan memperoleh tempat usaha yang representatif. Penataan ini juga mendukung peningkatan daya tarik kawasan.
Pemerintah mengusulkan empat unit container booth. Setiap unit diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp150 juta.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah. Mereka ingin memperkuat sektor UMKM berbasis kopi.
Respons Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Aprilianto, memberikan respons positif. Ia menyambut baik inisiatif yang disampaikan pemerintah daerah.
Bank Indonesia menilai pengembangan UMKM sebagai program prioritas. Dukungan terhadap komoditas unggulan juga menjadi fokus utama.
Bimo menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut. Ia memastikan proses kajian akan dilakukan secara menyeluruh.
“Usulan tersebut akan kami kaji lebih lanjut dan disesuaikan dengan program yang ada,” pungkasnya.
Kolaborasi untuk Penguatan Ekonomi Daerah
Pertemuan tersebut mencerminkan upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Kedua pihak berkomitmen mendorong penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Baca Juga Terbaru
Program CSR Bank Indonesia kopi robusta Lampung Barat diharapkan memberikan dampak nyata. Dukungan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha.
Pemerintah daerah terus mengoptimalkan potensi kopi robusta sebagai identitas daerah. Upaya ini juga memperkuat posisi Lampung Barat di pasar nasional dan global.
Baca Juga Berita Populer
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat akan menentukan hasil akhir.
Dengan langkah terarah, Lampung Barat berpeluang menjadi pusat kopi robusta unggulan. Penguatan kualitas dan branding akan meningkatkan daya saing produk di pasar global.
- Penulis: Orba Battik



