
Bandar Lampung, Battikpost.site – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Provinsi Lampung selalu terbuka terhadap gagasan, kolaborasi, dan semangat kebangsaan. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XVIII Tahun 2025 di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Selasa (23/9/2025).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyambut baik kehadiran seluruh peserta Rakernas. Kehadiran saudara-saudara adalah kehormatan bagi kami, sekaligus penegasan bahwa Lampung merupakan rumah yang terbuka bagi ide, kerja sama, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Mahasiswa sebagai Motor Perubahan
Menurutnya, Rakernas BEM SI tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi mahasiswa, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan gagasan besar demi masa depan bangsa. Selain itu, ia mengingatkan kembali bahwa pemuda selalu memegang peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
“Kita tahu bahwa kemerdekaan tidak diberikan, tetapi diperjuangkan. Pemuda sejak awal menjadi pelopor, mulai dari pergerakan 1908 hingga Sumpah Pemuda 1928. Itu bukti bahwa generasi muda selalu menjadi penggerak perubahan,” kata Mirza.
Selanjutnya, ia menekankan bahwa perjuangan generasi sekarang belum selesai, terutama dalam menghadirkan keadilan, kedaulatan, dan pemerataan pendidikan. Oleh karena itu, ia menegaskan visi Indonesia Emas 2045 harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi pada 2045 nanti dirasakan oleh anak bangsa, termasuk mahasiswa. Hari ini kalian masih mahasiswa, tapi beberapa tahun ke depan kalian yang akan melanjutkan estafet bangsa ini,” tegasnya.
Harapan Gubernur bagi BEM SI
Gubernur menambahkan bahwa suara mahasiswa harus selalu mendapat perhatian karena mereka merupakan penerus bangsa. Dengan demikian, ia yakin BEM SI akan berperan sebagai kawah candradimuka yang melahirkan calon pemimpin masa depan.
“Saya berharap Rakernas ini menjadi ruang memperkuat solidaritas mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Lahirkan ide konstruktif yang menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga peran mahasiswa sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah,” pungkasnya.
Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk menjaga solidaritas kebangsaan dengan memperkuat kolaborasi. Menurutnya, semangat tersebut penting agar mahasiswa mampu menjawab tantangan global dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
Prosesi Pembukaan Rakernas
Pembukaan Rakernas berlangsung meriah dengan pemukulan cetik oleh Gubernur Lampung. Prosesi itu turut disaksikan Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani, dan perwakilan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Baca Juga Terbaru
Sementara itu, Koordinator Pusat BEM SI Muzammil Ihsan dan Ketua BEM Unila M. Ammar Fauzan juga hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka menegaskan semangat kebersamaan dan konsolidasi mahasiswa dari berbagai daerah.
Rakernas dijadwalkan berlangsung pada 23–27 September 2025. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 delegasi BEM dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dengan demikian, forum ini menjadi momentum strategis untuk mempererat jaringan mahasiswa di tingkat nasional.
Peran Strategis Rakernas
Rakernas BEM SI tidak hanya sebatas pertemuan tahunan, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi gagasan mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan ini berpotensi melahirkan keputusan strategis yang berpengaruh pada arah gerakan mahasiswa ke depan.
Selain itu, forum ini juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi kolektif mengenai isu-isu kebangsaan. Dengan cara itu, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai mitra konstruktif pemerintah.
Di sisi lain, forum nasional ini semakin memperkuat jejaring antarmahasiswa lintas kampus. Oleh karena itu, setiap gagasan yang lahir dapat memberi dampak luas di masyarakat.
Mahasiswa dan Visi Indonesia Emas
Rakernas BEM SI XVIII di Unila bertepatan dengan momentum penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Dalam konteks itu, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah pembangunan bangsa.
Selain itu, mahasiswa juga harus mengawal agar pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendidikan, dan keadilan sosial benar-benar tercapai. Dengan demikian, visi besar 2045 tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata.
Pada akhirnya, Rakernas ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata. Oleh karena itu, harapan Gubernur Lampung agar mahasiswa menjadi motor solidaritas kebangsaan semakin relevan dengan kondisi saat ini. (Redaksi).
