Breaking News
light_mode

Gus Yahya Dorong NU Teladani Gagasan Mbah Wahab

  • account_circle Orba Battik
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • print Cetak
Ketua Umum PBNU Gus Yahya mendorong warga NU memahami kembali gagasan Mbah Wahab. Ia menyampaikan ajakan itu dalam bedah buku di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (16/8/2026).

Gus Yahya Tekankan Gagasan Mbah Wahab

JOMBANG, Battikpost.site — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak warga NU kembali mempelajari pemikiran K.H. Abdul Wahab Chasbullah.

Gus Yahya menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri bedah buku tentang pemikiran dan biografi K.H. Abdul Wahab Chasbullah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).

Gus Yahya menilai pemikiran Mbah Wahab memiliki relevansi kuat dengan kondisi dunia saat ini. Menurutnya, perubahan zaman membutuhkan cara berpikir yang mampu membaca tantangan secara tepat.

Mbah Wahab, kata Gus Yahya, tidak hanya memikirkan cara mempertahankan tradisi NU. Ia juga memikirkan perjuangan yang perlu umat Islam lakukan dalam menghadapi perubahan dunia.

“Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang berubah ini harus melakukan apa? Bukan hanya soal harus mempertahankan apa, tapi apa yang harus diperjuangkan ke depan,” kata Gus Yahya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).

  • Perubahan Dunia Jadi Tantangan NU

Gus Yahya melihat perubahan global terus memengaruhi kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan NU dalam membaca perkembangan sosial dan perubahan dunia.

Menurut Gus Yahya, warga NU perlu memahami warisan pemikiran para pendiri organisasi. Pemahaman itu dapat membantu NU menentukan sikap ketika menghadapi perubahan.

Gus Yahya juga mengaitkan semangat tersebut dengan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Forum tersebut akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Pesantren tersebut memiliki hubungan erat dengan perjalanan perjuangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah. Mbah Wahab juga memiliki tempat penting dalam sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama.

Muktamar Ke-35 NU memiliki momentum khusus bagi warga Nahdlatul Ulama. Agenda tersebut berlangsung pada tahun ke-100 dalam penanggalan Masehi.

Selain momentum satu abad tersebut, pelaksanaan muktamar juga memiliki nilai historis. Muktamar berlangsung di lingkungan pesantren tempat Kiai Wahab dimakamkan.

“Saya kira muktamirin dan warga NU yang berpartisipasi di dalam muktamar ini harus ingat, ini adalah muktamar di pesantren pendiri dan Mbah Wahab ada di sini, makam beliau ada di tengah-tengah pesantren ini. Jangan sampai siapa pun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini lupa kepada Mbah Wahab,” ujar Gus Yahya.

Muktamar Bahas Mekanisme Kepemimpinan

Gus Yahya turut memberikan pandangan mengenai mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU. Ia menyebut forum muktamar dapat membahas berbagai gagasan terkait mekanisme tersebut.

Pembahasan dapat mencakup gagasan penggunaan ahwa maupun konsep lainnya. Namun, Gus Yahya meminta seluruh peserta mengutamakan kepentingan organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya kemaslahatan jamiyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kepentingan tersebut harus menjadi dasar dalam setiap pembahasan.

Gus Yahya meminta peserta muktamar tidak membawa kepentingan politik jangka pendek. Ia mengarahkan pembahasan agar tetap berorientasi pada kepentingan NU.

“Terserap apa pun gagasan yang diajukan, itu tidak masalah sepanjang niatnya sungguh-sungguh untuk kemaslahatan NU. Kita bisa mendiskusikan apa saja asal niatnya adalah untuk kemaslahatan jamiyah, bukan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek tapi untuk kemaslahatan jamiyah NU,” katanya.

  • Kepentingan Jamiyah Jadi Prioritas

Gus Yahya menilai perbedaan gagasan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Forum muktamar dapat menjadi ruang untuk membahas setiap gagasan secara terbuka.

Namun, peserta tetap perlu menempatkan kepentingan jamiyah sebagai tujuan utama. Prinsip tersebut juga dapat menjaga pembahasan agar tidak bergeser menuju kepentingan sesaat.

Gus Yahya menegaskan NU membutuhkan arah perjuangan yang mampu menjawab perubahan zaman. Ia mengajak warga NU memahami kembali gagasan para pendiri organisasi.

Menurutnya, pemikiran Mbah Wahab dapat menjadi salah satu pijakan dalam menentukan arah tersebut. Gagasan itu tidak hanya berbicara tentang mempertahankan warisan.

Pemikiran tersebut juga mengajarkan pentingnya melihat masa depan. Karena itu, warga NU perlu memahami tantangan baru dengan semangat perjuangan yang relevan.

Muktamar Ke-35 Gunakan AD/ART Berlaku

Gus Yahya menjelaskan Muktamar Ke-35 NU tetap menggunakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.

Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi dasar penyelenggaraan muktamar yang akan datang. Peserta tetap mengikuti aturan organisasi yang berlaku ketika muktamar berlangsung.

Gus Yahya juga menjelaskan kemungkinan perubahan AD/ART melalui keputusan muktamar. Namun, perubahan tersebut tidak langsung menjadi dasar Muktamar Ke-35 NU.

Perubahan itu baru dapat menjadi dasar penyelenggaraan Muktamar Ke-36 NU. Ketentuan tersebut mengikuti mekanisme yang berlaku dalam organisasi.

“Yang ada itu yang menjadi dasar. Kalau nanti di dalam muktamar ini ada keputusan untuk membuat perubahan-perubahan di dalam AD/ART, maka itu akan berlaku pada muktamar yang akan datang, Muktamar Ke-36,” ujar Gus Yahya.

  • Muktamar Digelar di Tambakberas

PBNU menjadwalkan Muktamar Ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026. Panitia akan menggelar agenda tersebut di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Presiden RI Prabowo Subianto juga mendapat jadwal untuk menghadiri pembukaan muktamar. Kehadiran tersebut menambah perhatian terhadap agenda organisasi Nahdlatul Ulama.

Muktamar Ke-35 NU akan menjadi forum penting bagi perjalanan organisasi. Para peserta akan membahas berbagai agenda untuk menentukan arah NU ke depan.

Forum tersebut juga menjadi momentum untuk merumuskan langkah menghadapi perubahan zaman. Warga NU perlu membawa semangat perjuangan para pendiri dalam menghadapi tantangan tersebut.

Gus Yahya mengingatkan pentingnya memahami sejarah dan pemikiran pendiri NU. Ia menempatkan gagasan Mbah Wahab sebagai salah satu inspirasi dalam membaca perubahan dunia.

Pesan tersebut menjadi bagian penting menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Warga NU dapat menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat arah perjuangan organisasi.

Dengan memahami pemikiran pendiri, NU dapat menjaga nilai perjuangan sekaligus membaca tantangan baru. Semangat itu menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan global.

  • Penulis: Orba Battik
  • Sumber: PBNU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permahi Lampung Desak Mabes Polri Ambil Alih Tambang Emas Ilegal

    Permahi Lampung Desak Mabes Polri Ambil Alih Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Permahi Lampung mendesak Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus tambang emas ilegal di Way Kanan. Organisasi itu menilai proses hukum berjalan lambat. Mereka juga meminta aparat membuka perkembangan perkara secara jelas kepada publik. Kritik Kinerja Aparat dalam Kasus Way Kanan Lampung, Battikpost.site — Ketua Permahi Lampung, Tri Rahmadona, S.H., menyampaikan penilaian tersebut pada Senin (27/4/2025). […]

  • BPPL-PPK Desak Pemeriksaan Dugaan Tambang Galian C Jati Agung

    BPPL-PPK Desak Pemeriksaan Dugaan Tambang Galian C Jati Agung

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Dugaan Tambang Galian C Jati Agung kembali menjadi perhatian publik. Ketua Umum Barisan Pemuda Pemudi Lampung Peduli Perlindungan Konsumen (BPPL-PPK), Halek Efendi, ST, meminta aparat penegak hukum dan Dinas ESDM Provinsi Lampung segera memeriksa legalitas aktivitas tambang serta pihak yang diduga mengelolanya. BPPL-PPK Desak Pemeriksaan Legalitas Tambang LAMPUNG SELATAN, Battikpost.site – Ketua Umum Barisan Pemuda […]

  • Renovasi SD Ambruk Dimulai, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadis Pendidikan Nahdiana yang Bikin Malu

    Renovasi SD Ambruk Dimulai, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadis Pendidikan Nahdiana yang Bikin Malu

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Renovasi SD Ambruk di SDN 09 Kebayoran Lama Selatan mulai berjalan pada awal September 2026. Langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendapat apresiasi. Namun, Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) meminta gubernur mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, karena menilai pengawasan fasilitas pendidikan masih lemah. FSPI Apresiasi Langkah Gubernur Pramono Jakarta, Battikpost.site — Gubernur DKI […]

  • Dugaan Pengolahan Minyak Mentah Ilegal di Pesawaran Jadi Sorotan

    Dugaan Pengolahan Minyak Mentah Ilegal di Pesawaran Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dugaan pengolahan minyak mentah ilegal Pesawaran mencuat di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Aktivitas tersebut diduga berlangsung lebih dari satu bulan. Warga, pemerintah desa, dan masyarakat kini menunggu langkah aparat untuk memastikan legalitas kegiatan tersebut. Dugaan Aktivitas Berlangsung di Gudang Terpencil Pesawaran, Battikpost.site — Sejumlah sumber di lapangan mengungkap dugaan aktivitas […]

  • Bimtek E-Purchasing Lampung Dorong Pengadaan Transparan dan Digital

    Bimtek E-Purchasing Lampung Dorong Pengadaan Transparan dan Digital

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Pemprov Lampung Gelar Bimtek E-Purchasing Bandar Lampung, Battikpost.site – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Purchasing di Gedung Pusiban, Kamis (11/9/2025). Kepala Biro PBJ Setdaprov Lampung, Puadi Jailani, membuka acara tersebut. Ia menegaskan bahwa aparatur perlu beradaptasi cepat terhadap regulasi baru serta teknologi digital.Baca Juga TerbaruAntrean Solar […]

  • Kebakaran TN Way Kambas, Petugas Terkendala Lahan Kering

    Kebakaran TN Way Kambas, Petugas Terkendala Lahan Kering

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sejak Jumat (21/8/2026). Hingga Sabtu (22/8/2026), petugas gabungan terus memadamkan api dengan menghadapi medan kering serta minim sumber air. Petugas Hadapi Medan Sulit Lampung Timur, Battikpost.site — Kebakaran tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi perluasan api ke kawasan sekitar. Kondisi lahan yang kering turut meningkatkan risiko rambatan api. […]

expand_less