Breaking News
light_mode

Skandal Excavator Negara Hilang di Sumsel, Surat Penarikan Dinyatakan Palsu

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • print Cetak

Skandal excavator negara hilang Sumsel memasuki tahap serius setelah Dinas Pertanian Sumatera Selatan memastikan surat penarikan alat berat itu palsu. Dinas juga mengakui kehilangan jejak aset negara tersebut, sementara dugaan penguasaan ilegal oleh oknum DPRD OKU Timur menguat.


Surat Penarikan Excavator Tidak Sah

Sumatera Selatan, Battikpost.site  — Dugaan penguasaan ilegal alat berat milik negara terus berkembang. Hasil konfirmasi resmi kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan mengungkap fakta penting. Surat penarikan Excavator Komatsu PC 200-8MO Nomor Lambung B 8127 terbukti palsu.

Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan juga mengakui tidak mengetahui lokasi alat berat tersebut. Hingga saat ini, keberadaan excavator negara itu belum terdeteksi. Kondisi ini memicu perhatian publik luas.

Kepala Seksi Alat dan Mesin Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Opitum Jaya, menyampaikan pernyataan tersebut secara langsung. Ia mengakui dinas kehilangan jejak aset negara itu.

“Surat itu palsu. Kami juga kehilangan jejak soal keberadaan alat tersebut. Ini alat lama dan saat ini masih dalam pencarian,” ujar Opitum saat dikonfirmasi.

Opitum juga mengakui kelemahan serius dalam pengawasan internal dinas. Ia menyebut dinas tidak menjaga aset negara tersebut secara optimal.

“Ini merupakan kelalaian kami, namun kami tetap berusaha mencari alat tersebut,” tambahnya.

Excavator Diduga Dikuasai Oknum DPRD OKU Timur

Excavator Komatsu tersebut merupakan aset negara. Pemerintah menyalurkan alat itu melalui skema pinjam pakai. Kelompok UPJA Maju Bersama menerima alat tersebut untuk mendukung program cetak sawah di Desa Pahang Asri.

Sejak tahun 2022, alat berat itu tidak lagi berada di tangan kelompok penerima. Dugaan kuat mengarah pada penguasaan sepihak oleh oknum anggota DPRD OKU Timur. Oknum tersebut berinisial IWB.

Informasi yang berkembang menyebutkan alasan penguasaan alat berkaitan dengan utang-piutang. Nilai utang tersebut mencapai Rp200 juta. Alasan ini tidak memiliki dasar hukum.

Peraturan melarang penggunaan aset negara sebagai jaminan utang. Aset negara juga tidak boleh menjadi objek transaksi perdata. Penguasaan tanpa dasar hukum melanggar ketentuan pengelolaan aset negara.

Penguasaan alat berat itu berlangsung lama. Tidak ada pengawasan ketat dari instansi terkait. Kondisi ini memperbesar potensi pelanggaran hukum.

BARAK Nilai Terjadi Kejahatan Aset Negara

Barisan Rakyat Anti Korupsi atau BARAK merespons temuan tersebut. Sekretaris BARAK, Hariansyah, menyatakan pihaknya menempuh langkah hukum terstruktur. BARAK telah mengirim surat konfirmasi resmi.

“Kami sudah melayangkan surat konfirmasi resmi ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dan kini menunggu pernyataan tertulis. Pernyataan itu akan menjadi dasar kami untuk melangkah ke proses hukum,” tegas Hariansyah.

Hariansyah menilai persoalan ini bukan kesalahan administratif. Ia menyebut kasus ini menyangkut pengelolaan aset negara. Kasus ini memiliki dampak serius bagi tata kelola pemerintahan.

“Ini aset negara, bukan milik pribadi dan bukan alat untuk menyelesaikan utang. Jika surat penarikan terbukti palsu dan alat dikuasai tanpa dasar hukum, maka ini sudah masuk ranah pidana,” ujarnya.

Kasus Dibawa ke Tingkat Pusat

BARAK tidak menghentikan langkah pada tingkat daerah. Hariansyah memastikan organisasinya berkoordinasi langsung dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Koordinasi tersebut membawa kasus ini ke tingkat pusat. Pengawasan pusat mulai terlibat dalam penanganan perkara. Kasus ini tidak lagi bersifat lokal.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Itjen Kementerian Pertanian. Artinya, kasus ini tidak lagi ditutup-tutupi. Kami akan kawal sampai tuntas,” katanya.

Publik menaruh harapan besar pada proses tersebut. Masyarakat menuntut keterbukaan informasi. Penegakan hukum menjadi perhatian utama.

Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Korupsi

Pernyataan resmi dinas mengarahkan kasus pada dugaan pidana. Surat penarikan palsu menunjukkan indikasi pemalsuan dokumen negara. Hilangnya alat berat memperkuat dugaan penggelapan aset.

Kasus ini juga mengarah pada penyalahgunaan kewenangan. Potensi tindak pidana korupsi muncul dari rangkaian peristiwa tersebut. Kerugian negara menjadi isu utama.

Aset pertanian bernilai besar itu seharusnya mendukung kesejahteraan petani. Alat berat tersebut justru hilang tanpa kejelasan pemanfaatan.

Hariansyah menegaskan sikap tegas BARAK. Ia menyatakan tidak ada toleransi bagi pihak terlibat.

“Siapa pun aktornya—baik oknum pejabat, pengguna alat, maupun pihak yang merekayasa dokumen—harus dimintai pertanggungjawaban hukum. Negara tidak boleh kalah oleh mafia aset,” pungkasnya.

Pihak Terduga Belum Beri Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, oknum anggota DPRD OKU Timur berinisial IWB belum memberikan klarifikasi resmi. Raharjo yang disebut dalam dugaan penguasaan alat juga belum menyampaikan pernyataan.

Publik menunggu sikap aparat pengawasan. Penegak hukum diharapkan bertindak profesional. Proses hukum menjadi ujian komitmen negara.

Alarm Tata Kelola Aset Negara

Redaksi Battikpost.site menilai kasus ini sebagai peringatan keras. Tata kelola aset negara menunjukkan kelemahan serius. Pengawasan internal membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Transparansi menjadi keharusan. Penanganan tanpa pandang bulu menjadi tuntutan publik.

Kasus excavator negara hilang Sumsel menjadi tolok ukur penegakan hukum. Negara harus melindungi aset publik dari penyalahgunaan. (Tim).

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begawi Festival 2026, Gubernur Mirza Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

    Begawi Festival 2026, Gubernur Mirza Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Begawi Festival 2026 menjadi wadah penguatan budaya sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda di Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri festival di Radin Inten Beach, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (11/7/2026). Komitmen Menjaga Budaya di Tengah Pembangunan Lampung Selatan, Battikpost.site — Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong generasi muda agar mengembangkan kreativitas tanpa […]

  • Kejaksaan Pringsewu Tahan Ketua LPTQ Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah 2022

    Kejaksaan Pringsewu Tahan Ketua LPTQ Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah 2022

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Editor
    • 0Komentar

    Pringsewu, BATTIK MEDIA, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu resmi menahan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Pringsewu, Heri Iswahyudi (H-I), pada Kamis (30/01/2025). Penahanan ini dilakukan setelah H-I ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah LPTQ tahun 2022. Sebelumnya, pada akhir 2024, Kejari Pringsewu telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Sekretaris LPTQ, R, dan Bendahara, TP. Keduanya diduga terlibat dalam tindakan pidana berupa laporan fiktif dan mark-up anggaran dalam kegiatan LPTQ. Kepala […]

  • Minibus Kecelakaan di Tol Bakter Temukan Ekstasi

    Minibus Kecelakaan di Tol Bakter Temukan Ekstasi

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Minibus kecelakaan Tol Bakter memicu temuan puluhan ribu pil ekstasi pada Kamis pagi di KM 136 B Lampung Tengah. Aparat kemudian mengamankan lokasi, mengumpulkan tas berisi narkotika, serta memburu pemilik kendaraan yang melarikan diri seusai peristiwa tersebut. Kronologi Kecelakaan Minibus di Tol Bakter Lampung, Battikpost.site — Peristiwa minibus kecelakaan Tol Bakter itu menarik perhatian publik. […]

  • Ribuan Warga Lampung Padati “Lampung Bersholawat” Peringatan Nuzulul Quran dan HUT ke-61 Provinsi Lampung

    Ribuan Warga Lampung Padati “Lampung Bersholawat” Peringatan Nuzulul Quran dan HUT ke-61 Provinsi Lampung

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Bandar Lampung,— Ribuan masyarakat Lampung tumpah ruah memadati Jalan Dr. Susilo, Bandar Lampung, tepatnya di depan Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, pada Selasa (18/03/2025). Mereka hadir dalam kegiatan “Lampung Bersholawat” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Nuzulul Quran tahun 1446 Hijriah. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani […]

  • Wujud Nyata Komitmen Pemerintah Bangun Infrastruktur, Gubernur Rahmat Mirzani Awali Perbaikan Jalan di Kabupaten Pringsewu

    Wujud Nyata Komitmen Pemerintah Bangun Infrastruktur, Gubernur Rahmat Mirzani Awali Perbaikan Jalan di Kabupaten Pringsewu

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Pringsewu –- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulansari, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pringsewu, Rabu (12/03/2025). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur secara resmi memulai perbaikan jalan di Ruas Jalan Kalirejo, Desa Rejosari, Kecamatan Pringsewu. Perbaikan ruas jalan ini mencakup panjang 3,3 kilometer dengan lebar jalan 6 meter. Proyek […]

  • Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Desa Bulok

    Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Desa Bulok

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Relawan Bakti BUMN 2026 memperkuat potensi Desa Bulok, Lampung Selatan, sebagai desa wisata. Program berlangsung 16–19 Agustus 2026 melalui pelatihan UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan pariwisata bersama pemerintah serta masyarakat. Program Relawan Dorong Potensi Desa Bulok Lampung Selatan, Battikpost.site — Program Relawan Bakti BUMN 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan bagi masyarakat Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, […]

expand_less