Pangdam XXI/Radin Inten Hadiri Rembuk Tani Lampung Selatan
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pangdam XXI/Radin Inten menghadiri Rembuk Tani di Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Forum tersebut membahas pupuk subsidi, harga gabah, irigasi, dan target swasembada pangan nasional berkelanjutan.
Rembuk Tani Bahas Ketahanan Pangan Nasional
Lampung Selatan, Battikpost.site — Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Kabupaten Lampung Selatan. Acara itu mempertemukan pemerintah dan petani dalam satu forum terbuka.
Panitia menggelar kegiatan di Lapangan Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Panitia mengusung tema “Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan.” Tema itu menegaskan fokus pemerintah pada sektor pertanian nasional.
Kegiatan ini menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Sejumlah pejabat pusat, daerah, serta unsur TNI dan Polri juga ikut hadir.
Forum tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan petani. Peserta menyampaikan persoalan lapangan sekaligus mendengar penjelasan kebijakan terbaru.
Rangkaian Acara Berjalan Tertib
Panitia memulai acara dengan pembukaan resmi. Seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Setelah itu, panitia melanjutkan agenda dengan audiensi terkait kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi. Menko Bidang Pangan memimpin sesi bersama Direksi PT Pupuk Indonesia dan Bupati Lampung Selatan.
Peserta kemudian mengikuti sesi tanya jawab. Dalam sesi itu, petani dapat menyampaikan aspirasi, pertanyaan, dan kendala yang mereka hadapi.
Panitia juga menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi secara simbolis kepada perwakilan penerima. Agenda itu menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kebutuhan petani.
Acara berakhir dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme peserta.
Pemerintah Tingkatkan Penyaluran Pupuk
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan upaya pemerintah untuk memperkuat ketersediaan pupuk bagi petani.
Menurut Rahmat, pemerintah terus meningkatkan volume pupuk subsidi setiap tahun. Langkah itu bertujuan menjaga kelancaran produksi pertanian nasional.
Ia menyebut penyaluran pupuk subsidi naik cukup besar. Jumlahnya meningkat dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton per tahun.
Kenaikan itu mencapai 3,5 juta ton. Angka tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah pada sektor pertanian.
Rahmat juga menilai capaian itu lahir dari kerja bersama banyak pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri ikut mendukung pengawasan distribusi.
Sinergi tersebut penting agar pupuk sampai kepada petani yang berhak. Distribusi tepat sasaran menjadi faktor utama keberhasilan program subsidi.
Menko Pangan Soroti Harga Gabah dan Irigasi
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan kehadirannya dalam forum itu. Ia ingin memastikan program pemerintah berjalan sesuai arahan Presiden.
Ia menekankan pentingnya kesejahteraan petani dalam seluruh kebijakan pangan nasional. Pemerintah menempatkan petani sebagai unsur utama ketahanan pangan.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti kelancaran distribusi pupuk. Menurutnya, petani membutuhkan pupuk tepat waktu dan mudah dijangkau.
Ia juga membahas harga gabah agar tetap sesuai ketentuan pemerintah. Harga yang stabil akan membantu menjaga pendapatan petani.
“Harga gabah harus sesuai dengan ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500. Selain itu, irigasi harus berjalan baik karena sangat berpengaruh terhadap hasil panen,” ujar Zulkifli Hasan.
Pernyataan itu menegaskan dua faktor penting dalam pertanian. Harga hasil panen dan jaringan air sangat menentukan keberhasilan produksi.
Baca Juga Terbaru
Irigasi yang baik membantu petani menjaga masa tanam. Ketersediaan air juga berpengaruh pada kualitas dan jumlah hasil panen.
Apresiasi untuk Dukungan TNI
Dalam forum tersebut, Zulkifli Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada TNI. Ia menilai dukungan TNI selama ini berjalan optimal.
TNI ikut mendukung program ketahanan pangan nasional di berbagai daerah. Dukungan itu mencakup pendampingan, koordinasi, dan penguatan pelaksanaan program.
Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI. Sinergi lintas sektor terus diperkuat demi kepentingan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan TNI memberi dampak positif bagi petani. Kerja bersama mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.
Wadah Aspirasi Petani Lampung Selatan
Rembuk Tani memiliki nilai strategis bagi petani daerah. Forum seperti ini membuka jalur komunikasi langsung dengan pengambil kebijakan.
Petani dapat menyampaikan persoalan pupuk, irigasi, dan produksi. Pemerintah dapat mendengar kebutuhan nyata dari lapangan.
Pendekatan dialogis seperti ini penting untuk kebijakan yang tepat sasaran. Pemerintah membutuhkan masukan langsung dari petani.
Kegiatan di Lampung Selatan juga memperlihatkan peran daerah sebagai penyangga pangan nasional. Wilayah pertanian produktif membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Jika distribusi pupuk lancar, irigasi baik, dan harga gabah stabil, produktivitas dapat meningkat. Kondisi itu akan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga Berita Populer
Sejumlah Pejabat Hadir
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si. Hadir pula Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi.
Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., juga mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah turut hadir.
Kehadiran berbagai unsur menunjukkan perhatian besar terhadap sektor pertanian. Pemerintah terus mendorong swasembada pangan nasional melalui kerja bersama.
- Penulis: Orba Battik



