Konflik India-Pakistan Picu Ancaman Perang Nuklir
- account_circle karim saputra
- calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
India, Battik Post — Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah serangan milisi bersenjata di Kashmir pada 22 April 2025 menewaskan 26warga sipil, mayoritas wisatawan asal India.
Kelompok bersenjata The Resistance Front, yang berafiliasi dengan Lashkar-e-Taiba, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca Juga Terbaru
Insiden itu langsung memicu baku tembak antar tentara di sepanjang Line of Control (LoC) Kashmir selama beberapa malam berturut-turut. Situasi kian genting ketika Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, memperingatkan kemungkinan serangan militer India dalam waktu dekat.
Baca Juga Berita Populer
“Pakistan memiliki informasi intelijen yang kredibel bahwa India akan melancarkan serangan militer dalam 24 hingga 36 jam ke depan,” tulis Attaullah di X (dulu Twitter), Rabu (30/4/2025).
- Perang Nuklir: Ancaman Nyata yang Menghantui
Ketegangan yang meningkat ini memicu kekhawatiran internasional akan pecahnya perang nuklir India Pakistan. Menurut laporan Newsweek, kedua negara masing-masing memiliki hampir 200 hulu ledak nuklir.
Arms Control Association mencatat bahwa India menyimpan 172 hulu ledak, sementara Pakistan memiliki 170.
Meskipun India memiliki doktrin “no first use” atau tidak menyerang terlebih dahulu dengan senjata nuklir sejak 1998, belakangan kebijakan itu dipertimbangkan kembali. Di sisi lain, Pakistan tidak pernah mengadopsi prinsip tersebut, meningkatkan risiko eskalasi.
- Dampak Global dari Konflik Nuklir
Jika konflik bereskalasi menjadi perang nuklir, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh India dan Pakistan, tetapi juga seluruh dunia. Studi Rutgers University (2019) menunjukkan bahwa sekitar 100 juta orang dapat langsung tewas akibat ledakan nuklir.
Ledakan itu akan memicu kebakaran besar yang melepaskan 16 juta hingga 36 juta ton jelaga ke atmosfer. Asap hitam tersebut akan menyebar global dalam waktu singkat dan menyerap cahaya matahari, mengurangi intensitas sinar matahari hingga 35 persen.
Kondisi ini dapat menurunkan suhu bumi antara 2 hingga 5 derajat Celsius dan mengurangi curah hujan global hingga 30 persen. Akibatnya, produksi pangan menurun drastis, baik di darat maupun laut. Dunia berpotensi menghadapi krisis kelaparan selama lebih dari satu dekade.
- Dunia Perlu Bertindak
Konflik berkepanjangan ini menunjukkan bahwa dampak global konflik nuklir bukan sekadar teori. Komunitas internasional perlu mendesak kedua negara untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi, sebelum situasi berubah menjadi bencana kemanusiaan terbesar abad ini. (Karim Saputra)
- Penulis: karim saputra
