
Battikpost.site, Lampung Selatan — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, H Puji Raharjo, menegaskan bahwa Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) adalah langkah strategis dalam membangun sistem kaderisasi NU yang berjenjang, berkelanjutan, dan menjawab tantangan zaman.
Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) harus menjadi fondasi kuat dalam mencetak pemimpin NU yang militan, ideologis, dan profesional. Hal ini ditegaskan oleh Ketua PWNU Lampung, H Puji Raharjo, saat membuka PMKNU Angkatan I yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan di Universitas Islam An-Nur, Jati Agung, Jumat (9/5/2025).
“PMKNU ini bukan sekadar forum pelatihan, tetapi bagian dari mata rantai kaderisasi NU yang harus dijaga kesinambungannya. Kita ingin mencetak pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman,” ujar H Puji di hadapan peserta dan pengurus PCNU.

Menurutnya, kepemimpinan dalam NU bukan hanya menyangkut jabatan struktural, tetapi lebih dari itu adalah pengabdian yang dilandasi integritas dan keikhlasan. Ia mendorong para peserta untuk mengikuti PMKNU dengan sungguh-sungguh dan menjadikan momentum ini sebagai titik tolak pengabdian dalam jam’iyyah.
“Saya berharap seluruh peserta kelak menjadi penggerak NU yang tangguh, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional bahkan nasional,” tambahnya.
PMKNU Angkatan I ini diikuti oleh 99 peserta yang terdiri dari utusan PWNU, MWCNU, dan lembaga NU se-Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung selama lima hari dan mengusung metode pembelajaran berjenjang yang mengintegrasikan materi ideologi, keorganisasian, dan strategi dakwah kebangsaan.
Hadir dalam pembukaan kegiatan, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Masyhuri Malik, yang turut memberikan arahan. Ia mengingatkan bahwa NU memiliki warisan besar dari para muassis (pendiri), yang harus terus dijaga melalui struktur organisasi yang solid.
“Kekuatan NU terletak pada barokah jamaah dan ketaatan struktural. Jangan pernah meninggalkan organisasi,” tegasnya.
Baca Juga Terbaru
Ia juga menekankan pentingnya memiliki sanad keilmuan dan sanad jam’iyyah dalam menjaga muruah NU, khususnya dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan dan informasi tanpa batas.


“Kader NU harus punya prinsip yang kuat dan cerdas dalam menavigasi zaman. Itulah tugas kader PMKNU ke depan,” ujarnya saat secara resmi membuka kegiatan.
KH Masyhuri juga mengapresiasi capaian PWNU Lampung yang menempati posisi keempat secara nasional dalam hal jumlah kaderisasi terbanyak. Ia menyebut bahwa perkembangan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) di Lampung sangat signifikan, dibuktikan dengan tingginya jumlah alumni yang tersebar di berbagai daerah.
Baca Juga Berita Populer
“Semoga PMKNU ini melahirkan kader-kader yang siap berkhidmat untuk jam’iyyah, umat, dan bangsa,” pungkas H Puji. (Orba)
