Jalan Rusak Sukarame Sebabkan Pengendara Terjatuh di Jalur Kampus
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jalan rusak Sukarame kembali memicu kecelakaan tunggal di Jalan Endro Suratmin, dekat kampus UIN Raden Intan Lampung, Selasa malam, 03 maret 2026 sekitar pukul 20.41 WIB. Seorang pengendara motor terjatuh setelah roda menghantam lubang jalan cukup dalam.
Kronologi Kecelakaan di Jalur Kampus
Bandar Lampung, Battikpost.site — Peristiwa terjadi di wilayah Bandar Lampung, tepatnya Kecamatan Sukarame. Lokasi berada di jalur dua samping kampus UIN Raden Intan Lampung. Kawasan ini dikenal ramai pada malam hari.
Selain itu, mahasiswa dan warga sering melintasi jalur tersebut. Aktivitas kampus juga masih berlangsung pada malam hari. Karena itu, lalu lintas tetap cukup padat.
Kecelakaan tunggal kembali terjadi akibat kondisi jalan rusak. Lubang jalan berada di badan jalan utama. Pengendara yang tidak waspada berisiko mengalami kecelakaan.
Pada Selasa malam, seorang pengendara motor melintas di jalur tersebut. Ia melaju bersama arus kendaraan lain. Namun, roda motornya menghantam lubang jalan.
Benturan keras terjadi dalam waktu singkat. Akibatnya, pengendara kehilangan kendali. Ia kemudian terjatuh di lokasi kejadian.
Korban Diketahui Warga Lampung Selatan
Korban bernama Suningsih. Ia merupakan warga Jati Mulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Ia melintas di Jalan Endro Suratmin saat kejadian berlangsung.
Lubang jalan memiliki kedalaman cukup signifikan. Kondisi itu membuat pengendara sulit menghindar. Terlebih lagi, arus kendaraan masih ramai.
Selain itu, situasi malam hari memperbesar risiko kecelakaan. Pencahayaan di sekitar jalan dinilai kurang terang. Oleh karena itu, pengendara sulit melihat kerusakan jalan dari jarak jauh.
Beberapa warga berada di sekitar lokasi saat kejadian. Mereka segera memberikan bantuan kepada korban. Warga kemudian mengevakuasi korban dari badan jalan.
Selanjutnya, warga membawa korban ke Puskesmas Sukarame. Tenaga kesehatan segera memberikan penanganan medis. Hingga berita ini disusun, korban masih menjalani perawatan.
Kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan. Mereka berusaha menghindari lubang jalan yang sama.
Kondisi Jalan Dinilai Membahayakan
Kerusakan jalan di titik tersebut sudah terlihat cukup lama. Warga setempat sering melihat lubang yang semakin dalam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.
Selain itu, jalur tersebut memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Mahasiswa, pekerja, dan warga melintas secara bergantian. Aktivitas ini meningkat pada sore hingga malam hari.
Lubang jalan berada pada posisi strategis di jalur kendaraan. Banyak pengendara tidak menyadari keberadaan lubang. Akibatnya, potensi kecelakaan meningkat.
Selain faktor kerusakan jalan, pencahayaan juga menjadi perhatian warga. Lampu jalan dinilai belum cukup terang. Karena itu, visibilitas pengendara berkurang saat malam hari.
Kondisi ini menimbulkan risiko bagi pengguna sepeda motor. Pengendara roda dua lebih rentan terhadap benturan lubang. Oleh sebab itu, warga meminta perhatian serius dari pihak terkait.
Beberapa warga juga menyampaikan keluhan yang sama. Mereka menilai kerusakan jalan memerlukan penanganan cepat. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jadwal perbaikan.
Warga Soroti Dampak Jalan Rusak
Kecelakaan tunggal sering terjadi akibat faktor jalan rusak. Meskipun tidak melibatkan kendaraan lain, dampaknya tetap besar. Korban bisa mengalami luka fisik maupun kerugian materiil.
Selain itu, kejadian seperti ini dapat memicu trauma bagi pengendara. Banyak pengendara menjadi lebih waspada setelah melihat insiden. Namun, risiko tetap ada jika kerusakan jalan belum diperbaiki.
Beberapa pengguna jalan menyampaikan harapan kepada pemerintah. Mereka ingin perbaikan jalan dilakukan segera. Tujuannya untuk mencegah kejadian serupa.
Haris, salah satu pengguna jalan, juga menyampaikan pendapatnya. Ia sering melintas di kawasan tersebut. Ia menilai lubang jalan sangat berbahaya bagi pengendara.
“Saya sering lewat sini. Lubangnya memang dalam dan cukup berbahaya, apalagi kalau malam hari. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini supaya tidak ada lagi pengendara yang jadi korban,” ujar Haris, kepada wartawan selasa malam,03/03/2026 .
Pernyataan itu menggambarkan kekhawatiran masyarakat sekitar. Warga menginginkan langkah cepat dari instansi terkait. Mereka berharap keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas.
Keselamatan Pengendara Jadi Perhatian
Jalan Endro Suratmin memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat. Jalur ini menghubungkan beberapa kawasan aktivitas. Karena itu, kondisi jalan harus tetap aman.
Namun, kerusakan jalan dapat memicu kecelakaan sewaktu-waktu. Pengendara yang tidak mengenal wilayah tersebut berisiko lebih besar. Mereka mungkin tidak mengetahui lokasi lubang.
Selain itu, pengendara baru sering melaju dengan kecepatan normal. Mereka tidak menyadari adanya kerusakan jalan. Akibatnya, kecelakaan dapat terjadi secara tiba-tiba.
Perawatan infrastruktur jalan menjadi faktor penting dalam keselamatan lalu lintas. Jalan yang layak membantu pengendara berkendara lebih aman. Oleh sebab itu, pemeliharaan rutin sangat diperlukan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak. Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada pengendara. Kondisi jalan juga memegang peran besar.
Warga Sukarame berharap pemerintah segera meninjau lokasi tersebut. Mereka menginginkan perbaikan jalan dalam waktu dekat. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat berkurang.
Selain itu, perhatian terhadap jalur pendidikan juga sangat penting. Kawasan kampus memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Oleh karena itu, keamanan jalan harus menjadi prioritas utama.
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan. Warga berharap langkah nyata segera dilakukan. Mereka ingin kejadian serupa tidak terulang kembali di Sukarame. (Karim Saputra).
- Penulis: Admin


