News
Shadow

Martabat Tanazzul Jadi Tema Ceramah Buya Arrazi di Harlah ke-32 MTI Alhanif Lampung

Buya Arrazi menyampaikan ceramah bertema Martabat Tanazzul pada peringatan Harlah ke-32 MTI Alhanif Lampung di Bandar Lampung, Minggu (1/2/2026). Ceramah tersebut membahas kajian tasawuf tentang asal penciptaan manusia dan tujuan hidup menuju Allah SWT.


Ceramah Martabat Tanazzul pada Harlah MTI Alhanif Lampung

Bandar Lampung, Battikpost.site — Buya Arrazi mengisi ceramah keagamaan pada peringatan Hari Lahir ke-32 MTI Alhanif Lampung. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Al Hanif Lampung. Lokasi acara berada di Jalan Minak Pengantin, Sukarame II, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung.

Panitia menyelenggarakan kegiatan pada Minggu, 1 Februari 2026. Jamaah hadir dari berbagai wilayah sekitar pesantren. Panitia mengatur kegiatan secara tertib sejak awal acara.

MTI Alhanif Lampung menetapkan tema Martabat Tanazzul dalam peringatan harlah tersebut. Panitia memilih tema itu untuk memperdalam pemahaman keislaman jamaah. Panitia mengundang Buya Arrazi sebagai penceramah utama.

Penjelasan Martabat Tanazzul dalam Kajian Tasawuf

Buya Arrazi menjelaskan konsep Martabat Tanazzul dalam ceramahnya. Ia memaparkan konsep tersebut sebagai bagian penting dalam kajian tasawuf. Konsep itu menjelaskan tahapan turunnya wujud dari Yang Maha Esa.

Ia menerangkan proses penciptaan alam semesta dan manusia secara spiritual. Penjelasan tersebut membantu jamaah memahami asal-usul penciptaan manusia. Jamaah memperoleh gambaran hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Buya Arrazi menegaskan pentingnya memahami konsep tersebut. Ia menyebut pemahaman itu sebagai dasar kesadaran diri manusia. Kesadaran tersebut membimbing manusia memahami tujuan hidup sejati.

Ia menyampaikan bahwa tujuan hidup manusia tidak berhenti pada urusan dunia. Tujuan tersebut mengarah pada penghambaan kepada Allah SWT. Manusia perlu kembali kepada Allah SWT dengan membawa amal kebaikan.

Pesan Buya Arrazi tentang Kesadaran Diri dan Ibadah

Buya Arrazi menyampaikan pesan langsung kepada jamaah. Ia mengaitkan pemahaman Martabat Tanazzul dengan sikap hidup manusia. Ia menekankan pentingnya mengenal diri sendiri.

Dengan memahami martabat tanazzul, manusia diajak untuk mengenal dirinya dan semakin mengenal Tuhannya. Dari situ akan lahir sikap rendah hati serta kesungguhan dalam beribadah,” ujar Buya Arrazi di hadapan para jamaah.

Pesan tersebut menjadi inti ceramah yang ia sampaikan. Pesan itu mengajak jamaah memperbaiki kualitas ibadah. Jamaah diajak membangun sikap rendah hati.

Buya Arrazi mendorong jamaah meningkatkan kesungguhan dalam beribadah. Ia mengajak jamaah menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan amal.

Kehadiran Tokoh Masyarakat dalam Harlah MTI Alhanif

Peringatan harlah tersebut menghadirkan tokoh masyarakat setempat. H. Ibrahim menghadiri kegiatan tersebut. Ia dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Kehadiran tokoh masyarakat memberikan dukungan terhadap kegiatan MTI Alhanif Lampung. Kehadiran tersebut memperkuat hubungan antara lembaga dan masyarakat. Jamaah menyambut kehadiran tokoh masyarakat dengan antusias.

H. Ibrahim menyampaikan apresiasi terhadap materi ceramah. Ia menilai materi ceramah memberikan manfaat spiritual bagi jamaah. Ia menilai ceramah tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Ia menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan bagi umat. Ia menyebut kegiatan tersebut menjaga moral dan keimanan masyarakat. Ia memandang perkembangan zaman membutuhkan penguatan nilai spiritual.

Pesan untuk Generasi Muda

H. Ibrahim mengajak jamaah mengamalkan nilai ceramah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa mendengar ceramah saja tidak cukup. Ia mendorong jamaah menerapkan nilai keimanan dalam tindakan nyata.

“Kajian ini sangat bermanfaat, terutama bagi generasi muda agar memiliki pondasi iman yang kuat serta akhlak yang baik,” ungkap H. Ibrahim.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pembinaan generasi muda. Generasi muda membutuhkan bimbingan keagamaan yang berkelanjutan. Kegiatan kajian keislaman memberikan ruang pembinaan karakter.

Ia mendukung peran MTI Alhanif Lampung dalam pendidikan keagamaan. Ia berharap lembaga tersebut terus menyelenggarakan kegiatan serupa. Ia menilai kegiatan tersebut membentuk pribadi beriman dan berakhlak.

Jalannya Acara dan Harapan Jamaah

Acara harlah berlangsung dengan khidmat dan tertib. Jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Panitia menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Panitia mengatur jalannya acara secara rapi. Jamaah menyimak ceramah dengan penuh perhatian. Tidak terjadi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Jamaah menyampaikan harapan terhadap keberlanjutan kegiatan keagamaan. Mereka berharap MTI Alhanif Lampung terus mengadakan kajian spiritual. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan rohani masyarakat.

Peringatan Harlah ke-32 MTI Alhanif Lampung menjadi momentum kebersamaan. Kegiatan tersebut mempererat silaturahmi antarwarga. Jamaah merasakan manfaat spiritual dari kegiatan tersebut.

MTI Alhanif Lampung menjadikan peringatan harlah sebagai sarana dakwah. Kegiatan tersebut memperkuat peran lembaga dalam masyarakat. Ceramah Martabat Tanazzul memperkaya wawasan keislaman jamaah. (Orba).