Wagub Lampung Jihan Nurlela Ajak Siswa SLB Perkuat Empati
- account_circle Orba Battik
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak siswa Sekolah Luar Biasa memperkuat empati dan ketakwaan selama Ramadan. Ia menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri silaturahmi Ramadan bersama Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung di SLB Negeri PKK Provinsi Lampung, Kamis (5/3/2026).
Silaturahmi Ramadan Bersama Komunitas Disabilitas
Bandar Lampung, Battikpost.site — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri kegiatan Silaturahmi Ramadan bersama keluarga besar Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung. Kegiatan berlangsung di SLB Negeri PKK Provinsi Lampung pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para siswa, guru, orang tua murid, serta pengurus komunitas disabilitas mengikuti acara dengan antusias.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas disabilitas. Momentum Ramadan juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dalam kegiatan itu, Jihan hadir tidak hanya sebagai Wakil Gubernur Lampung. Ia juga hadir sebagai Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung.
Kehadirannya memberikan semangat bagi para siswa berkebutuhan khusus. Mereka mendapat perhatian langsung dari pemerintah provinsi.
Jihan mengungkapkan rasa bahagia karena dapat bertemu langsung dengan para siswa di sekolah tersebut. Ia menyampaikan salam dari Gubernur Lampung dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung.
“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan ini saya dapat berkumpul dengan adik-adik semua. Saya juga menyampaikan salam dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung untuk seluruh keluarga besar di sini,” ujarnya.
Ramadan Mengajarkan Nilai Empati dan Ketakwaan
Jihan menilai Ramadan sebagai momentum penting bagi umat Islam. Bulan suci ini memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk meningkatkan kualitas diri.
Ramadan mengajarkan pengendalian diri dan kesabaran. Selain itu, bulan ini juga menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
Ia menegaskan bahwa manusia harus memanfaatkan Ramadan untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan ibadah. Nilai spiritual yang muncul dari Ramadan menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Jihan, kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisik. Jabatan juga tidak menentukan nilai seseorang di hadapan Tuhan.
“Ramadan menjadi pengingat bagi kita bahwa kemuliaan seorang hamba tidak diukur dari fisik maupun jabatan, tetapi dari ketakwaan dan kualitas jiwanya,” jelasnya.
Pesan tersebut ia sampaikan untuk memotivasi para siswa berkebutuhan khusus. Ia ingin para siswa memiliki semangat dan kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta kegiatan untuk memperkuat empati. Setiap orang perlu menghargai perbedaan serta memahami kondisi orang lain.
Keterbatasan Bukan Penghalang Meraih Keberkahan
Jihan menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang harus dijalani dengan ikhlas.
Ia menilai berbagai keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih keberkahan hidup. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk berkembang.
Seseorang dapat belajar banyak dari proses kehidupan. Tantangan yang hadir justru melatih kesabaran dan keteguhan hati.
Menurutnya, pengalaman hidup dapat membentuk empati yang lebih kuat. Selain itu, proses tersebut juga menumbuhkan semangat untuk terus berusaha.
Ia berharap para siswa tetap percaya diri dalam mengembangkan potensi. Lingkungan sekolah dan komunitas memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan mereka.
Oleh karena itu, dukungan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan. Semua pihak perlu menciptakan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Komitmen PKDL Mendukung Komunitas Disabilitas
Sebagai Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung, Jihan menyampaikan komitmen organisasi yang ia pimpin. PKDL akan terus memberikan dukungan bagi komunitas disabilitas di Provinsi Lampung.
Ia menyadari bahwa penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut muncul dalam bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi.
Namun demikian, PKDL berupaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan. Organisasi tersebut juga berusaha memperluas ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.
Jihan menegaskan bahwa PKDL akan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki organisasi. Upaya tersebut bertujuan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan komunitas disabilitas.
“Kami akan terus berkomitmen memberikan yang terbaik bagi keluarga besar PKDL dan komunitas disabilitas, baik saat kami berada dalam kepengurusan maupun setelahnya,” tegasnya.
Komitmen tersebut menunjukkan perhatian serius terhadap isu disabilitas. Dukungan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas.
Apresiasi Tadarus dan Kegiatan Ramadan
Kegiatan silaturahmi tersebut juga diisi dengan berbagai aktivitas positif. Salah satunya kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dilakukan oleh para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan memberikan penghargaan kepada satu siswa dan satu siswi. Keduanya berhasil menyelesaikan tadarus Al-Qur’an hingga lebih dari Juz 10.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada seorang guru SLB. Guru tersebut berhasil menyelesaikan khatam Al-Qur’an sebelum Ramadan berakhir.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat belajar para siswa. Kegiatan tersebut juga mendorong semangat beribadah selama Ramadan.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan. Interaksi antara Wagub dan para siswa menciptakan suasana yang hangat.
Jihan juga menyempatkan diri berdialog dengan beberapa siswa. Ia memberikan motivasi dan dukungan kepada mereka.
Tausiah dan Pembagian Bantuan
Kegiatan Silaturahmi Ramadan kemudian dilanjutkan dengan tausiah. Muhammad Syukron Muchtar menyampaikan tausiah kepada para peserta kegiatan.
Tausiah tersebut memberikan pesan spiritual tentang pentingnya ibadah dan kepedulian sosial. Pesan tersebut memperkuat nilai kebersamaan selama Ramadan.
Setelah itu, panitia melanjutkan kegiatan dengan pembagian bantuan. Para siswa, guru, dan orang tua murid menerima bantuan tersebut.
Selain bantuan, panitia juga membagikan takjil kepada seluruh peserta. Kegiatan berbagi tersebut menjadi simbol kepedulian dan kebahagiaan di bulan suci.
Momentum Ramadan mendorong masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan tersebut juga menunjukkan kepedulian terhadap komunitas disabilitas.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, pemerintah daerah berharap tercipta lingkungan yang inklusif. Dukungan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
- Penulis: Orba Battik


