Kios Makan di Bawah Flyover MBK Terbakar, Damkar Kerahkan 4 Unit Mobil
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Kebakaran warung pindang MBK terjadi pada Kamis siang, 2 April 2026. Api melahap kios di bawah flyover Mal Bumi Kedaton. Peristiwa itu dipicu kebocoran gas LPG. Kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta tanpa korban jiwa.
Kronologi Kebakaran di Bawah Flyover MBK
Bandar Lampung, Battikpost.site — Peristiwa kebakaran warung pindang MBK terjadi di Jalan Sultan Agung, Kedaton. Lokasi berada tepat di bawah flyover Mal Bumi Kedaton. Api melalap satu kios warung makan bernama “Pindang Pegagan Nai”.
Api muncul sekitar siang hari saat aktivitas warga cukup ramai. Kebakaran itu langsung menarik perhatian warga sekitar. Beberapa warga mencoba membantu sebelum petugas datang.
Kebakaran diduga berasal dari kebocoran selang tabung gas LPG. Kebocoran tersebut memicu letupan kecil. Api kemudian cepat membesar dan menyebar ke seluruh bagian kios.
Respons Cepat Petugas Damkarmat
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyampaikan pihaknya menerima laporan pukul 13.04 WIB. Tim segera merespons laporan tersebut.
“Tim langsung bergerak cepat dengan response time hanya empat menit sejak laporan diterima,” ujarnya.
Petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Unit tersebut berasal dari Pos Kedaton, Mako Tendean, Way Halim, dan Sukarame. Tim tiba di lokasi antara pukul 13.08 hingga 13.12 WIB.
Petugas langsung melakukan pemadaman saat tiba. Mereka fokus mencegah api menjalar ke bangunan lain. Kondisi lokasi yang berada di bawah flyover menambah tantangan tersendiri.
Baca Juga Terbaru
Proses Pemadaman Berlangsung Intens
Petugas melakukan upaya pemadaman secara intensif. Api terus membesar karena banyak material mudah terbakar di dalam kios. Petugas harus bekerja cepat agar api tidak meluas.
Petugas menghabiskan empat tangki air selama proses pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.55 WIB. Situasi kemudian berangsur terkendali.
Sebanyak 22 personel Damkarmat terlibat dalam proses pemadaman. Mereka bekerja sama secara terkoordinasi. Tim memastikan tidak ada titik api tersisa setelah pemadaman selesai.
Keterangan Penyewa Kios
Penyewa kios bernama Yabani menjelaskan awal kejadian. Ia menyebut kebakaran bermula dari kebocoran selang gas LPG.
“Api sempat dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun justru membesar hingga membakar seluruh bagian warung,” ungkapnya.
Upaya awal tersebut tidak mampu mengendalikan api. Api justru cepat menyebar ke seluruh bagian kios. Kondisi ini mempercepat kerusakan bangunan dan isi warung.
Kerugian Materiil Capai Puluhan Juta
Kios berukuran sekitar 3×6 meter tersebut hangus terbakar. Seluruh isi warung tidak dapat diselamatkan. Api melahap berbagai peralatan penting.
Peralatan dapur ikut terbakar dalam insiden tersebut. Kulkas, freezer, dan kompor juga tidak tersisa. Selain itu, berbagai perabotan warung ikut hangus.
Uang tunai sebesar Rp15 juta juga ikut terbakar. Total kerugian akibat kebakaran warung pindang MBK ini mencapai sekitar Rp30 juta. Nilai tersebut berdasarkan perkiraan awal di lokasi kejadian.
Tidak Ada Korban Jiwa
Insiden kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Tidak ada laporan korban luka dalam peristiwa tersebut. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kerugian materiil yang cukup besar.
Petugas memastikan seluruh area aman setelah pemadaman selesai. Mereka melakukan pengecekan untuk menghindari potensi api kembali muncul. Situasi lokasi kini sudah kondusif.
Baca Juga Berita Populer
Penyelidikan Masih Berlangsung
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka ingin memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas LPG.
Petugas juga mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi. Langkah ini penting untuk memperkuat hasil penyelidikan. Hasil akhir akan menentukan faktor utama penyebab kebakaran.
Kebakaran warung pindang MBK menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha. Penggunaan gas LPG harus selalu diperiksa secara berkala. Langkah ini dapat mencegah potensi kebakaran di masa mendatang.
- Penulis: Orba Battik


