Gertak TB: Inovasi Puskesmas Tiban Baru Tekan Kasus Tuberkulosis
- account_circle karim saputra
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Battik post, Batam – Puskesmas Tiban Baru terus berinovasi dalam menanggulangi Tuberkulosis (TB) dengan meluncurkan program Gertak TB (Gerakan Masyarakat Aktif Kawal Tuberkulosis). Melalui program ini, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam penemuan kasus dan pencegahan penularan TB.
Pilar utama program ini adalah kader Jumantuk (Juru Pemantau Batuk), yang merupakan warga terlatih dan tersebar di seluruh wilayah kerja, termasuk Kelurahan Tiban Baru dan Tiban Lama. Mereka bertugas memantau, mengedukasi, dan melaporkan warga dengan gejala TB kepada puskesmas.
“Kami tak bisa hanya menunggu pasien datang. Banyak yang enggan berobat karena takut stigma. Karena itu, Gertak TB kami hadirkan sebagai pendekatan aktif,” ungkap dr. Ayu, penanggung jawab program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Minggu (20/7).
Melalui pelatihan intensif, kader Jumantuk kini mampu mengambil sampel dahak, melakukan pelaporan digital lewat barcode, serta mendampingi kegiatan skrining massal di sekolah, pesantren, hingga lingkungan padat penduduk.
Selain itu, mereka juga membantu investigasi kontak — memeriksa anggota keluarga pasien yang tinggal serumah agar penularan bisa dicegah sejak awal.
Kasus Tinggi, Cakupan Temuan Masih Rendah
Tahun lalu, wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru mencatat angka kasus TB yang cukup tinggi. Namun, dari estimasi nasional, baru 50–60% kasus yang berhasil ditemukan.
“Idealnya kita bisa temukan 80–90% kasus. Masih banyak kasus yang luput karena tidak terdata. Kader inilah yang membantu kami menjangkau yang tak terjangkau,” tambah dr. Ayu.
Melalui skema ini, jika kader mendeteksi warga mengalami batuk lebih dari dua minggu, mereka dapat langsung menghubungi puskesmas dan mengirimkan sampel dahak, bahkan jika warga kesulitan datang langsung.
Kepala Puskesmas Tiban Baru, dr. Hilda Insyafri, menyebut bahwa Gertak TB sudah berjalan sejak 2023 dan kini memasuki tahun kedua. Sebanyak 30 kader Jumantuk telah aktif dan tersebar di posyandu setempat.
“Kami bergerak bersama—dokter, perawat, kader semua turun ke lapangan. Ini kerja tim,” ujarnya saat kegiatan kolaborasi bersama TP PKK Tiban Baru dan Klinik Panacea.
Meski demikian, tantangan masih ada. Salah satunya adalah stigma TB yang membuat sebagian warga enggan memeriksakan diri. Edukasi menjadi kunci penting dalam mengubah pola pikir masyarakat.
“TB itu bukan aib. Bisa sembuh asal cepat terdeteksi dan diobati. Jangan takut, kami siap dampingi,” tegas dr. Ayu.
Layanan Kesehatan Menyeluruh
Selain TB, Puskesmas Tiban Baru juga menyediakan layanan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) seperti tekanan darah, gula darah, konseling kesehatan, hingga skrining kesehatan jiwa.
Dengan pendekatan jemput bola dan pelibatan masyarakat, diharapkan angka temuan TB meningkat dan penularan bisa ditekan secara signifikan—menuju Batam yang lebih sehat dan bebas TB.(Karim Saputra)
Baca Juga Terbaru
Baca Juga Berita Populer
- Penulis: karim saputra
