Breaking News
light_mode

Bayang di Balik Senja – Cerpen | Fiksi

  • account_circle pimred
  • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
  • print Cetak

Cakrawala Arunika membentang di atas kota terapung Taman Wulan, sebuah kota yang tampak damai dan maju dengan teknologi serta ketentraman. Namun, Dewi tahu, di balik kemilau itu tersimpan bayangan yang tak tampak. Ia datang ke kota ini sebagai peneliti psikologi, membawa luka lama yang belum pulih.

Di pusat kesehatan mental Taman Wulan, Dewi bertemu dengan Arman—pria misterius dengan tatapan tenang dan kata-kata yang menusuk lembut ke jiwa. Arman bukan psikolog resmi, hanya seorang relawan yang selalu hadir saat orang-orang rapuh membutuhkan teman bicara. Tapi, ada yang mengganggu Dewi: pasien-pasien Arman yang dulu ceria, perlahan menghilang tanpa jejak.

Suatu hari, Dewi mulai menyelidiki. Ia menemukan pola gelap: sesi panjang dengan Arman, hilangnya pasien dari catatan resmi, dan pesan misterius yang muncul saat ia menggali arsip rahasia. Semua tanda menunjuk pada Arman—yang ternyata lebih dari sekadar pendengar.

Konfrontasi tak terelakkan. Arman mengungkapkan bahwa ia menggunakan empati bukan untuk menyembuhkan, tapi untuk mengendalikan dan membebaskan dari “kegaduhan batin”—dengan cara yang berbahaya. Dewi dihadapkan pada pilihan sulit: mengungkap kebenaran yang bisa merusak ketenangan Taman Wulan, atau membiarkan kegelapan itu terus bersemayam dalam bayang-bayang kota.

Tiga minggu berlalu, dan Taman Wulan tetap sunyi. Arman hilang tanpa jejak, dan laporan Dewi tak mendapat tanggapan. Kota itu lebih memilih kenyamanan daripada kebenaran.

Dewi pertama kali berbicara dengan Arman di taman meditatif di Distrik Senja, sebuah sudut kota Taman Wulan yang selalu diselimuti kabut tipis di pagi hari. Saat itu, ia sedang mencatat gelombang emosi kolektif menggunakan alat pemindai aura, ketika suara lembut tiba-tiba memecah kesunyian.

Orang sering pikir tempat ini menenangkan,” kata Arman dari belakang. “Padahal, kalau kau diam cukup lama, kau bisa dengar bisikan dari luka yang tak terlihat.”

Dewi menoleh. “Aku Dewi,” ucapnya.

Arman. Aku di sini sebagai teman yang mendengar, bukan psikolog.”

Hari-hari berlalu, dan Dewi mulai memperhatikan sesuatu yang ganjil. Pasien-pasien yang datang menemui Arman tampak pulih secara tiba-tiba, lalu menghilang. Senyum mereka berubah menjadi kosong, dan mata mereka kehilangan kilau.

Sari, wanita tua yang biasa duduk di taman, menghilang. Arman berkata, “Sari sudah damai.” Tapi Dewi tahu, itu bukan jawaban.

Suatu malam, Dewi menerima pesan misterius di layar pribadinya:

Jangan gali terlalu dalam, Dewi.”

Dewi menyelinap ke pusat arsip Kota Induk. Ia temukan nama Arman berulang di catatan terakhir pasien-pasien yang hilang. Saat bersiap keluar, layar menyala:

Kau mencari apa yang tak ingin ditemukan.

Sesampainya di rumah, Arman sudah menunggu. Duduk tenang, senyum damai, mengenakan batik kelam.

Aku tahu kau penasaran,” katanya. “Karena kau juga terluka. Seperti mereka. Seperti aku.”

Dewi sadar: Arman bukan sekadar memahami luka—ia hidup di dalam luka itu. Ia masuk ke ruang terdalam setiap jiwa, lalu mematikan bagian yang paling kacau… dan kadang, seluruhnya.

Kenapa kau lakukan ini?” tanya Dewi.

Aku bantu mereka diam,” jawab Arman. “Itu bukan kematian. Itu kebebasan.”

Tidak. Itu pembunuhan.”

Arman tersenyum. “Silakan laporkan aku. Tapi kau tahu, Taman Wulan tidak dibangun di atas kebenaran. Tapi di atas ketenangan.”

Saat ia melangkah pergi, suaranya terdengar lagi:

Kalau suatu hari kau lelah berperang dengan dirimu sendiri, kau tahu di mana mencariku.”

Tiga minggu kemudian, kota tetap tenang. Laporan Dewi dibalas dengan satu baris singkat:

Terima kasih atas partisipasi Anda dalam menjaga harmoni kota.

Di pangkuan Dewi, buku catatannya terbuka. Di halaman terakhir:

Empati tanpa hati nurani hanyalah pisau yang dibungkus senyuman.

Di bawah lampu taman, seseorang berdiri. Bukan Arman, tapi… bayangannya. Diam. Menatap.

Dan Dewi tahu: bayangan itu belum pergi.

Mungkin tidak akan pernah.

TAMAT

 

Disclaimer:
Cerita ini sepenuhnya fiksi. Semua tokoh, tempat, dan kejadian adalah rekaan semata.

  • Penulis: pimred

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost, Lampung Selatan – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram berhasil digagalkan oleh Polres Lampung Selatan dalam operasi di area pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (2/3/2025). Seorang kurir jaringan narkotika antarprovinsi turut diamankan dalam aksi penegakan hukum ini. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, dalam konferensi pers pada […]

  • Mulai April 2025, STNK Mati 2 Tahun Beresiko Kendaraan Disita dan Data Dihapus

    Mulai April 2025, STNK Mati 2 Tahun Beresiko Kendaraan Disita dan Data Dihapus

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle pimred
    • 0Komentar

    Battikpost, Jakata – Mulai April 2025, pemilik kendaraan bermotor yang tidak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) selama dua tahun berturut-turut harus bersiap menghadapi konsekuensi berat. Kendaraan yang STNK-nya mati lebih dari dua tahun tidak hanya berstatus ilegal di jalan, tetapi juga bisa disita oleh pihak kepolisian, dan data registrasinya akan dihapus dari sistem nasional. […]

  • Bupati Riyanto Pamungkas Hadiri Hari Santri Nasional 2025

    Bupati Riyanto Pamungkas Hadiri Hari Santri Nasional 2025

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Polres Pringsewu mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan jalannya upacara Hari Santri Nasional 2025 di halaman Islamic Center Kabupaten Pringsewu. Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri Bupati Riyanto Pamungkas bersama jajaran Forkopimda dan ribuan santri. Polres Pringsewu Siagakan Personel untuk Pengamanan Upacara PRINGSEWU, Battikpost.site — Polres Pringsewu menurunkan puluhan personel dalam pengamanan upacara peringatan Hari Santri […]

  • Babinsa Langkapura Pimpin Karya Bakti, Koramil 410-05/TKP Bersihkan Lingkungan KDKMP

    Babinsa Langkapura Pimpin Karya Bakti, Koramil 410-05/TKP Bersihkan Lingkungan KDKMP

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung menggelar Karya Bakti Langkapura pada Sabtu, 2 Mei 2026. Babinsa Kelurahan Langkapura Sertu Rikman memimpin pengawasan kegiatan itu. Anggota Koramil 410-05/TKP membersihkan area KDKMP di Jalan Imam Bonjol sejak pukul 09.00 WIB. Babinsa Langkapura Pimpin Pembersihan Lingkungan Bandar Lampung, Battikpost.site — Kegiatan berlangsung di titik KDKMP atau Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Lokasi […]

  • Digitalisasi MWCNU Jati Agung, Wabup Syaiful Beri Apresiasi

    Digitalisasi MWCNU Jati Agung, Wabup Syaiful Beri Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Battikpost.site, Jati Agung — Langkah digitalisasi dilakukan MWCNU Jati Agung melalui peluncuran website resmi. Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk inovasi di era digital. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jati Agung resmi meluncurkan website sebagai sarana digitalisasi organisasi. Langkah ini mendapat sambutan positif dari Wakil Bupati […]

  • Gubernur Lampung Dukung BPS Perkuat Data Pembangunan

    Gubernur Lampung Dukung BPS Perkuat Data Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Battikpost.site – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, di ruang kerjanya pada Jumat (18/7/2025). Pertemuan tersebut membahas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam menyediakan data berkualitas sebagai dasar pembangunan dan kebijakan strategis di Provinsi Lampung. Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, menekankan […]

expand_less