Bupati Pringsewu Tekankan Netralitas Pilkakon 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka Sosialisasi Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak 2026, Selasa (19/5/2026). Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengingatkan seluruh aparatur agar menjaga netralitas, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendukung kelancaran pesta demokrasi pekon.
Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Pilkakon 2026
Pringsewu, Battikpost.site — Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Pekon Serentak Kabupaten Pringsewu Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan tersebut untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan Pilkakon Serentak 2026. Pemerintah juga ingin memastikan seluruh tahapan berjalan tertib dan sesuai aturan.
Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pejabat daerah dan peserta dari berbagai unsur pemerintahan pekon. Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu ikut menghadiri kegiatan tersebut.
Selain itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Badan Kesbangpol, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga hadir. Para camat se-Kabupaten Pringsewu mengikuti kegiatan bersama kepala pekon dan penjabat kepala pekon.
Ketua Badan Hippun Pemekonan turut menghadiri sosialisasi tersebut. Peserta lain juga mengikuti kegiatan hingga selesai.
Dalam sambutannya, Riyanto Pamungkas menekankan pentingnya Pilkakon Serentak 2026 bagi masa depan pembangunan pekon. Menurutnya, pemilihan kepala pekon tidak hanya menjadi agenda rutin demokrasi.
Ia menyebut Pilkakon menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembangunan enam tahun mendatang. Sebanyak 59 pekon di Kabupaten Pringsewu akan mengikuti Pilkakon serentak tahun ini.
Pilkakon Menentukan Arah Pembangunan Pekon
Riyanto menjelaskan pemerintah pekon memiliki peran penting dalam menjalankan program pembangunan. Pemerintah pekon berhubungan langsung dengan masyarakat setiap hari.
Menurutnya, keberhasilan program nasional maupun daerah sangat bergantung pada peran pemerintah pekon. Karena itu, kepala pekon harus mampu menjalankan fungsi pelayanan secara maksimal.
“Tanpa pemerintah pekon, seluruh program pemerintah pusat dan daerah tidak akan pernah maksimal. Pemerintah pekon adalah mata tombak yang langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar memahami tanggung jawab besar kepala pekon. Kepala pekon harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Selain itu, kepala pekon perlu memahami kebutuhan warga di wilayah masing-masing. Pemerintah pekon juga harus mampu menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Riyanto menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah kabupaten. Pemerintah pekon juga memiliki peran besar dalam mempercepat pembangunan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana kondusif menjelang Pilkakon Serentak 2026. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran tahapan pemilihan.
Pemerintah Dorong Dukungan Program Prioritas Nasional
Dalam kesempatan itu, Riyanto turut memaparkan sejumlah program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pekon diminta mendukung pelaksanaan program tersebut.
Program prioritas itu meliputi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
Program swasembada pangan juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap pemerintah pekon dapat mendukung pelaksanaan program tersebut secara optimal.
Riyanto mengatakan dukungan pemerintah pekon sangat penting dalam pelaksanaan program nasional. Pemerintah pekon menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah menginginkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pekon. Sinergi itu diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan.
Selain program nasional, Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga menjalankan sejumlah program prioritas daerah. Pemerintah daerah saat ini mendorong pengembangan mocaf sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.
Pemerintah juga mengembangkan program corporate farming di sejumlah wilayah. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah berencana memasang 18 ribu lampu jalan LED di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu. Program tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Bupati Soroti Tantangan di Tingkat Pekon
Dalam sosialisasi itu, Riyanto juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan di tingkat pekon. Pemerintah daerah masih menghadapi rendahnya realisasi Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB di beberapa wilayah.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya menekan angka stunting. Pemerintah daerah meminta seluruh pekon aktif mendukung program penanganan stunting.
Riyanto juga menekankan pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Menurutnya, BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pekon.
Pemerintah daerah juga mendorong pemerataan keterlibatan pekon dalam program MBG. Pemerintah berharap lebih banyak pekon menjadi supplier dalam program tersebut.
Ia menegaskan kepala pekon yang terpilih harus memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala pekon juga harus memiliki integritas dan visi pembangunan yang jelas.
“Kepala Pekon bukan sekadar jabatan formal, tetapi pemimpin yang menggerakkan seluruh ekosistem pekon. Pilihlah pemimpin dengan hati nurani dan akal sehat,” ujarnya.
Riyanto mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijak. Ia berharap masyarakat memilih pemimpin yang mampu bekerja untuk kepentingan warga.
Baca Juga Berita Populer
Lima Arahan Penting Jelang Pilkakon Serentak 2026
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pringsewu menyampaikan lima arahan penting menjelang Pilkakon Serentak 2026. Arahan pertama berkaitan dengan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan pemilihan berlangsung. Pemerintah daerah tidak menginginkan konflik sosial akibat perbedaan pilihan.
Arahan kedua berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Riyanto meminta seluruh pihak mematuhi ketentuan dan mekanisme Pilkakon.
Arahan ketiga menyoroti pentingnya meningkatkan partisipasi pemilih. Pemerintah daerah berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin pekon.
Arahan keempat berkaitan dengan netralitas aparatur pemerintah. Riyanto meminta seluruh aparatur menjaga sikap netral selama proses Pilkakon berlangsung.
Ia menilai netralitas aparatur menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Aparatur pemerintah harus menjalankan tugas secara profesional.
Arahan kelima berkaitan dengan dukungan terhadap program prioritas Presiden dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Pemerintah berharap seluruh kepala pekon nantinya dapat bersinergi dengan pemerintah daerah.
Riyanto berharap Pilkakon Serentak 2026 berlangsung aman, tertib, dan damai. Ia juga berharap pemilihan tersebut melahirkan pemimpin pekon yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.
“Siapapun yang terpilih nantinya harus mampu bersinergi mendukung program pemerintah demi mewujudkan Pringsewu MAKMUR: Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius,” pungkasnya. (AR).
- Penulis: Admin



