
Battikpost.site, Bandar Lampung — Seorang mahasiswi bernama Nindi Halifatun Janah (18), warga Dusun Tegal Rejo, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, menjadi korban pencurian sepeda motor di depan sebuah kafe kawasan Kemiling, Bandar Lampung.
Peristiwa terjadi pada Senin malam, 2 Juni 2025 sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, Nindi memarkir sepeda motor Honda Beat warna biru putih tahun 2020, dengan nomor polisi BE 2254 DR, di depan kafe dalam keadaan terkunci stang dan kunci dibawa.
“Saya parkir motor dalam keadaan terkunci stang, dan kunci saya bawa. Tapi ketika saya hendak pulang, motor sudah tidak ada,” ungkap Nindi kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).
BACA JUGA : gerebek-sarang-narkoba-di-natar-polda-lampung-dapat-dukungan-warga
Baca Juga Terbaru
Motor yang terdaftar atas nama Cicin Suryani itu ditaksir senilai Rp14 juta. Nindi telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemiling dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL / B / 233 / VI / 2025 / LPG / Resta Balam / Sektor Kemiling.
Pegawai Kafe Sempat Bertanya
Sebelum kejadian, salah satu pegawai kafe sempat menanyakan kepada Nindi tentang jumlah motor yang dibawa serta posisi kunci kendaraan.
“Saya jawab kuncinya saya pegang,” ujar Nindi.
Tak berselang lama, pegawai tersebut kembali dan menyampaikan bahwa motor Nindi sudah tidak ada di tempat parkir. Ia pun segera memeriksa ke luar dan mendapati motornya benar-benar hilang.
BACA JUGA : wanita-hamil-ditemukan-tewas-di-kebun-singkong-tulang-bawang-calon-suami-jadi-tersangka
Pihak kafe menyebut sempat melihat seseorang yang diduga membawa motor, namun tidak ada satu pun pegawai yang memperhatikan dengan jelas. Ironisnya, tidak ada tukang parkir yang berjaga saat kejadian.
Rekaman CCTV Masih Diakses
Di lokasi kejadian terdapat kamera CCTV yang mengarah ke area parkir. Namun sayangnya, rekaman baru dapat diakses dua hari setelah kejadian.
Baca Juga Berita Populer
“Saya berharap rekaman itu bisa membantu mengungkap siapa pelakunya,” kata Nindi.
Namun, Nindi mengaku kecewa terhadap sikap pihak kafe yang dinilai tidak kooperatif dan minim empati.
“Tidak ada empati atau dukungan. Mereka hanya menjawab singkat, tanpa memberikan solusi,” ujarnya dengan nada kecewa.
Saat ini, Polsek Kemiling masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus pencurian sepeda motor tersebut. (Orba).
