Istri Arinal Djunaidi Minta Tuduhan Dana Korupsi Dibuktikan
- account_circle orba battik
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Istri Arinal Djunaidi, Riana Sari, meminta tuduhan aliran dana korupsi kepada suaminya dibuktikan di persidangan. Ia menyampaikan pernyataan itu di Kejaksaan Tinggi Lampung, Selasa, usai menjenguk Arinal yang kini berstatus tersangka kasus dana PI.
Riana Sari Minta Tuduhan Dibuka di Sidang
Bandar Lampung, Battikpost.site — Istri Arinal Djunaidi, Riana Sari, menegaskan keyakinannya atas posisi sang suami. Ia menilai tuduhan mengenai aliran dana korupsi harus diuji secara terbuka di ruang sidang.
Riana menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan saat berada di Kejaksaan Tinggi Lampung. Ia datang untuk menjenguk Arinal Djunaidi yang sedang menjalani proses hukum.
Menurut Riana, publik perlu menunggu fakta yang terungkap di pengadilan. Ia meminta semua pihak tidak tergesa menarik kesimpulan.
“Kami meyakini tidak ada sedikitpun uang yang masuk ke kantong Bapak (Arinal Djunaidi). Nanti di persidangan akan terbuka,” ujarnya usai menjenguk Arinal, Selasa (28/4/2026).
Pernyataan itu menunjukkan keyakinan keluarga terhadap proses pembuktian hukum. Riana menilai pengadilan menjadi tempat paling tepat untuk menguji semua tuduhan.
Ia hadir bersama anak dan menantunya. Kehadiran keluarga itu menunjukkan dukungan moral kepada Arinal di tengah perkara yang berjalan.
Tegaskan Tidak Ada Dana Masuk ke Rekening Pribadi
Riana juga menepis dugaan dana korupsi mengalir ke rekening pribadi Arinal Djunaidi. Ia menegaskan tidak ada dana yang masuk sebagaimana tuduhan yang beredar.
Ia meminta masyarakat melihat perkara ini secara utuh. Menurutnya, proses hukum harus berjalan berdasarkan alat bukti dan pemeriksaan yang sah.
Keluarga, kata dia, tetap menghormati penanganan perkara oleh aparat penegak hukum. Namun, keluarga juga ingin nama baik Arinal mendapat perlindungan melalui mekanisme hukum.
Riana menilai opini publik sering terbentuk terlalu cepat. Karena itu, ia meminta masyarakat menunggu seluruh fakta resmi dari persidangan.
Ia menekankan bahwa setiap orang berhak memperoleh asas praduga tak bersalah. Prinsip itu penting dijaga sampai pengadilan memberikan putusan tetap.
Soroti Nilai Kerugian Negara
Dalam kesempatan yang sama, Riana menyoroti besaran kerugian negara yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah. Ia meminta penjelasan rinci agar masyarakat memahami duduk perkara secara jelas.
Baca Juga Terbaru
Menurutnya, angka kerugian negara harus dijelaskan dengan transparan. Penjelasan itu penting agar publik tidak menerima informasi yang setengah-setengah.
Ia juga meminta media menjaga keseimbangan pemberitaan. Media, menurut dia, perlu menyajikan informasi dari berbagai sisi.
Riana menilai pemberitaan yang berimbang membantu masyarakat memahami proses hukum. Ia berharap publik tidak membangun opini sebelum sidang mengungkap fakta.
Perkara yang menyita perhatian publik memang kerap memunculkan banyak penafsiran. Karena itu, penjelasan terbuka dari pihak terkait sangat dibutuhkan.
Dorong Pengusutan Menyeluruh
Riana juga mendorong aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara menyeluruh. Ia meminta penyidik menelusuri proses sejak awal.
Menurut dia, penyelidikan tidak cukup berhenti pada tahap akhir pengelolaan dana. Aparat perlu melihat seluruh rangkaian kebijakan dan keputusan.
Ia menilai langkah itu akan membuat perkara lebih terang. Dengan begitu, publik dapat mengetahui konteks lengkap kasus tersebut.
“Kalau ingin terang, telusuri dari awal, termasuk penyertaan modal Rp10 miliar awal. Jangan pilih kasih, semua harus dibuka,” tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan harapan keluarga agar penegakan hukum berjalan adil. Ia meminta semua pihak yang berkaitan ikut diperiksa sesuai kewenangan penyidik.
Pengusutan menyeluruh juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik. Masyarakat biasanya menilai proses hukum dari tingkat keterbukaan dan konsistensi aparat.
Kondisi Arinal Djunaidi Disebut Baik
Riana memastikan kondisi Arinal Djunaidi dalam keadaan baik. Ia menyampaikan kabar itu setelah bertemu langsung dengan suaminya.
Menurut dia, suasana pertemuan berlangsung hangat. Arinal bahkan masih sempat bercanda dengan keluarga.
“Alhamdulillah beliau baik, tadi juga masih bisa bercanda,” katanya.
Keterangan itu menunjukkan Arinal tetap tenang menghadapi proses hukum. Dukungan keluarga disebut memberi kekuatan tersendiri.
Riana juga menyampaikan pesan penyemangat kepada suaminya. Ia meminta Arinal tidak mengkhawatirkan keluarga di rumah.
“Jangan khawatirkan kami, kami tidak malu karena yakin bapak tidak korupsi. Kami justru tegakkan kepala untuk beliau,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap keluarga yang tetap solid. Mereka memilih menghadapi perkara ini melalui jalur hukum.
Latar Belakang Kasus Dana PI
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Lampung menetapkan Arinal Djunaidi sebagai tersangka. Penetapan itu terkait dugaan korupsi pengelolaan dana participating interest atau PI 10 persen.
Perkara itu berkaitan dengan PT Lampung Energi Berjaya atau LEB. Nilai dana dalam kasus tersebut mencapai sekitar USD 17,28 juta.
Nilai itu setara sekitar Rp271,5 miliar. Sementara estimasi kerugian negara disebut mencapai Rp268 miliar.
Penyidik melanjutkan proses hukum setelah menyatakan memiliki bukti yang cukup. Penanganan perkara ini kemudian menjadi perhatian luas masyarakat Lampung.
Kasus dana PI menarik perhatian karena menyangkut nilai besar dan kepentingan publik. Karena itu, masyarakat menunggu perkembangan penyidikan berikutnya.
Proses persidangan nantinya akan menjadi tahap penting. Sidang akan menguji dakwaan, bukti, serta keterangan para pihak secara terbuka.
- Penulis: orba battik



