Perbaikan Jalan Gunung Batin–Daya Murni Ditinjau Gubernur
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung perbaikan Jalan Gunung Batin–Daya Murni di Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026). Pemerintah provinsi mempercepat penanganan jalan rusak, sekaligus menyoroti kendaraan ODOL yang mempercepat kerusakan infrastruktur penghubung menuju akses pintu tol.
Latar Belakang Peninjauan Jalan Provinsi
Lampung Tengah, Battikpost.site — Pemerintah provinsi terus mempercepat Perbaikan Jalan Gunung Batin–Daya Murni pada tahun ini. Gubernur datang langsung ke lokasi pekerjaan. Ia memantau perkembangan penanganan jalan yang rusak cukup lama.
Selain itu, pemerintah daerah ingin memastikan kesiapan jalur utama menuju pintu tol. Jalur tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Jalur itu juga mendukung aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.
Ruas jalan ini memiliki panjang sekitar 12 kilometer. Jalan tersebut melintasi kawasan strategis penghubung antarwilayah. Namun, kerusakan jalan sudah terjadi dalam waktu lama.
Sementara itu, lalu lintas kendaraan berat meningkat setiap hari. Kondisi tersebut memberi tekanan besar pada konstruksi jalan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi mempercepat langkah perbaikan.
Kemudian, tim teknis memeriksa beberapa titik kerusakan utama. Tim juga menilai kebutuhan penanganan lanjutan. Pemerintah menargetkan perbaikan berjalan bertahap namun konsisten.
Kondisi Jalan dan Upaya Perbaikan
Gubernur menjelaskan kondisi jalan saat meninjau pekerjaan di lapangan. Ia menegaskan status jalan sebagai jalan provinsi yang membutuhkan perhatian serius.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin – Daya Murni. Sudah bertahun-tahun kondisinya rusak. Tahun kemarin ada sedikit penanganan, dan tahun ini kita lanjutkan hingga ke perlintasan jalan tol,” ujar Gubernur saat meninjau pekerjaan di lapangan.
Pemerintah provinsi sebelumnya telah melakukan penanganan terbatas pada tahun lalu. Namun, kebutuhan perbaikan masih cukup besar. Oleh sebab itu, pemerintah memperluas cakupan pekerjaan tahun ini.
Selain itu, pemerintah menyesuaikan rencana kerja dengan kondisi lapangan. Tim teknis terus melakukan evaluasi selama pekerjaan berlangsung. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran proyek.
Kemudian, pemerintah juga mengutamakan titik kerusakan paling berat. Pendekatan ini mempercepat dampak manfaat bagi pengguna jalan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan perbaikan lebih cepat.
Kendaraan ODOL Mempercepat Kerusakan Jalan
Gubernur juga menyoroti kendaraan dengan muatan berlebih atau ODOL. Fenomena ini sering muncul pada jalur tersebut. Kendaraan pengangkut komoditas melintas hampir setiap hari.
Ia menyebut kendaraan pengangkut singkong sebagai salah satu contoh. Kendaraan tersebut sering membawa muatan jauh di atas kapasitas jalan. Kondisi ini mempercepat kerusakan konstruksi jalan.
Selain itu, ketidakseimbangan terjadi antara kekuatan jalan dan beban kendaraan. Jalan provinsi memiliki batas kemampuan tertentu. Pelaku usaha transportasi harus mematuhi aturan tersebut.
“Jalan provinsi itu maksimal hanya untuk beban 8 ton, tetapi yang lewat bisa sampai 40 ton. Ya tentu saja cepat rusak. Di sisi lain, pihak swasta juga harus memahami bahwa jalan provinsi ini bukan untuk muatan sebesar itu,” tegasnya.
Oleh karena itu, pemerintah menilai pengawasan kendaraan berat sangat penting. Langkah tersebut membantu menjaga umur infrastruktur jalan. Selain itu, pengawasan juga melindungi investasi pembangunan daerah.
Penanganan Sementara Menjelang Arus Mudik
Saat ini, tim teknis fokus pada perbaikan sementara. Pemerintah ingin menjaga kelancaran lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Arus kendaraan biasanya meningkat pada periode tersebut.
Selain itu, pemerintah ingin mengurangi potensi kemacetan di jalur utama. Jalan ini berfungsi sebagai akses penting menuju pintu tol. Karena itu, kelancaran arus lalu lintas menjadi prioritas.
Kemudian, proyek akan berlanjut setelah masa mudik selesai. Pemerintah menyiapkan pembangunan permanen dengan spesifikasi lebih kuat. Rencana tersebut menggunakan aspal dua lapis yang diperkuat.
Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tahan jalan. Dengan demikian, jalan dapat menahan beban lalu lintas lebih baik. Selain itu, masyarakat juga memperoleh kenyamanan berkendara.
Temuan Teknis pada Pekerjaan Sebelumnya
Gubernur juga menyoroti hasil pemeriksaan teknis di lokasi proyek. Tim menemukan beberapa catatan pada pekerjaan jalan sebelumnya. Temuan tersebut berkaitan dengan standar konstruksi.
Ia menegaskan pentingnya kualitas pekerjaan infrastruktur. Pemerintah tidak ingin proyek dikerjakan secara asal. Karena itu, pengawasan dilakukan lebih ketat.
Selain itu, pemerintah ingin melindungi kepentingan masyarakat. Jalan tersebut digunakan setiap hari oleh banyak pengguna. Oleh sebab itu, kualitas pembangunan harus terjamin.
“Kualitas harus dijaga. Kalau tidak sesuai spesifikasi, tidak boleh dibayar, karena yang dirugikan adalah masyarakat. Lapis bawahnya, base batu seharusnya 35 cm, tapi tadi kita temukan kurang dari itu,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah terhadap mutu proyek. Pemerintah ingin memastikan setiap pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Dengan demikian, hasil pembangunan dapat bertahan lebih lama.
Komitmen Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmen menyelesaikan perbaikan jalan ini. Proses dilakukan secara bertahap sesuai prioritas. Pemerintah menyesuaikan anggaran dan kondisi lapangan.
Saat ini, fokus penanganan berada pada titik kerusakan paling parah. Panjang penanganan awal mencapai sekitar tiga kilometer. Area tersebut membutuhkan perhatian cepat.
Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. Koordinasi antarinstansi juga berjalan secara intensif. Langkah ini mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.
Kemudian, pemerintah berharap jalan dapat berfungsi optimal kembali. Jalan yang baik akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Jalan yang baik juga mendukung distribusi hasil ekonomi daerah.
Ke depan, perbaikan akan terus berlanjut hingga seluruh ruas tertangani. Pemerintah menargetkan jalan menjadi lebih aman dan nyaman. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar setiap hari.
- Penulis: Admin


