News
Shadow

Tragedi Ponpes Al Khozinya Sidoarjo Ambruk, 102 Korban Dievakuasi

Sidoarjo, Battikpost.site Tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khozinya di Kabupaten Sidoarjo menelan korban besar. Sebanyak 102 korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan sejak peristiwa itu terjadi. Proses evakuasi terus berjalan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Kronologi Kejadian

Bangunan Ponpes Al Khozinya ambruk secara mendadak saat aktivitas santri masih berlangsung. Warga sekitar yang mendengar suara keras segera berlarian menuju lokasi. Tim penyelamat dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera datang untuk mengevakuasi para korban.

Menurut saksi mata, detik-detik bangunan runtuh menimbulkan kepanikan besar. Sebagian santri berhasil menyelamatkan diri, namun banyak pula yang terjebak di dalam reruntuhan. Upaya pertolongan pertama dilakukan secara cepat dengan peralatan seadanya, sebelum tim penyelamat tiba membawa alat berat.

Proses Evakuasi Korban

Hingga update terakhir, sebanyak 102 korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Mereka terdiri dari santri, pengajar, dan beberapa warga sekitar yang berada di lokasi. Sebagian korban mengalami luka ringan hingga berat, sementara lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif.

Tim medis mendirikan posko darurat di sekitar lokasi kejadian untuk memberikan penanganan awal. Para keluarga korban terlihat cemas menunggu kabar, sementara aparat keamanan menjaga area agar evakuasi berjalan lancar.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Menurut laporan tim medis, korban mengalami beragam kondisi, mulai dari luka di bagian kepala, patah tulang, hingga trauma akibat tertimpa material bangunan. Rumah sakit di wilayah Sidoarjo menerima tambahan pasien dalam jumlah besar, sehingga pemerintah daerah mengkoordinasikan distribusi korban ke beberapa rumah sakit rujukan.

Korban yang mengalami luka serius langsung kami rujuk ke RSUD Sidoarjo dan rumah sakit lainnya. Tim medis bekerja maksimal agar semua korban mendapat penanganan cepat,” jelas salah satu petugas kesehatan di lapangan.

Respons Pemerintahdan Aparat

Bupati Sidoarjo bersama jajaran pemerintah daerah langsung meninjau lokasi ambruknya Ponpes Al Khozinya. Ia menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini dan meminta agar seluruh pihak bahu-membahu membantu korban.

Sementara itu, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk memudahkan investigasi. Penyelidikan penyebab ambruknya bangunan ponpes menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kami akan mendalami penyebab kejadian ini. Semua pihak terkait akan dimintai keterangan untuk memastikan faktor-faktor yang menyebabkan ambruknya bangunan,” ujar salah satu pejabat kepolisian setempat.

Dukungan Relawan dan Masyarakat

Puluhan relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan ikut serta dalam proses pencarian dan evakuasi. Mereka bahu-membahu dengan aparat dan tim penyelamat untuk memastikan semua korban tertangani. Warga sekitar juga membantu dengan memberikan logistik, makanan, dan air minum kepada petugas dan keluarga korban.

Solidaritas masyarakat tampak nyata di lokasi kejadian. Posko bantuan yang didirikan di sekitar ponpes menerima sumbangan dari berbagai pihak, baik berupa makanan, pakaian, maupun obat-obatan.

Upaya Pemulihan dan Langkah Selanjutnya

Pemerintah daerah berjanji akan menanggung biaya perawatan korban serta memberikan bantuan bagi keluarga yang terdampak. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap bangunan ponpes di wilayah Sidoarjo akan dilakukan untuk memastikan keamanan para santri.

Tragedi ambruknya Ponpes Al Khozinya Sidoarjo menjadi peringatan penting akan perlunya standar keamanan bangunan, khususnya di lembaga pendidikan yang menampung banyak orang. Investigasi resmi akan segera diumumkan setelah proses evakuasi dan penanganan korban selesai. (Karim).